Masuk

Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari (Hikmah)

Idul Adha merupakan suatu hari yang di dalamnya mengandung nilai-nilai pengorbanan yang begitu hebat dan keistimewaannya sangatlah tinggi. Jika berbicara masalah Idul Adha tentunya kita tidak akan lepas dari tiga tokoh Islam yang menjadi kekasih Allah Swt. Yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar. Ketiga tokoh tersebut rela mengorbankan dirinya dan anaknya demi menjalankan perintah Allah Swt. yang lebih mereka cintai. Oleh karena pengorbanannya itu, lahirlah perintah untuk menyembelih hewan Qurban.


Hikmah dan Makna Idul Adha, antara lain:
1. Menyadari pentingnya ketaatan terhadap Allah. Dalam hal ini Allah telah berfirman dalam surah Al-Baqarah(2):165
2. Menjaga fitrahnya tetap suci. Firman Allah “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan.”
3. Memotivasi diri untuk memiliki harta dengan kerja keras. Nabi Muhammad saw bersabda “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang,lalu dia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (H.R. Ahmad & Ibn Majah).
4. Berjiwa sosial untuk berbagi dengan sesama. Sebelum ibadah qurban dilaksanakan, dianjurkan untuk berpuasa. Hal ini membuktikan bahwa didalam hidup ini diharuskan untuk bertoleransi dan berbagi antar sesama, serta mengingatkan akan pentingnya bersedekah akan harta yang dimiliki.


Disyari’atkannya Idul Adha merupakan refleksi nilai hidayah yang diperoleh orang-orang yang beriman. Dengan hidayah manusia mampu sebagai umat yang siap menghadapi, berjuang, maupun meningkatkan taraf hidup di berbagai bidang. Tanpa hidayah manusia tidak akan mampu mengenal hakikat dirinya sebagai makhluk yang lebih sempurna dari makhluk lainnya. Lalu hidayah itu akan terbentuk dengan kemuliaan dan martabat jika durefleksikan dengan nilai-nilai ketakwaan.

 oleh: Hidayatul Robiah - XI IPS-1

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.