Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Kisah Sukses Pabrik Sepeda di Portugal, Banjir Pesanan di Tengah Pandemi COVID-19

MAMHTROSO.COM -- Saat awal pandemi Virus Corona COVID-19 pada Maret 2020, pabrik pembuat sepeda di Portugal khawatir akan masa depan mereka karena pabrik yang harus tutup selama dua bulan.

Namun, tampaknya tahun 2020 bakal menjadi tahun yang luar biasa, karena orang-orang memilih cara yang lebih sehat untuk bepergian dan menghindari transportasi umum.

Dilansir US News, Selasa (6/10/2020), untuk membantu mengekang penyebaran COVID-19 di Portugal, yang merupakan negara produsen sepeda terbesar di Eropa, negara tersebut harus menutup hampir 40 pabriknya dan membuat 8.000 pekerja mereka cuti.

Tetapi, sekarang negara tersebut sedang berjuang untuk memenuhi permintaan global yang meningkat pesat.

Bruno Salgado, anggota dewan eksekutif RTE Bikes, yang merupakan pabrik sepeda terbesar di Eropa, di kota Gaia, Portugal Utara, mengatakan bahwa "Ketika kami tutup pada 13 Maret, kami pikir itu akan menjadi bencana, kami sempat takut". 

Bruno kemudian menambahkan, "Tapi ternyata itu menjadi berkah tersembunyi bagi kami".

Seorang pegawai negeri di Lisbon, bernama Cristina Latoeira (42 tahun), mengungkapkan bahwa pandemi membuatnya mengeluarkan uang hingga sebesar 800 euro untuk membeli sepeda listrik yang telah lama diimpikannya.

"(Hal) ini adalah ketakutan berada di angkutan umum yang sangat sibuk, di musim dingin, ketakutan akan penularan yang membuat saya memilih moda transportasi yang saya anggap jauh lebih aman," terang Latoeira. 

Setelah jeda musim panas, seperti kebanyakan negara Eropa lainnya, peningkatan jumlah infeksi COVID-19 kembali terjadi di Portugal baru-baru ini.

https://www.liputan6.com/global/read/4375451/kisah-sukses-pabrik-sepeda-di-portugal-banjir-pesanan-di-tengah-pandemi-covid-19

 

  • Diterbitkan di Unik
  • 0

Iran akan Perluas Kebijakan Wajib Masker di Luar Teheran

MAMHTROSO.COM -- Iran berencana untuk memperluas kebijakan wajib masker di luar publik ke luar Teheran. Kementerian Kesehatan Iran mengatakan hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang semakin meluas.

Iran tengah menghadapi gelombang ketiga wabah Covid-19. Mulai Sabtu (10/10) lalu semua orang di Teheran wajib memakai masker bila berada di luar ruangan. Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan ada denda bagi yang melanggarnya.

"Kami telah meminta polisi dan basij (sukarelawan paramiliter) dan lembaga lain untuk membantu kami untuk semakin tegas lagi mengatasi pelanggaran," kata Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki, Ahad (11/10).

"Sudah diputuskan tindakan ini akan dimulai dari Teheran dan dalam beberapa pekan ke depan akan diperluas ke kota-kota besar lainnya," tambah Nakami dalam pidato yang disiarkan di stasiun televisi milik pemerintah.

Sementara itu media Iran melaporkan kepada badan nuklir Iran, Atomic Energy Organization of Iran, Ali Akbar Salehi dinyatakan positif Covid-19. Namun lembaga tempatnya bekerja mengatakan 'kondisinya secara keseluruhan baik dan ia terus memantau isu-isu di organisasi'.

Pada Sabtu lalu wakil presiden bidang perencanaan ekonomi Iran, Mohammad-Baqer Nobakht mengatakan hasil tesnya positif Covid-19. Sebelumnya ada dua wakil presiden lain yang juga terinfeksi Covid-19.

Sudah dua orang pejabat tinggi Iran yang meninggal dunia karena Covid-19. Iran yang menjadi negara yang paling terdampak di Timur Tengah mengumumkan pekan dengan kasus kematian tertinggi yakni 239 kasus.

Sejak bulan Juli lalu Iran sudah mewajibkan masker di ruang tertutup. Sejak 3 Oktober sekolah, masjid, toko, restoran dan institusi lainnya di Teheran ditutup selama satu pekan. Gubernur kota itu memperpanjang kebijakan tersebut hingga pekan depan.

https://republika.co.id/berita/qi29m6335/iran-akan-perluas-kebijakan-wajib-masker-di-luar-teheran

 

Bagaimana Menghilangkan Keraguan Terhadap Islam?

MAMHTROSO.COM -- Seorang pria di salah satu diskusi daring mengungkapkan kegundahannya tentang agama Islam yang selama ini dianutnya. Pria bernama lengkap Abdul Mateen ini mengaku telah meragukan Islam sebagai agama yang benar untuk dianut.

Kendati demikian, Abdul menjelaskan dirinya masih mau berjalan di jalur Islam dan terus menganutnya. Dirinya tetap ingin memeluk Islam karena mempercayai adanya surga dan neraka yang menjadi balasan setiap perbuatan di dunia. 

Salah seorang pengelola diskusi daring tersebut, Dina Mohamed Basiony mengatakan untuk memahami agama Islam sebagai ajaran yang benar membutuhkan pembelajaran berkelanjutan. Ia menyebut keraguan terhadap agama lebih banyak terjadi karena kurangnya keinginan untuk mempelajarinya lebih dalam. 

"Asumsi saya, Anda belum benar-benar mempelajari Islam secara menyeluruh. Kita cenderung menganggap remeh agama kita karena kita terlahir dengan itu, kita juga menghafal beberapa hal, tapi tanpa didasari dengan pengetahuan," ujar penulis Mesir tersebut yang memiliki spesialisasi Islam dan spiritualitas.

Dina mengisahkan, telah menjalani pencarian kebenaran Islam selama ini dan mendapat kesimpulan tidak ada agama yang sesempurna Islam. "Terkadang kita tidak memulai perjalanan pembelajaran yang nyata untuk mengungkap keindahan dan keagungan agama ini. Saya telah melakukannya dan saya jamin saya tidak menemukan apa pun di permukaan bumi yang sekuat dan sesempurna Islam," ujarnya.

Dia mengkiaskan iman kepada Allah dan keyakinan kepada Islam sebagai ajaran yang benar seperti tanaman yang harus disiram agar bisa hidup. Keyakinan dan keimanan yang kuat hanya bisa didapatkan dengan pembelajaran yang menyeluruh tentang Islam.

"Jadi, Anda harus mengerti, saudara, jika Anda tidak menyirami tanaman Anda, tanaman itu akan mati.  Demikian pula, jika Anda tidak memelihara jiwa dan keyakinan Anda dengan pengetahuan dengan cara yang benar, itu tidak akan berhasil.  Itu akan memburuk atau mati," ujarnya. 

https://aboutislam.net/counseling/ask-about-islam/guide-me-how-do-i-get-rid-of-these-doubts/

https://republika.co.id/berita/qhxri0366/bagaimana-menghilangkan-keraguan-terhadap-islam

 

Pencari Surga tak akan Tidur dan Siapa yang Terakhir Masuk?

عَنْ كُلَيْبِ بْنِ حَزْنٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : يَا قَوْمِ اطْلُبُوا الْجَنَّةَ جَهْدَكُمْ ، وَاهْرُبُوا مِنَ النَّارِ جَهْدَكُمْ ، فَإِنَّ الْجَنَّةَ لَا يَنَامُ طَالِبُهَا ، وَإِنَّ النَّارَ لَا يَنَامُ هَارِبُهَا ، أَلَا إِنَّ الْآخِرَةَ الْيَوْمَ مُحَفَّفَةٌ بِالْمَكَارِهِ ، وَإِنَّ الدُّنْيَا مُحَفَّفَةٌ بِالشَّهَوَاتِ

Hadis yang diriwayatkan Kulaib bin Hazn. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai umatku, kejarlah surga dengan segala daya upaya kalian dan hindarilah neraka dengan semua kekuatan kalian. Sesungguhnya pencari surga itu tidak tidur. Demikian pula dengan neraka: orang yang ingin terhindar darinya juga tidak tidur. Ingatlah, bahwa surga itu dikelilingi berbagai hal yang tak disukai, sedangkan neraka dikitari berbagai keenakan dan kenikmatan yang menggoda.”

Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri, dalam kitabnya al-Mawaizh al- Ushfuriyyah (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Belajar Cinta dari Seekor Burung Pipit: Kumpulan Hadis Nabi tentang Cinta dan Kasih Sayang), meletakkan hadits ini dalam urutan ke-10 pembahasan haditsnya. 

Dalam kitab tersebut, ulama sekaligus penyair Mesir dari abad ke-17 itu lantas disandingkan dengan empat kisah. Beberapa di antaranya juga bersumber dari hadits Nabi SAW. Umpamanya, kisah tentang orang yang paling belakangan masuk surga. 

Kisah itu berasal dari hadits riwayat Mughirah bin Syu'bah, yakni sebagai berikut: 

عن الْمُغِيْرَةَ بْنَ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ: مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزلَةً؟ قَالَ: هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَ مَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ: ادْخُلِ الْجَنَّةَ. فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ كَيْفَ؟ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمِ؟ فَيُقَالُ لَهُ: أَتَرْضَىٰ أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا؟ فَيَقُولُ: رَضِيتُ، رَبِّ فَيُقُولَ: لَكَ ذَلَكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ   

Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah, 'Wahai Tuhanku, beritahukanlah kepadaku siapakah gerangan orang yang terakhir masuk surga dan berapa lama ia akan berada di surga?'

Allah menjawab, ‘Wahai Musa, tidak ada seorang Muslim yang akan terus berada di neraka kecuali seseorang yang akhirnya Ku-keluarkan darinya karena rahmat-Ku. Lalu, orang itu akan berdiri di depan pintu surga hingga Aku berkata kepadanya, 'Masuklah ke surga.' Namun, ia menjawab, Bagaimana aku mau masuk ke surga, sementara semua orang sudah menempati tempat dan kedudukan mereka masing-masing sampai tidak tersisa satu kenikmatan atau satu tempat pun buatku?’

Maka, Ku-katakan kepadanya, ‘Wahai hamba-Ku, maukah engkau Kuberi sebuah tempat di surga yang luasnya sebesar kerajaan dua orang raja di dunia?’ Mau, wahai Tuhanku, jawabnya dengan suka cita. Kalau begitu, masuklah ke surga. Engkau akan mendapatkan tempat yang luasnya beberapa kali lipat dari yang kusebutkan tadi, kata-Ku kepadanya.” Demikianlah. Akhirnya, Allah memberinya tempat seluas kerajaan empat orang raja yang ada di dunia.   

https://republika.co.id/berita/qhzgwc320/pencari-surga-tak-akan-tidur-dan-siapa-yang-terakhir-masuk

 

Berlangganan RSS feed