Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Risiko dan Tantangan Akan Selalu ada

MAMHTROSO.COM -- Banyak orang yang merasakan kesulitan dalam mewujudkan impiannya, kemudian mencoba mengalihkan impiannya pada yang lain alias menyerah sebelum mencapai tujuan. Bahkan, ada pula yang benar-benar menyerah dan pasrah, tanpa berbuat apa-apa. Ujungnya—yang memilih ini—biasanya hanya akan jadi penggerutu, dan sering kali “menularkan” keluhannya pada orang di sekitar.

Padahal sejatinya, saat datang ujian, di sanalah kita sedang disuntik “vaksin” bernama virus kekuatan diri. Saat kesulitan menghadang, kita sebenarnya sedang digembleng untuk jadi manusia perkasa yang tahan banting untuk bisa mengatasi berbagai persoalan. Itulah mengapa, ada sebutan kawah candradimuka—di mana kawah merupakan “sumber panas”. Inilah tempat mereka yang berhasil “keluar” dari ujian, dan akan menjadi insan yang luar biasa dengan segala pencapaiannya.

Dalam sebuah pepatah bijak, ada kalimat jika tak dibajak, tanah tak akan bisa ditanami. Dalam pengertian sederhana, kita tahu bahwa tanah dibajak adalah proses yang dibutuhkan untuk membuat tanah menjadi gembur. Sehabis dipanen, biasanya tanah perlu “diremajakan” dengan membolak-balik tanah. Dalam proses ini, tanah seolah “disiksa”, karena terus dicangkul, diputar, diinjak, hingga dirasa sudah mencapai tingkat kesuburannya lagi, barulah bisa kembali ditanami.

Sebagai ilustrasi pengertian tersebut, mari kita petik hikmah yang terkandung dalam kisah berikut ini.

Alkisah, di sebuah lahan pertanian yang tanahnya siap ditanami, terdapat dua benih tanaman yang kebetulan bersebelahan. Benih pertama berkata, “Aku ingin tumbuh! Aku ingin akar-akarku menerobos ke dalam tanah di bawahku, dan mendorong tunasku menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin mengembangkan pucukku yang lembut seperti daun bunga untuk mengumumkan kedatangan musim berbunga. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari di wajahku dan berkah embun pagi di kelopakku!”

Jadilah benih itu bertumbuh.

Benih kedua berkata, “Kalau akar-akarku menerobos ke dalam tanah, aku tidak tahu apayang akan aku temui di kegelapan itu. Kalau aku memaksa menembus lapisan tanah yang keras di atasku, aku mungkin akan merusak tunasku yang lembut. Bagaimana kalau aku membiarkan tunasku terbuka dan seekor siput mencoba memakannya? Dan bagaimana saat aku nanti membuka bungaku, seorang bocah mencabutnya dari tanah? Tidak ah, lebih baik kalau aku menunggu hingga keadaannya baik.”

Jadilah benih kedua ini menunggu saat yang tepat.

Tak jauh dari tempat ditanamnya benih itu, tampak seekor ayam betina sedang mengorek-ngorek tanah untuk mencari makanan. Dan akhirnya si ayam itu menemukan benih kedua yang tadi tengah menunggu waktu yang tepat. Lalu, si ayam itu langsung memakannya.

Pembaca yang luar biasa,

Dalam kisah tersebut, kita mendapati benih pertama berani memutuskan untuk bertumbuh, meski banyak risiko sedang menantinya. Sementara, yang kedua hanya berpikir untuk selalu menunggu saat yang tepat, yakni saat di mana ia berharap bisa bertumbuh jauh dari marabahaya. Padahal, keduanya sebenarnya menghadapi bahaya yang sama, sebagaimana juga keduanya menghadapi kesempatan untuk bertumbuh yang sama pula.

Kita memang tak bisa menebak apa yang akan terjadi di kemudian hari. Namun, kalau kita selalu tumbuh dengan kekhawatiran diri, maka kita hanya akan terkungkung pada persoalan yang tak akan membuat kita berkembang.

Dan, harus disadari pula bahwa risiko itu akan selalu ada. Baik kecil atau besar, sulit atau mudah, semua pasti akan berhadapan dengan beragam ujian dan tantangan. Sehingga, dengan kesadaran ini, kita akan mampu membuka cakrawala berpikir, bahwa sejatinya tak akan ada kesuksesan yang tanpa dibarengi dengan berbagai kegagalan.

Sekali lagi, sadari, bahwa semua makhluk diciptakan sering kali justru dengan “beban” agar ia menjadi kuat. Tak jarang orang diciptakan dengan berbagai kesulitan justru agar ia belajar banyak hal dengan mudah. Bahkan, kalau kita telusuri sejarah diri, pasti kita mendapati ada banyak tantangan di masa lalu yang kini berbuah menjadi hikmah hidup yang mencerahkan.

Mari, sadari diri agar mau “membajak tanah” dalam diri kita. Pastikan agar kita mau keras terhadap diri sendiri, sehingga dunia menjadi lunak terhadap kita.

Terus berusaha, terus berkarya, nikmati proses perjuangannya, maka sukses luar biasa, menanti kita!

https://andriewongso.com/risiko-dan-tantangan-akan-selalu-ada/

 

Diculik Oleh Malaikat

MAMHTROSO.COM -- Saya menyaksikan sangat banyak orang, yang terseret, terserimpung dan terkurung di sel-sel jahl, di kubangan-kubangan kufur atau di liang-liang dhulm — diculik oleh para Malaikat atas perintah cinta Allah, kemudian dibawa kembali dan dikumpulkan di kamar-kamar dzikrullah.

Mereka dijajah oleh sistem aba wastakbara, oleh rezim dholuman jahula, oleh baling-baling peradaban tabbat yadahum — tetapi masih tersisa cinta Allah sehingga menyelamatkan mereka dengan mempekerjakan para pejabat langit-Nya.

Mereka itu bisa individu manusia, bisa keluarga-keluarga, komunitas, kaum, segmen, suku, bangsa, para pembelajar di Sekolah dan Universitas, atau satuan-satuan aktivitas sosial lainnya.

Bahkan tiap hari aku saling berkerumun dengan hamba-hamba yang bukan hanya diselamatkan, tapi juga dicahayai dan didomisilikan di wilayah yang sangat dekat dengan hati-Nya dan siang malam diayun-ayun oleh kasih sayang-Nya..

https://www.caknun.com/2019/diculik-oleh-malaikat/

 

Bikin Geleng Kepala, Negara Ini Punya 'Pabrik' Esai untuk Mahasiswa

MAMHTROSO.COM -- Pasti kamu sudah tidak asing dengan esai. Biasanya esai banyak ditemui di bangku perkuliahan walaupun tidak menuntup kemungkinan di bangku SMA pun sudah ada yang namanya membuat esai. Menulis esai umum ditugaskan kepada para mahasiswa. 

Sebagai mahasiswa kamu akan lebih sering ditantang untuk menungangkan pikiran dan pendapat tentang suatu masalah. Tapi banyak juga mahasiswa yang memilih untuk tidak mengerjakan esai karena dianggap ribet dan kekurangan ide. Biasanya untuk memnuhi tugas ini para mahasiswa meminta atau membayar seseorang untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Dari kebiasaan buruk mahasiswa ini lah yang dimanfaatkan orang untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Tak tanggung-tanggung di suatu negara bahkan terdapat 'pabrik' esai untuk mengerjakan tugas kuliah.

Bahkan pabrik yang berada di Kenya, Afrika Timur ini juga menerima pesanan esai dari mahasiswa berbagai negara, seperti Liputan6.com lansir dari Independent, Jumat (13/9/2019).

Pabrik Esai di Kenya

Para staf di pabrik esai di Kenya ini bekerja selama 12 jam sehari untuk mengerjakan esai yang seharusnya diselesaikan para mahasiswa yang malas. Bahkan pabrik esai ini juga menangani permintaan ratusan ribu pelajar universitas dari Inggris dan Amerika.

Namun sayang, dilaporkan bahwa orang-orang pintar di balik pabrik esai tersebut hanya mendapat kurang dari $1 atau kurang dari Rp 14 ribuan per jam sementara para bos lah mendapat banyak keuntungan.

Bisnis ilegal tersebut pun dikabarkan memiliki keuntungan hingga £100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliunan. Hal ini pun telah mendapat perhatian dari para politisi di Kenya yang menyebutkan perusahaan tersebut adalah 'kanker' yang akan pelan-pelan merusak universitas. Belum dijelaskan bagaimana para mahasiswa memesan jasa pembuat esai di pabrik yang terletak di Nairobi ini.

Diketahui esai yang sudah jadi akan dikirimkan melalui email kepada mahasiswa yang membutuhkan dengan tepat waktu dan dijamin bebas plagiarisme. Walaupun dinilai iligel namun bisnis dari pabrik esai ini tidak dilakukan sembunyi-sembunyi.

Diketahui jika poster lowongan kerja untuk penulis esai bisa dengan mudah ditemukan di jalan. Bahkan banyak mahasiswa mengerjakan esai pelajar universitas lain sebagai pekerjaan sampingan.

https://hot.liputan6.com/read/4062113/bikin-geleng-kepala-negara-ini-punya-pabrik-esai-untuk-mahasiswa

 

  • Diterbitkan di Unik
  • 0

Gelombang dan Kegelapan dalam Lautan

MAMHTROSO.COM -- Ilmu pengetahuan terus berkembang dari waktu ke waktu. Ilmu pengetahuan modern memercayai, kedalaman 200 meter di bawah laut tidak bisa ditembus oleh cahaya. Daerah ini disebut sebagai daerah afotik. Sedangkan, di bawah 1.000 meter sudah tidak dapat cahaya sama sekali. Selain gelap, ternyata di bawah laut juga terdapat gelom bang. Jadi, gelombang laut tidak hanya terdapat di permuka an nya, tapi juga di dalamnya. Fakta adanya kegelapan dan gelombang yang ada di laut dalam dikemukakaan para peneliti pada 1900 M.

Kegelapan dan terjadinya gelombang di dalam laut ini ternyata juga diungkapkan di dalam surah an-Nuur ayat 40. Allah berfirman: atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak pula, di atasnya lagi awan; gelap gulita yang bertindih-tindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia tanpa melihatnya, dan barang siapa yang tiada diberi cahaya oleh Allah tiadalah dia memliliki cahaya sedikitpun.

Prof Durgo Rao, seorang ahli geologi kelautan yang juga seorang profesor di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi, mengatakan, para ilmuwan sepakat dengan hal tersebut. Un tuk meneliti kegelapan di kedalaman lautan manusia me mer lu kan bantuan alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 me ter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu. Pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hi dup.

Menurut Prof Durgo Rao, ayat 40 surat an-Nuur di atas ti dak merujuk pada semua lautan karena tidak semua lautan da pat dideskripsikan memiliki akumulasi kegelapan yang ber lapis antara lapisan satu dengan lapisan lainnya. Ayat tersebut meru juk terutama pada laut atau samudra yang dalam, seperti yang dikatakan dalam ayat tersebut, "gelap gulita di lautan yang dalam".

Ada dua penyebab yang menjadikan kegelapan berlapis di laut dalam. Pertama, sinar cahaya yang terdiri atas tujuh war na seper ti pada pelangi, yaitu ungu, nila, biru, hijau, kuning, orange, dan merah, akan mengalami pembiasan ketika mena brak air. Warna merah akan diserap air pada kedalaman 10-15 m. Pada keda lam an 30-50 m warna orange akan diserap.

Selanjutnya, pada keda laman 50-100 m warna yang diserap, yaitu kuning. Warna hijau akan diserap pada kedalaman 100-200 m. Sedangkan, warna ungu dan nila akan diserap pada kedalaman lebih dari 200 m. War na akan hilang secara berangsur-angsur pada masing-ma sing lapis an kedalaman. Semakin dalam lautan akan semakin ge lap, dan kegelapan total akan ditemukan pada kedalaman lebih dari1.000 m.

Kedua, timbulnya lapisan kegelapan di bawah awan. Hal ini di sebabkan karena sinar matahari diserap oleh awan. Lapisan gelap ini merupakan lapisan pertama dari kegelapan. Sinar akan dipantulkan oleh gelombang ketika akan mencapai per mu kaan laut sehingga memunculkan efek mengilap. Gelom bang inilah yang menyebabkan kegelapan karena meman tulkan cahaya.

Ada dua bagian yang menyebabkan cahaya tidak dapat menembus kedalaman laut. Bagian pertama, yaitu bagian per mu kaan. Bagian ini ditandai dengan cahaya serta suhu yang hangat. Bagian kedua, yaitu bagian dalam laut yang ditandai dengan ke ge lap an. Bagian dalam laut dana luar laut dipisahkan oleh ge lom bang.

Terjadinya kegelapan karena adanya gelombang ini dite rangkan dalam surah an-Nur ayat 40, "... gelap gulita di lautan dalam yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ombak pula..." Dengan kata lain, ada beberapa jenis gelombang yang dimaksud ayat tersebut. Sebagai contoh, gelombang yang ada di permukaan laut.

Ayat tersebut kemuadian diteruskan, ...di atasnya lagi awan; gelap gulita yang bertindih-tindih... Prof Durgo Rao menyimpulkan, manusia normal tidak akan mampu menjelaskan fenomena ini dengan sangat detail pada 1.400 tahun lalu. 

https://khazanah.republika.co.id/berita/pxhzrs313/gelombang-dan-kegelapan-dalam-lautan

 

 

  • Diterbitkan di Wawasan
  • 0
Berlangganan RSS feed