Masuk

Hari Ketiga Kemadrasahan, Karwadi, S.Ag. Jelaskan Pancajiwa “Kemandirian”

Troso, MAMHTROSO.com – Hari ketiga “kemadrasahan” sebagai bentuk masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS) di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso masih dilaksanakan pagi ini, Senin (22/7/2019). Dan rencananya kemadrasahan ini akan berlansung selama 6 hari yaitu sampai hari Kamis (25/7/2019).

Diikuti oleh seluruh siswa dan guru baik dari unit MTs. maupun MA Matholi’ul Huda Troso, kegiatan ini berlangsung kira-kira satu jam saja. Siswa semuanya berkumpul duduk memadati halaman madrasah, untuk mendengarkan penjelasan Kepala Madrasah maupun yang mewakilinya. Materi yang disampaikan yaitu tentang nilai-nilai pancajiwa sebagai nafas pergerakan siswa baik di madrasah maupun di masyarakat kelak.

Setelah 2 hari kemarin sudah dijelaskan tentang “keikhlasan” dan “kesederhanaa”, kali ini giliran Karwadi, S.Ag. Wakil Ketua Madrasah Urusan Kesiswaan untuk menyampaikan pancajiwa yang ketiga yaitu “kemandirian”.

Kata mandiri berarti tidak tergantung dengan orang lain, bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan dari orang lain. Seperti contoh ada sebuah kegiatan perkemahan “survival” secara bahasa artinya bertahan, ini tujuan utamanya adalah untuk melatih anak-anak untuk mandiri. Berjalan dua hari dua malam atau satu hari satu malam, makan seadanya di dalam tasnya, dan tidur di tengah-tengah perjalanan.

Dari cerita tersebut maka seharusnya setiap siswa bisa mempraktikkan nilai-nilai kemandirian itu di madrasah maupun di rumah. Melatih hidup mandiri supaya siswa itu tangguh, tidak mudah menyerah, dan tidak “kemenyek”. Banyak contoh-contohnya. Pertama, ketika siswa memilih kegiatan masih ada yang hanya ikut-ikut temannya, ini bukan bentuk kemandirian. Kedua, ketika siswa mengerjakan soal ulangan masih menyontek temannya, ini bukanlah jiwa kemandirian. Ketiga, ketika siswa piket untuk membuang sampah yang seharusnya dibawa oleh satu orang saja cukup tetapi masih mengajak temannya, ini bukanlah jiwa kemandirian. Keempat, ketika siswa pergi ke WC atau ke kantor selalu berdua ditemani temannya, ini bukanlah jiwa kemandirian. Kelima, ketika waktunya sholat berjama’ah masih ada siswa yang harus diarahkan untuk menata saf, ini bukanlah jiwa kemandirian. Dan masih ada contoh-contoh yang lainnya.

“Dalam perkembangannya nanti akan kelihatan siswa yang terbiasa hidup secara mandiri dan yang tidak. Mandiri berarti ojo dadi bocah kemenyek”, tambah Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso. (Syah)

  • 0
  • Baca: 11 kali

Hari Kedua Kemadrasahan, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. Jelaskan Pancajiwa “Kesederhanaan”

Troso, MAMHTROSO.com – Hari kedua diselenggarakannya “kemadrasahan” sebagai bentuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pagi ini, Ahad (21/7/2019). Dilaksanakan di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso.

Kali ini giliran Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Noor Ubaidillah, S.Pd.I. memberikan penjelasan tentang nilai-nilai dari jiwa “kesederhanaan”.

Sebelum menerangkan jiwa kesederhanaan beliau mengingatkan bahwa MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Arti dari pendidikan islam ini tentu siswa-siswinya harus bisa menunjukkan nilai-nilai sebagai seorang muslim yang sejati.

Dalam surat al Furqon : 67

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا

Artinya : “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir”.

Dari ayat tersebut beliau menerangkan bahwa kesederhanaan adalah mempergunakan apa yang dipunya tidak berlebih-lebihan, tetapi juga tidak medit. Kesederhaan ini meliputi semua aspek, mulai dari perilakunya, cara berfikirnya, cara bicaranya, gaya hidupnya, dll. seperti halnya dalam berpakaian.

“misal nganggo pakaian, yo orak sing uapik-apik men, yo orak sek welek terus kemproh”, ungkap Noor Ubaidillah, S.Pd.I.

Beliau menceritakan kisah Rasulullah ketika sudah berhasil mendakwahkan islam usai fathul makkah, akan tetapi beliau masih hidup sangat sederhana. Di dalam rumahnya hanya ada satu tempat tidur dari pelepah daun kurma, dan tempat minum yang biasanya. Maka kemudian sahabat Umar bin Khattab terharu dan bertanya kepada Rasulullah kenapa masih hidup sesederhana itu meskipun sudah berhasil menaklukkan kota Mekkah. Rasulullah menjawab bawa dirinya bukanlah raja tetapi utusan Allah.

Dari cerita tersebut jika dihubungkan dengan kehidupan siswa-siswi, maka untuk hidup sederhana cukup dikembalikan kepada niat. Seorang siswa niat ke sekolah untuk menuntui ilmu, maka harusnya hanya fokus pada tujuan itu. Dan melupakan hal-hal yang lain. Seperti contoh make-up wajah, memang dilarang di madrasah. Ini supaya terbiasa dengan pola hidup sederhana.  

Contoh yang lain, jajan ketika istirahat. “Jika jajan 2 bakwan dan satu bungkus minum sudah cukup, kenapa masih ada bakso, dan yang lainnya. Jika pergi ke sekolah diantar bapaknya pakai motor yamaha 75 sudah sampai di madrasah, kenapa harus minta dibelikan motor. Jika uang infaq seribu-seribu bisa diambilkan dari uang saku, kenapa harus minta dari orang tua”, tandasnya.

Jiwa kesederhanaan sudah tertulis dalam tata tertib madrasah. Dan tata tertib madrasah ini tentu sudah disesuaikan dengan hukum-hukum islam. Supaya siswa-siswi MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso menjadi seorang muslim-muslimah sejati. (Syah)

  • 0
  • Baca: 15 kali

Hari Pertama Kemadrasahan, Drs. H. Nur Kholis Syam’un Kupas Pancajiwa “Keikhlasan”

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan “kemadrasahan” sebagai bentuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pagi ini, Sabtu (20/7/2019).

Untuk hari pertama kemadrasahan langsung disampaikan oleh Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Beliau memberikan penjabaran salah satu pancajiwa sebagai nilai-nilai yang ada di madrasah, yaitu “Keikhlasan”.

Sebelumnya beliau mengajak berdoa bersama untuk madrasah supaya pembangunan selalu dilancarkan oleh Allah dan semoga madrasah semakin memberkahi umat. Kemudian untuk para orang tua dan guru, semoga selalu dimudahkan urusannya dan dilimpahkan rizkinya yang barokah.

Nilai “Keikhlasan” memang tidak lepas dari sebuah niat. Beliau mengingatkan bahwa niat yang benar ketika seorang siswa pergi sekolah adalah untuk mencari keridlaan dari Allah SWT. atau atas dasar lillahi ta’ala. Jika ada seorang siswa yang sekolah tujuannya supaya nanti mendapatkan perkerjaan yang diinginkannya, maka itu adalah sebuah kesia-siaan. Dan pasti akan merasakan kekecewaan.

Bentuk-bentuk kongkrit dari kata “keikhlasan” ini tentu seorang siswa harus tulus ikhlas ketika diajar atau dididik oleh gurunya. Siswa juga harus tulus dan ikhlas mengikuti agenda-agenda madrasah sebagai salah satu bentuk pendidikan. Karena dari keikhlasan itulah sebagai salah satu syarat utama untuk mendapatkan ilmu yang manfaat.

Seperti contoh gerakan infaq madrasah seribu-seribu, pembayaran SPP, make up ketika acara pentas, dll. Ketika siswa kurang ikhlas untuk berinfaq untuk madrasah walaupun hanya seribu-seribu, maka yang timbul nanti adalah fitnah. Ketika siswa tidak mau sederhana mengenakan make-up pada saat pentas, maka nanti yang muncul hanya fitnah. Maka syarat utama dalam pendidikan di Madrasah Aliyah maupun di Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso adalah nilai keikhlasan.

“wong sing ikhlas iku : padang pikire, jembar dadane, dowo umure, akeh ganjarane, suargo panggonane”, ungkap kepala madrasah.

Maksudnya adalah dengan jiwa keikhlasan yang berarti semuanya diniatkan karena Allah. Maka seseorang pasti akan merasakan tenang pikirannya, lapang dadanya, panjang umurnya, banyak pahalanya, dan surga tempatnya. Akan tetapi sebaliknya jika seseorang dalam melakukan segala sesuatu tidak diniatkan karena Allah, tetapi malah justru diniatkan untuk mendapatkan sesuatu (materi, jabatan, meninggikan namanya) maka itu hanyalah kesia-siaan.

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Artinya : “Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka dia adalah orang yang tertolak”. Itu berarti segala perbuatan dan segala amalan kalau tidak diniatkan karena Allah maka perbuatan tersebut ditolak oleh Allah atau dengan kata lain perbuatan itu sia-sia. (Syah)

  • 0
  • Baca: 21 kali

Mengawali Tahun Pelajaran Baru 2019-2020, MTs. dan MA MH Troso Selenggarakan Sholat Dhuha, Sujud Syukur, Istighasah, Tahlil, dan Jalan Sehat

Troso, MAMHTROSO.com – Memulai awal tahun pelajaran baru 2019-2020 MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso menyelenggarakan sholat dhuha berjama’ah, sujud syukur, selamatan bancaan, dan jalan sehat kemarin, Selasa (16/7/2019). Acara ini digelar setiap awal tahun pelajaran sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. supaya diberikan kemajuan dan keberkahan madrasah.

Lihat galeri kegiatannya - klik tautan berikut.

Acara sujud syukur ini diikuti oleh setidaknya 1.200-an orang siswa dan guru di halaman Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso. Selain itu, tampak hadir pula sejumlah sesepuh dan pengurus YPI Matholi’ul Huda Troso.

Rangkaian acara sujud syukur sendiri dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh jamaah terlihat memadati halaman madrasah. Beberapa jamaah juga tampak membuat saf di teras-teras kelas. Seluruh jamaah laki-laki tampak berpakaian rapi dan bersarung, sementara jamaah perempuan yang berbaris di saf belakang terlihat memakai mukena.

Kegiatan ini seperti biasa diawali dengan sholat Dhuha berjamaah sebanyak 4 rakaat. Bertidak sebagai imam sholat adalah Waka. Humas MA Matholi’ul Huda Troso, H. Mustofa Kamal. Seusai sholat, acara dilanjutkan dengan sujud syukur berjamaah dengan imam yang sama. Sebelum dua acara dimulai, beliau sempat menjelaskan tata cara pelaksanaan sholat Dhuha dan sujud syukur yang benar.

Seusai sujud syukur, acara dilanjutkan dengan panyampaian sambutan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso oleh Mbah Moh. Syakur. Beliau menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT. dan juga mendoakan agar seluruh siswa yang belajar di naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso menjadi anak-anak yang berbakti pada orang tua, taat pada agama, berguna untuk bangsa dan negara.

Istighasah dipimpin oleh Ustadz Ismail, S.Pd.I. kemudian dilanjutkan tahlil dipimpin oleh Drs. H. Sobari, terakhir barokah doa dipimpin oleh KH. Ali Ahsan. Tradisi selamatan bancaan kepungan juga turut dilaksanakan di halaman Madrasah Tsanawiyah. Siswa-siswi pada hari sebelumnya berembuk untuk mempersiapkan nasi dan lauknya. Ada yang membawa nasi, ada yang membawa kering tempe, ada yang membawa air minumnya, dll. Tradisi bancaan kepungan ini dibuat dengan sederhana tetapi nampak banyak sekali manfaatnya. Makan di satu wadah dengan bersama-sama ini nampak sekali kebersamaan siswa, saling menghargai, dan tentu saja perut yang kenyang. 

Rangkaian acara terakhir adalah jalan sehat mengelilingi lingkungan madrasah, diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Dengan rute dari madrasah menuju ke jalan raya, ke arah timur sampai di tenun lestari indah, belok ke utara arah dukuh kedawung sampai di gang selatan SD 05 (Inpres) Troso, dan kembali lagi ke madrasah. Jalan sehat ini bertujuan untuk merefresh kembali otak siswa setelah libur panjang, juga untuk mendoakan agar lingkungan madrasah yang lebih kondusif dan aman untuk proses belajar mengajar kedepannya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 33 kali

Troso Festival 2019 - Alumni MA Matholi’ul Huda Troso, "Legendary Generation" Tampilkan 8 Jenis Tari

Troso, MAMHTROSO.com – Desa Troso Pecangaan Jepara menyelanggarakan Troso Festival Tahun 2019 di awal bulan juli ini. Acara tahunan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu mulai Jum’at (12/7/2019) sampai hari Ahad (14/7/2019). Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tenun Ikat Troso bekerjasama dengan pemerintah Desa Troso menyelenggarakan kegiatan ini sebagai ajang promosi produk lokal yang sudah terkenal di nusantara yaitu kain tenun ikat Troso.

Lihat galerinya klik di sini.

Berbagai macam kegiatan telah diagendakan di Troso Festival Tahun 2019, baik sifatnya yang lomba maupun nonlomba. Di Hari Jum’atnya mulai pagi jam 6 ada Senam dan Jalan sehat, Barikan dan Pengajian Umum (KH. M. Nasikin), Persiapan dan Gladi Pemecahan Rekor Muri. Sabtunya dimulai dengan kirab tenun, pemecahan rekor muri 1.500 penenun, donor darah, dan penampilan polisi cilik MI MH 01 Troso, lomba hias nasi tumpeng, lomba mewarnai tingkat PAUD/TK, Pentas Musik, Fashion Show tingkat PAUD, SD, SLTP, kemudian Pentas Seni Budaya. Dan di hari ke-3 mulai parade musik band, parade musik tradisional (tong-tek), Fashion Show (UMUM), Pemilihan Duta Wisata Desa Troso (Mas dan Mbak Tenun).

Dari serangkain acara tersebut MA Matholi’ul Huda Troso berpartisipasi di banyak acara. Mulai dari kirab tenun dengan mengirimkan Marching Band Bahana Swara. Dalam Pentas Seni Budaya MA Matholi’ul Huda Troso mendelegasikan para alumni yang baru saja lulus untuk menampilkan beberapa tarian eks pangung gembira tahun 2019 MA Matholi’ul Huda Troso. Ada sebanyak 8 tarian yang ditampilkan yaitu modern dance, tari jawa, tari madura, tari melayu, tari renjang sari, tari india, tari bambangan cakil, dan tari sunda rampak jaipong kalang sunda tidas. 8 kelompok tari ini adalah tarian yang pernah ditampilkan pada acara panggung gembira kelas 12 pada bulan kemarin.

Selain mengisi acara di Pentas Seni, banyak juga siswa maupun alumni yang terlibat dalam acara Troso Festival ini. Salah satunya sebagai juara Mas dan Mbak Tenun sebagai duta wisata Troso adalah Afrizal Malna Isre sebagai juara pertama dan Tsalsa Dyna Shofwatin sebagai juara kedua. (Syah)

  • 0
  • Baca: 86 kali

PPDB Tahun 2019 MA Matholi’ul Huda Troso, 201 Pendaftar Terima Surat Pengumuman Penerimaan

Troso, MAMHTROSO.com - Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) MA Matholi’ul Huda Troso Tahun 2019 mengumumkan siswa Kelas X yang berhasil lolos pada seleksi pendaftaran, Sabtu kemarin (13/7/2019). Pengumuman tersebut berisi informasi status diterima atau tidaknya sebagai siswa baru di MA MH Troso.

Pendaftaran yang dibuka sejak tanggal 2 Juli 2019 lalu berhasil menjaring calon siswa sebanyak 201 pendaftar. Mereka adalah lulusan dari MTs. dan SMP di Kabupaten Jepara. Agenda pengumuman ini digelar menyusul ditutupnya proses pendaftaran peserta didik baru pada Kamis (11/7/2019) kemarin.

Acara pengumuman dilaksanakan di Halaman Madrasah pada pukul 08.30 WIB. Disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah calon peserta didik kelas X tahun pelajaran 2018-2019 akan mendapatkan surat pengumuman hasil penerimaan peserta didik baru. Siswa yang diterima di MA Matholi’ul Huda Troso selanjutnya pada hari Senin akan melakukan daftar ulang dengan membayar Rp 300.000,-.

Uang daftar ulang sebesar Rp 300.000,- akan digunakan untuk membayar SPP selama beberapa bulan, biaya lembar kerja siswa (LKS), dll. Meskipun pihak madrasah memberikan syarat siswa untuk membayar daftar ulang, namun jika ada siswa yang belum mampu membayarnya bisa dikomunikasikan dengan madrasah syaratnya harus jujur.

Pada hari Senin (15/7/2019) siswa baru Kelas X akan melakukan daftar ulang dilanjutkan dengan pembagian kelas. Sementara untuk Kelas XI dan XII diagendakan untuk pembagian kelas, buku dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Dan pada hari Selasa (16/7/2019) akan digelar agenda tahunan pada awal tahun pelajaran yaitu Sholat Dzuha, Sujud Syukur Bersama, ditambah dengan bancaan. (Syah)

  • 0
  • Baca: 37 kali

Berikan Pembekalan dan Persiapkan Mental, 85 Anggota Ikuti Gladi Tangguh Dewan Ambalan Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Gugus Depan 09.115 – 09.116 Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso selenggarakan Gladi Tangguh untuk Dewan Ambalan Setia Budi dan Fatmawati Masa Bhakti 2019-2020, mulai Sabtu (6/7/2019) selama 2 hari hingga Ahad (7/7/2019) kemarin.

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Acara ini dilaksanakan di Kampus MA Matholi’ul Huda Troso mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Diikuti oleh seluruh pengurus Dewan Ambalan baik putra maupun putri yaitu sebanyak 85 orang anggota. Yang kesemuanya adalah siswa-siswi kelas XII yang terpilih menjadi Dewan Ambalan Setia Budi dan Fatmawati.

Kegiatan Gladi Tangguh Dewan Ambalan ini memang setiap awal tahun selalu diadakan untuk mempersiapkan mental, menambah keterampilan dan wawasan para Dewan Ambalan tentang materi pramuka dan managemen kelompok. Karena di MA Matholi’ul Huda Troso kegiatan pramuka dijadikan kegiatan intrakurikuler setiap hari Selasa siang dan Dewan Ambalan bertanggung jawab untuk menjadi fasilitator dengan didampingi oleh guru di masing-masing kelompok. 

Selama 2 hari para anggota Dewan Ambalan digembleng dengan banyak materi untuk bekal dalam melaksanakan kewajibannya selama satu tahun ke depan. Beberapa sesi materi dilaksanakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta. Diantaranya adalah Kesamaptaan, motivasi kepramukaan, materi dan praktik baris-berbaris sesi upacara pengibaran bendera, administrasi ambalan, managemen kegiatan, penyusunan silabus dan rencana proses kegiatan pramuka, dilanjutkan sesi screening untuk mengetahui kedalaman pengetahuan dan teknik pramuka para peserta gladi tangguh.

Selain kegiatan Gladi Tangguh yang rutin dilaksanakan tiap tahun pada awal masa bhakti para Dewan Ambalan, Gugus Depan juga selalu mengadakan pertemuan rutin tiap Hari Senin usai sekolah mempersiapkan materi dan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler pramuka pada esok harinya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 55 kali

Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII “Legendary Generation” Tahun 2019 Bagikan 14 Jenis Berkas Kelulusan

Troso, MAMHTROSO.com - Perpisahan dan pelepasan siswa kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso “Legendary Generation” Tahun 2019 diselenggarakan pagi tadi, Rabu (26/6/2019). Acara ini adalah acara terakhir sebelum siswa-siswi akhir Kelas XII meninggalkan kampus MA Matholi’ul Huda secara resmi.

Lihat galeri fotonya - klik disini

Acara terakhir untuk kelas XII ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dan dilaksanakan di Hall Muslimat NU Troso selatan. Setidaknya diikuti sebanyak 500 orang lebih, yang terdiri dari 204 siswa kelas XII beserta wali muridnya masing-masing, seluruh dewan guru dan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Dengan memakai pakain dominan warna putih, para wali kelas disambut dengan tampilan rebana Kelas XII ketika memasuki ruangan.

Afrizal Malna Isre dan Tsalsa Dyna Shofwatin sebagai pembawa acara dengan baik melaksanakan tanggung jawabnya. Mulai dari dibuka dengan bacaan surat Al Fatihah, pembacaan Al Qur’an oleh Bpk. Mustofa wali murid dari siswa yang bernama Ita Nurul Laili. Dilanjutkan dengan bacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh K. Nasikhin wali murid dari Jazilatus Sa’adah. Sementara untuk sambutan-sambutan secara berurutan yang pertama oleh perwakilan siswa Kelas XII oleh Safinatun Nikmah, kemudian perwakilan dari wali murid oleh Bapak Talkhis wali dari siswa yang bernama Khotimatus Sa’adatun Nikmah. Dan Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un juga memberikan sambutan dan wejangan terakhir untuk siswa dan para wali murid. Terakhir sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso, H. Sunarto. Dan barokah dipimpin oleh KH. Ali Ahsan.

Safina dalam sambutannya menyampaikan dengan haru ucapan terima kasih kepada para orang tua, juga memohon maaf kepada para guru. Dia mengaku selama di madrasah selalu dididik untuk menjadi anak yang berakhlak. Dengan banyaknya agenda dari madrasah ternyata bisa menumbuhkan sikap saling peduli antar sesama. Kehidupan di madarasah akan menjadi kerinduan baginya dan teman-temannya untuk kehidupan yang nyata di masyarakat.

Sementara senada dengan sambutan pertama, perwakilan dari wali murid Bpk. Talkhis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru yang telah mendidik anak-anaknya. Beliau juga mohon maaf jika ada kesalahan dari anak-anaknya selama di madrasah. Menurutnya di MA MH Troso sudah berupaya sangat banyak untuk mendidik anak-anaknya, karena orang tua sendiri tidak mungkin bisa mendidik seperti itu. Salah satu contohnya, mengadakan sholat dhuha berjama’ah setiap paginya, supaya rezeki lancar. Dan berkah anak-anak bisa menjadikan madrasah semegah ini. Beliau kemudian menutup sambutannya dengan sholawat dan bacaan al fatihah agar dilimpahkan keberkahan untuk madrasah.

Sambutan dari Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Pertama, terkait dengan kemadrasahan. Bahwa meskipun ini adalah madrasah swasta, tetapi insyallah tidak akan kalah dengan sekolah negeri. Karena sesuai madzhab madrasah adalah madzhab pergerakan dan kegiatan. Sekian banyak agenda tujuannya adalah untuk membawa dampak positif dan membentuk mental siswa. Anak tidak boleh hanya pintar secara akademis, tetapi peran dalam masyarakatlah yang sangat penting. Yang muara dari semuanya adalah anfauhum lin nas. Siswa-siswi terus kami doakan supaya kaya, tidak hanya kaya materi, tetapi kaya shodaqohnya, kaya infaqnya, kaya pengorbanannya, kaya perjuangannya.

Kedua, acara perpisahan di MA MH Troso memang berbeda jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain. Ada panggung gembira untuk perpisahan kepada adik-adik kelas dan para guru. Dan pada acara perpisahan dan pelepasan ini adalah pamitan akhir dengan para orang tua wali. Panggung gembira merupakan ajang kesenian lintas budaya. Jika siswa madrasah bisa tahlil itu memang harus. Tetapi siswa madrasah di sini juga bisa menari, bisa menyanyi, bisa komputer, dll. Tidak kalah dengan siswa-siswi yang sekolah di umum.

Ketiga, Kepala Madrasah juga berpesan kepada bapak/ibu wali murid agar tetap menjaga anak-anaknya. Supaya tetap menjaga etika dan akhlak yang baik sebagaimana siswa madrasah yang islami. “Saya berpesan untuk bapak ibu, terutama untuk perempuan, begitunpun yang putra. Haram, jika ada anak yang mau menikah, kemudian foto prewedding dengan foto-foto yang tidak pantas, tempel pipi, rangkul-rangkulan, padahal belum sah menjadi suami istri. Bagi saya najis ada siswa madrasah yang seperti itu”, tegasnya. Maka sangat penting untuk saling mengingatkan antar orang tua kepada anak, anak kepada pasangannya.

Terakhir, beliau meminta maaf kepada para wali murid jika ada kesalahan selama mendidik anak-anaknya. Tidak ada guru membenci siswanya, jika ada hukuman, jeweran itupun sangat terpaksa dan merupakan salah satu bentuk cintanya guru kepada siswa. Agar siswanya menjadi manusia yang lebih baik. Dan jika ada hal-hal yang kurang pas di madrasah segeralah ditanyakan kepada madrasah, tidak malah kemudian membenci dan memfitnah madrasah.

Sambutan terakhir dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Hua Troso, H. Sunarto dalam sambutannya menyampaikan pesannya kepada seluruh siswa agar setelah meninggalkan  madrasah tetaplah menjadi orang-orang yang jujur apapun profesinya nanti. “Jangan kecewakan orang tuamu, jangan kecewakan masyarakat, karena sikap baik kalian akan membesarkan madrasahmu”, ungkap beliau.

Setelah sambutan dan doa yang dipimpin oleh KH. Ali Ahsan, kemudian pembagian berkas atau map kelulusan kepada seluruh siswa. Ada sebanyak 14 jenis yaitu Ijazah Asli, Legalisir Ijazah, Surat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN), Raport, lulus belajar keterampilan komputer, tata busana, tata boga, bahasa Inggris, bahasa Arab, syahadah kelas kajian kitab kuning bagi yang mengikuti, CD foto satu kelas, ditambah piagam osis dan pramuka bagi para pengurus.

Terakhir, setelah pembagian syahadah seluruh siswa bermushafahah atau bersalam-salaman dengan seluruh jajaran yayasan dan dewan guru. Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan foto-foto bersama. (Syah)

  • 0
  • Baca: 87 kali
Berlangganan RSS feed