Masuk

Upacara Pengibaran Bendera – Nur Muzaroh, S.Pd. : Waktu Adalah Nikmat yang Sering Dilupakan

Featured Upacara Pengibaran Bendera – Nur Muzaroh, S.Pd. : Waktu Adalah Nikmat yang Sering Dilupakan

Troso, MAMHTROSO.com – Upacara pengibaran bendera merah putih dilaksanakan di MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso pagi ini, Sabtu (24/8/2019). Kegiatan ini adalah agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap Sabtu pagi untuk menumbuhkan jiwa patrotiasme siswa. Selain itu juga untuk memberikan nasihat kepada siswa yang disampaikan pembina upacara dalam amanatnya.

Upacara bendera pada pagi ini ditugaskan kepada siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Bertindak sebagai pembawa acara adalah Tsalis Mazida El Rahmah (9C), pembaca pembukaan UUD 1945 yaitu Dwi Alfina Rizqiana Safitri (9D), sementara untuk pembaca doa adalah Fadhilatul Muthmainnah (9A).

Sebagai pemimpin upacara adalah Muhammad Irvin Maulana Az Zain (9C). Kemudian petugas pengibar bendera adalah Ni’matul Hamidah (9A), Muhammad Fikri Haikal (9A), dan Ahmad Nuril Anam (9C).

Nur Muzaroh, S.Pd. salah satu guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di MA Matholi’ul Huda Troso kali ini berkesempatan untuk menjadi pembina upacara. Beliau menyampaikan amanat tentang berbagai macam nikmat, terutama nikmat yang sering dilupakan oleh manusia yaitu nikmat waktu.

Sebagai manusia tentu harus bersyukur karena ternyata banyak sekali nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. contoh saja nikmat diberikan kesehatan, masih bisa berjalan, masih bisa berlari, bisa tertawa, bisa melihat, bisa menangis, dll. Dan yang paling penting juga Allah masih memberikan nikmat iman dan islam.

Tapi diantara banyak nikmat-nikmat tersebut di atas, masih ada nikmat yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat waktu. Bahkan menurut Imam Al gazali nikmat waktu ini diibaratkan adalah sebuah berlian yang sangat berharga.  

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ 

Artinya : “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Hidupmu sebelum datang kematianmu”.

Pertama, Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Ketika masih muda usia produktif, seseorang bisa berfikir dengan segar. Masih semangat untuk menuntu ilmu. Seperti menulis di atas batu, yang dapat membekas sampai kapanpun. Berbeda jika sudah usia tua, badan sudah melemah, pikiran sudah mudah lupa. Seperti halnya menulis di atas air.

Kedua, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Ketika Allah SWT. memberikan cobaan sakit sekecil apapun misal sakit perut, atau sakit kepala. Tentu sudah tidak nyaman lagi untuk beraktifitas dan juga tidak bisa berkonsentrasi dengan fokus. Maka selagi masih sehat pergunakan dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan sungguh-sungguh, berkegiatan dengan semangat agar semuanya bermanfaat dalam hidup.

Ketiga, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Kaya yang dimaksud tidak kemudian menjadi konglomerat, mobilnya banyak, usahanya dimana-mana. Kaya disini maksudnya adalah masih cukup untuk makan, dan memberi seseorang. Maka manfaat kekayaan itu dengan sebaik-baiknya. Untuk sekolah untuk beribadah dan untuk kegiatan yang bermanfaat lainnya.

Keempat, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Ketika seseorang semakin bertambah umur maka semakin banyak perkerjaan yang harus dikerjakan. Berarti semakin sedikit waktu luangnya. Untuk itu siswa-siswi harus memanfaat waktu luangnya untuk kegiatan-kegiatan yang positif.

Kelima, Hidupmu sebelum datang kematianmu. Hidup hanya sekali maka hiduplah yang berarti. Karena kematian adalah sesuatu yang pasti. Meskipun seseorang bersembunyi dimanapun tempatnya, berlindung berlapis baja, tidak akan bisa menolak datangnya malaikat pencabut nyawa. Maka kehidupan adalah sesuatu yang sangat berharga, dan harus dipergunakan beramal baik karena yang menemani setelah kematian hanyalah amal perbuatan. (Syah)

Terakhir diperbarui pada Selasa, 27 Agustus 2019 07:06

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.