Masuk

MA MH Troso Selenggarakan Emha Variety Show (EVS) Semester Gasal Tahun 2019

Featured MA MH Troso Selenggarakan Emha Variety Show (EVS) Semester Gasal Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Emha Variety Show (EVS) kemarin, Sabtu (12/10/2019). Acara ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan tiap semester untuk memberikan media pendidikan di luar kelas kepada siswa-siswinya.

Pada semester gasal ini yang ditugaskan untuk tampil adalah dari seluruh Kelas XII dan Kelas XI IIS. Tampilan mereka di panggung EVS, sebenarnya dibebaskan tergantung kreasi siswa. Namun hampir seluruh kelas menyuguhkan drama lipsing dengan genre yang berbeda-beda. Mulai dari yang bergenre komedi, sejarah, percintaan, dll.Sementara untuk Kelas X dan XI MIA ditugaskan untuk mengisi stand jajanan dengan modal dari madrasah. Mereka menjual makanan dan minuman untuk seluruh siswa-siswi yang dari pagi hingga siang menyaksikan tampilan-tampilan EVS.

Untuk dapat menyuguhkan sebuah tampilan EVS, tidak jarang mereka melibatkan konseptor dari para guru, alumni, namun juga beberapa kelas ada yang secara mandiri mengkonsep sendiri. Karena prosesnya cukup panjang mulai dari menentukan konsep tema tampilan, menyusun backsound, perekaman pengisi suara, mempersiapkan properti, kostum, make up, dll. Dan untuk EVS kali ini pihak madrasah mengambil kebijakan bahwa make up atau tata rias harus diupayakan dari kelas masing-masing, tidak mengambil jasa salon agar lebih hemat.

Ada sebanyak 9 kelas yang tampil di EVS Semester Gasal ini, yaitu 6 kelas dari Kelas XII dan 3 kelas dari Kelas XI IIS. Selain itu juga ada beberapa tampilan yang lain, mulai dari Rebana, Tari Tradisional, Penampilan Tae Kwondo, dan Pencak Silat.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut ini

Jalannya Kegiatan :

Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dibuka oleh Aulia Fitriani (XI MIA-1), Sella Nor Fauziah (XI MIA-1), Nihaya Tussa`adah (XI MIA-1), dan Nadia Nor Inayah Ulya (XI MIA-2) sebagai pembawa acara. Kemudian dilanjutkan sholawat dari Tim Rebana gabungan siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso. Sebelum tampilan dari kelas-kelas, Tari Tradisional dengan judul Prahara Ratu Kalinyamat ditampilkan oleh kontingen KOMPAK Ke-5 di Unnes.

XII IIS-1 dengan Judul Barongan Magic.com. Habib Wibowo atau yang lebih dikenal Mbah Kamed sebagai konseptornya terinspirasi dari Karnaval HUT Kemerdekaan Indonesia di Desa Troso bulan Agustus lalu. Tampilan kelas ini cukup membuat tawa lucu para penonton. Dibuka dengan Marching Band emak-emak dengan alat dapur. Sementara Siti Nur Jamilah dan Siti Khumairoh yang bertubuh tinggi besar kompak menjadi mayoretnya. Secara singkat menceritakan kehidupan orang-orang yang mencari nafkah dari dunia seni, dan sebagai tokoh utamanya adalah Dimas Al Habib Efendi. Karena tuntutan dari istri, Dimas harus aktif dan kreatif hingga memiliki sanggar seni Perkusi. Dia berhasil membuat sebuah pertunjukan perkusi yang sukses dengan personil yang lengkap. Mulai dari tim perkusinya, penari jaranan, badut, barongan, atraksi-atraksi, tapi semua dikemas dengan genre komedi.  

XII MIA-1 dengan Judul Hukum Archimedes. Cukup inspiratif dan edukatif, Kelas XII MIA-1 ini menampilkan kisah asal usul salah satu hukum fisika yaitu Hukum Archimedes. Pada suatu hari Archimedes yang diperankan oleh Wahyu Budi Santoso, dimintai Raja HieronII yang diperankan oleh Roni Fathur Rizal untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, “Eureka! Eureka!” yang artinya “sudah kutemukan! sudah kutemukan!” Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia berhasil membuktikan bahwa mahkota raja telah dicampuri dengan perak.

XI IIS-1 dengan Judul Satu Takdir yang Terpisah. Ahmad Shochibul Munir salah satu alumi mengkosep cerita ini. Mengisahkan pertemuan 2 pemuda yaitu M. Wafda Khoirizad dengan Musana di OSPEK salah satu Perguruan Tinggi. Keduanya timbul rasa cinta, tetapi ternyata keduanya adalah saudara kandung yang terpisahkan. Wafda yang sejak kecil hidup bersama ayahnya yang diperankan oleh Ahmad Amiruddin, sementara Musana tinggal bersama Ibunya yang perankan oleh Intan Nur Cahyani. Wafda dan Musana berpacaran, akan tetapi orang tua Wafda tidak menyetujui hubungan mereka karena Musana dari latar belakang sosial yang tidak jelas. Hingga ahirnya Amir membunuh Musana yang ternyata itu adalah anaknya sendiri.  

XII IIS-3 dengan Judul Bejo : The Untold Story. Danang Fardian, salah satu guru MTs. MH Troso berhasil mengkonsep tampilan yang sangat inspiratif. Diadopsi dari beberapa Film Joker (2019) dan Gundala (2019) alur cerita dan aksinya sangat mengharukan. Bejo sebagai tokoh utamanya adalah seorang anak yang terlahir cacat dengan wajah yang buruk rupa. Dari kecil diasuh oleh orang tuanya, tetapi karena broken home, ahirnya Bejo ditinggalkan dan hidup sebatang kara. Dia beranggapan bahwa dunia luar itu indah. Tetapi ternyata ketika di jalan dia selalu dianiaya, disiksa, disakiti oleh orang. Akhirnya dia menilai bahwa ternyata dunia itu kejam, dan harus menjadi orang kejam untuk menghadapi dunia. Bejo, tumbuh menjadi perampok. Hingga aksinya itu dihentikan oleh seorang anak tuli yang dari kecil dibuang oleh orang tuanya tetapi tetap tumbuh menjadi anak yang baik.

XII IIS-2 dengan Judul Abu Nawas 90. Dikonsep oleh salah satu alumni Moh. Khoiri menceritakan kecerdikan Abu Nawas yang diperankan oleh Muhammad Taufiq. Dibuka dengan tarian khas timur tengah oleh seluruh siswa putri. Cerita pertama, mengisahkan Abu Nawas yang ditugaskan oleh seorang Raja untuk menangkap angin. Kemudian Abu Nawas yang mendapat tantangan untuk membuat monyet agar kepalanya geleng-geleng. Terakhir Abu Nawas membantu seorang pengembala yang kerbaunya dirampas paksa oleh seorang mentri. Semua kisahnya tentang kecerdikan Abu Nawas dalam menyelesaikan sebuah masala,h akan tetapi dengan cara-cara Abu Nawas yang lucu.

XI IIS-2 dengan Judul Lika-Liku 5 K. Danang Fardian, kembali sekali lagi sebagai konseptor di kelas ini. Dengan mengeksplorasi beberapa adegan kehidupan siswa di dalam kelas ketika mempersiapkan kegiatan lomba 5 K. Ahmad Rouf sebagai ketua kelas menjadi pemeran utamanya. Cerita yang sederhana tetapi dikemas dalam adegan yang menarik dan lucu. Cerita ini dimulai dari macam-macam tipe ketua kelas. Ada ketua yang sering gugup, ada ketua yang tipenya tidak paham, ada juga ketua kelas yang berwibawa. Mereka kemudian berdiskusi menentukan tema, disetujuilah temanya “cendol dawet” yang sedang viral di sosial media. Kemudian ada adegan tipe-tepi anak yang membeli cat ke toko bangunan, tingkatan keahlian siswa ketika mengecat, sampai tipe-tipe anak yang lembur di malam hari ketika mengecat kelas.  

XII MIA-3 dengan Judul Pertiwi dan Nusantara. Ide-ide kreatif siswa Kelas XII MIA-3 dituangkan dalam tampilannya ini. Pertiwi diperankan oleh Vina Ramandhani dan Nusantara diperankan oleh Alex Lubab Muhammad. Mereka adalah pasangan pemuda yang diberikan amanat Garuda emas untuk mengjaga kesatuan bangsa. Akan tetapi karena hasutan dari Yoga dan Manzihul Hikam yang berperan sebagai pemuda kembar, mereka bertujuan menguasai bumi nusantara. Namun yang menarik dari tampilan kelas ini adalah adegan-adegan sketsa sisipan yang diperankan oleh Ahmad Latif, Muhammad Maftuh Ahnan Labib, dkk. sangat terlihat total sehingga pesan lucunya tersampaikan. Pesan dari kisah ini adalah jangan sampai dengan mudah memunculkan fitnah yang dapat menghancurkan bumi pertiwi.   

XI IIS-3 dengan Judul Babi Ngepet. Muhammad Rosyadi salah satu guru di MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengangkat judul yang bertemakan mistis sosial. Diceritakan ada seseorang yang bernama Joko, dia terlilit hutang hingga dikejar-kejar orang dan istrinya pun sampai meninggalkannya. Pada saat dia terpuruk dan putus asa, ternyata ada siluman babi menghampirinya. Dengan bisikan siluman babi tersebut menjanjikan kekayaan kepada Joko, akan tetapi dengan memenuhi beberapa syarat. Jokopun akhirnya mau ikut menjadi siluman babi. Tetapi belum sampai kaya teryata Joko sudah tertangkap oleh warga dan dimassa. Yang menarik dari Kelas ini adalah para penarinya dapat tampil dengan baik.  

XII MIA-2 dengan Judul Pergi Karena Cinta Pulang Karena Cinta. Kelas ini mengadopsi dari cerita tokoh nasional bangsa Indonesia, yaitu B. J. Habibie dan istirnya Hasri Ainun Besari. Habibie  diperankan oleh Dhimas Agung Hermawan. Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas. Mereka menikah dan terbang ke Jerman. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. (syah)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.