Masuk

Upacara Pengibaran Bendera – Heri Kiswanto, S.Kom. : Musuh Terbesar Manusia adalah Sifat Malas

Featured Upacara Pengibaran Bendera – Heri Kiswanto, S.Kom. : Musuh Terbesar Manusia adalah Sifat Malas

Troso, MAMHTROSO.com – Heri Kiswanto, S.Kom. menjadi pembina upacara dalam upacara pengibaran bendera di halaman MTs-MA Matholi’ul Huda Troso, Sabtu (5/10/2019) pagi ini. Beliau adalah salah satu guru mata pelajaran TIK dan Keterampilan Grafis di unit MA Matholi’ul Huda Troso.

Upacara ini merupakan agenda rutin madrasah setiap awal pekan yang menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di madrasah tersebut. Dari pantauan MAMHTROSO.COM, Heri Kiswanto, S.Kom. mengenakan pakaian batik salah satu seragam yayasan domininan berwarna kuning, beliau berdiri di depan sekitar 1000-an siswa serta sejumlah dewan guru yang khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera.

Petugas upacara pada pagi ini diemban oleh siswa perkalian kelas XI seperti minggu kemarin. Dipimpin oleh Muhammad Sholikul Huda (XI MIA-1) beserta teman-temannya. Meskipun masih ada kekurangan namun semua petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

Kemudian dalam amanat pembina upacara, Heri Kiswanto, S.Kom. menyampaikan bahwa musuh besar dalam diri manusia adalah malas. Malas adalah keenggenan melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Contoh efek perbuatan malas adalah tidak mau disiplin, tidak mau mengikuti pelajaran dengan baik, tidak mau mematuhi tata tertib, dll.

Diantara penyebab rasa malas bisa masuk ke dalam diri, beliau memaparkan 3 alasan. Pertama, karena manusia lebih memilih hal-hal yang menarik dan menyenangkan dari pada berfikir. Hal tersebut karena setan yang bisa mempengaruhi manusia dan membuat rasa kesenangan nafsunya.

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim).

Kedua, karena belum ada kesungguhan. Orang yang tidak bersungguh-sungguh dalam hidupnya tentu akan terus-menerus bemalas-malasan. Ada sebuah kalimat mutiara dalam bahasa arab :

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ

“Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan”. Jangan sampai di kemudian hari menjadi manusia yang menyesal karena saat ini kita bermalas-malasan.

Ketiga, karena pergaulan, lingkungan, dan pertemanan. Manusia memiliki kecenderungan untuk mengikuti sifat teman. Kalau sering berkumpul dengan teman-teman yang malas, maka kita juga akan ikut malas. Tetapi ketika memiliki teman yang rajin, maka biasanya akan ikut menjadi rajin.

Selain menyampaikan sebab-sebab manusia menjadi pemalas, beliau juga menyampaikan bagaimana cara menghilangkan sifat malas yang ada di dalam diri manusia. Pertama, harus bisa mengatur waktu, kapan waktunya untuk belajar. Jangan menyia-nyiakan waktu, jika bisa dikerjakan pagi tidak harus menunggu sampai sore, jika bisa dikerjakan malam hari tidak harus menunggu besok pagi.

Kedua, ikrarkan diri untuk disiplin. Jika sudah bisa memanage waktu maka tinggal mengikararkan diri. Bersungguh-sungguh untuk berubah dari kemalasan menjadi manusia yang rajin. Ketiga, tidak ada tips dan trik, kecuali doa kepada Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian”. (HR. Bukhori Muslim). (syah)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 05 Oktober 2019 11:51

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.