Masuk

Upacara Pengibaran Bendera – Andika Wisnu Saputra, S.Pd. : Belajar dari Filosofi Tumbuh Kembangnya Pohon Jati

Featured Upacara Pengibaran Bendera – Andika Wisnu Saputra, S.Pd. : Belajar dari Filosofi Tumbuh Kembangnya Pohon Jati

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara menyelenggarakan Upacara pengibaran bendera Merah Putih pagi ini, Sabtu (12/1/2019). Upacara ini adalah kali pertama dilaksanakan setelah masuk semester genap tahun pelajaran 2018-2019.

Petugas upacara adalah perwakilan dari siswa MTs. Matholi’ul Huda Troso. Dikomandani oleh Ikrar Fitra Anggito Sunarto dan sebagai pengibar bendera adalah Khurin Aini, Puput Mazia Rosyada, dan Riska Safitri. Semuanya berjalan dengan baik dari awal dimulainya upacara hingga selesai.

Andika Wisnu Saputra, S.Pd., salah satu guru mata pelajaran Fisika di MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara kali ini berkesempatan menjadi Pembina Upacara. Dalam amanatnya beliau bercerita tentang penemuan fosil kapal Nabi Nuh yang ditemukan oleh peneliti di salah satu puncak gunung Negara Turki. Dari penelitian itu ternyata bahan pembuatan kapal yang diduga adalah peninggal Nabi Nuh tersebut terbuat dari bahan kayu jati, yang struktur kandungannya sama dengan kayu jati yang ada di daerah jawa timur.

Kayu jati memang terkenal dengan kualitasnya. Selaras dengan itu harganya juga lebih mahal jika dibandingkan dengan kayu-kayu yang lain. Hal tersebut karena struktur kandungan kayu jati yang padat dan tahan dengan binatang-binatang pemangsa kayu, seperti rayap, dll.

Kenapa kayu jati sangat baik kualitasnya ? Ternyata berdasarkan penelitian adalah dari perilaku pohon jati ketika masih hidup. Pohon jati dapat menyesuaikan diri di musim apapun. Bahkan ketika musim kemarau panjang, pohon jati dapat menggugurkan hampir seluruh daunnya. Pohon jati dapat berpuasa, atau istilah jawanya adalah “topo” untuk keberlangsungan hidupnya. Maka tidak heran jika kayu jati dapat bertahan sangat lama dan menjadi sangat besar.

Dari perilaku pohon jati tersebut, tentu dapat diambil manfaatnya untuk kehidupan manusia. Jika pohon jati dapat menahan diri untuk keberlangsungan hidupnya untuk menjadi kayu dengan kualitas yang baik. Maka seorang siswa harus dapat menahan diri agar nantinya menjadi manusia-manusia yang unggul, berkualitas, dan punya nilai lebih. Tentu saja dengan mematuhi semua peraturan dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh madrasah.

“Kalau dalam ilmu Fisika Hukum Gerak Newton memiliki rumus F aksi = - F reaksi. Maka ini sangat jelas apapun yang kita perbuat pasti akan kembali pada kita”, pungkasnya. (syah)

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 12 Januari 2019 11:16

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.