Masuk

Peringati Tahun Baru Hijriyah 1441 H, Siswa-siswi MA dan MTs. MH Troso Adakan Serangkaian Doa dan Makan Kepungan

Featured Peringati Tahun Baru Hijriyah 1441 H, Siswa-siswi MA dan MTs. MH Troso Adakan Serangkaian Doa dan Makan Kepungan

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso adakan serangkain acara untuk memperingati tahun baru hijriyah 1441 H pagi ini, Selasa (3/9/2019).

Lihat galerinya - klik disini

Acara ini dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di halaman Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso dengan diikuti oleh sekitar 1.200-an orang siswa beserta dewan guru. Ditugaskan sebagai pembawa acara Eva Elviana Novitasari (XII MIA-2) dan Vina Ramandhani (XII MIA-3) membuka acara dengan bacaan surat Al Fatihah. Dan langsung dilanjutkan dengan tampilan grup rebana gabungan siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso. Yang membawakan beberapa sholawat nabi yaitu syababal, ya rabbamak, sholawat nahdliyah, robbi kholaq, khudzuni, habibi ya habibi, dan shollu alannuri.

Dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi oleh Ibu Nur Muzaroh, S.Pd., Ibu Fista Nihayah, S.Pd., dan Nilam Maharani (XI MIA-1). Dan Mauidlotul Hasanah disampaikan oleh perwakilan guru yaitu Ibu Anik Rosyidah, S.T.

Beliau menyampaikan bahwa momen tahun baru hijriyah harusnya tidak dianggap sebuah peristiwa mistis dengan sebutan jawanya adalah malam satu suro. Akan tetapi harusnya digunakan untuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri. Jika selama satu tahun sebelumnya sudah banyak kebaikan yang dilakukan, maka dipertahankan dan harus ditingkatkan. Akan tetapi jika masih banyak melakukan keburukan, maka harus segera diperbaiki atau segera berhijrah.

Intinya, dengan momen tahun baru ini harus terjadi sebuah perubahan. Sebagaimana peristiwa hijrahnya Rasulullah dari kota Mekkah ke Madinah atas perintah Allah. Karena sudah terdesak dengan ancaman orang kafir Quraisy Mekah. Bahkan Abdurrohman bin Auf sahabat nabi yang kaya rela meninggalkan hartanya di Mekkah untuk hijrah ke Madinah dengan harapan islam akan berhasil di kota tersebut. Kemudian Rasulullah mempersaudarakan Abdurraman bin Auf dengan sahabat ansor yang kaya raya bernama Sa’ad bin Rabi’.

“Pasang surut dinamika keimanan, memang sudah biasa terjadi di kehidupan. Akan tetapi kita harus berdoa semoga kita tetap pada agama Allah”, pungkasnya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Terakhir, tahlil dipimpin oleh H. Mustofa Kamal dan barokah doa dipimpin oleh H. Ahmad Harisul Haq, Lc. Usai berdoa kemudian siswa-siswi makan kepungan bersama-sama. (syah)

Terakhir diperbarui pada Selasa, 03 September 2019 11:36

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.