Masuk

Upacara Pengibaran Bendera, Mahaj: Menjaga Lisan

Featured Mahaj Khoirunnas Agus Ahmad Fadloli Mahaj Khoirunnas

MAMHTROSO.COM, TROSO –Mahaj Khoirunnas, guru mata pelajaran Bahasa Inggris MA Matholi’ul Huda Troso didapuk menjadi Pembina pada upacara pengibaran bendera di halaman kampus MTs-MAMatholi’ul Huda Troso, Sabtu (22/11/2014).

Dalam amanatnya, Mahaj mengajak seluruh civitas akademika untuk selalu menjaga ucapan dalam setiapberaktivitas. Sebab dengan menjaga ucapan, manusia akan terhindar dari hal-hal negatif.

Selain itu, menjaga lisan juga bisa mendatangkan kemuliaan dari Allah serta lebih dihormati oleh orang lain.

“Jika ingin dimuliakan Allah dan juga dihormati orang lain,kita harus pandai menjaga lisan,” ungkapnya di depan ribuan peserta upacara.

Dalam pergaulan sehari-hari, lanjut Mahaj, seseorang kerap lalai menjaga lisan – baik secara sengaja maupun tanpa sengaja – sehingga tidak jarang dapat menyakiti hati orang yang bersinggungan. “Contohnya di lingkungan madrasah saja. Ketiga guru sedang mengajar, masih banyak anak yang ngomong clemang-clemong (asal bunyi) tanpa dipikir apakah omongannya itu menyakiti hati guru atau tidak,” kata dia.

“Terkadang kita juga lebih sering memanggil teman kita dengan nama julukan yang kurang baik, ketimbang memanggil dengan nama aslinya,”imbuhnya.

Mahaj juga menyinggung beberapa oknum siswa yang kerap membohongi guru saat kegiatan belajar berlangsung. “Ada juga beberapa siswa yang suka alasan buang air ke belakang, namun nyatanya hanya nyantai-nyantai saja di WC. Itu sudah termasuk bentuk kelalaian menjaga lisan,” ungkap dia.

Bentuk lain dari kelalaian menjaga lisan, lanjut dia, adalah dengan menggunjing aib orang lain. “Banyak dari kita ini yang masih suka gibah (menggunjing, red) keburukan orang lain. Ingatlah, itu sama halnya dengan memakan bangkai saudara sendiri,” papar dia.

Di akhir amanatnya, Mahaj memberi tips mendapatkan ilmu yang bermanfaat. “Dengan tidak berbohong, tidak menyakiti hati orang lain, dengan menjaga lisan, insya Allah kita akan dimuliakan oleh Allah dan ilmu kita bermanfaat,” pungkasnya. (Agus Ahmad Fadloli)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.