Masuk

Kisah Astronaut Pertama dalam Sejarah yang Makan di Angkasa Luar

MAMHTROSO.COM -- Sepanjang sejarah, para penjelajah telah banyak berkutat mengenai cara-cara untuk mengawetkan makanan agar mampu bertahan dalam perjalanan panjang nan jauh.

Dan, pada masa penjelajah klasik ternama, seperti Ferdinand Magellan, Vasco De Gama, dan Christopher Colombus, teknik pengawetan makanan menggunakan dengan cara diasinkan dan dikeringkan menjadi solusi utama.

Solusi itu dinilai efektif, namun tak dapat digunakan untuk memecah masalah pengawetan makanan untuk perjalanan dengan jarak yang super jauh, semisal, eksplorasi ke angkasa luar.

Dulu, dalam konteks pengembangan eksplorasi angkasa luar, proses mengawetkan makanan sempat menjadi isu krusial, sekaligus tantangan pelik yang mesti dihadapi oleh para ilmuwan,antariksawan dan astronaut.

Tak sekedar bernutrisi, makanan para astronaut juga harus memenuhi ketentuan lain yang juga tak kalah penting, seperti ringan, padat, dan -- yang paling utama -- adalah mampu bertahan selama berhari-hari tanpa menggunakan metode pengawetan konvensional, seperti diasinkan atau didinginkan.

Maka, pada 1950-an, ketika perkembangan eksplorasi antariksa sedang dalam tahap langkah pertamanya, para ilmuwan tak hanya sibuk membuat roket dan pesawat ulang-alik semata, tapi juga makanan khusus angkasa luar.

Dan, astronaut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) John Glenn adalah orang pertama yang memakan makanan khusus tersebut di angkasa luar. Demikian seperti dikutip dari The Vintage News, Rabu (12/6/2019).

Menurut majalah ternama Amerika Serikat Time, ketika pesawat ulang-alik yang ditumpangi John Glenn mengorbit tepat di luar atmosfer Bumi, di atas Nigeria, Afrika, astronaut itu dilaporkan mengonsumsi makanan yang menjadi cikal bakal pangan eksplorasi antariksa modern.

Saat itu, Glenn memakan dua makanan berbentuk bubur pasta yang disimpan dalam tabung alumunium (seperti pasta gigi) dengan komposisi yang beragam. Satu tabung pasta terbuat dari daging sapi, dan yang satu lagi terbuat dari sayuran dan saus apel.

Bubur pasta itu dibuat dari ransum Tentara AS pada masa Perang Dunia II dan Perang Korea, diubah menjadi cairan pasta, dimasukkan ke dalam tabung, dan disedot menggunakan sedotan atau diperas langsung ke dalam mulut.

Glenn tak sekedar memuaskan rasa laparnya kala mengonsumsi makanan berbentuk pasta itu. Tapi juga sebuah 'misi' uji coba NASA yang krusial, yakni, mengetes proses konsumsi dan penyerapan nutrisi para astronaut dalam keadaan nol gravitasi.

Kabar baiknya, Glenn melaporkan bahwa selama mengonsumsi makanan tersebut, pencernaannya tak bermasalah. NASA menyimpulkan, bahwa astronaut tetap bisa makan, menelan dan mencerna makanan di lingkungan tanpa gravitasi.

Tapi kabar buruknya, makanan berbentuk bubur pasta itu, tak hanya tidak sedap dari segi estetika, namun juga, soal rasa -- yang baru mengalami peningkatan kualitas pada beberapa tahun kemudian.

Di angkasa luar, astronaut menggunakan sedikit energi daripada yang dibutuhkan di Bumi. Selama misi luar angkasa, para astronaut diberi porsi 2.500 kalori per hari, kurang dari asupan kalori biasa sebanyak 3.000 kalori. Hampir 99 persen kelembaban dikeluarkan untuk mengurangi berat badan dengan kandungan rata-rata 51 persen karbohidrat, 32 persen lemak, dan protein 17 persen.

https://www.liputan6.com/global/read/3988270/kisah-astronaut-pertama-dalam-sejarah-yang-makan-di-angkasa-luar

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.