Masuk

Gemerlap Sains Islam di Spanyol (3)

Ilmu Bumi
Penemuan optik yang dicapai Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ma'udh pada abad ke-11 M menjadi salah satu bukti perkembangan ilmu bumi di era Dinasti Umayyah Spanyol.

Karya Ibnu Ma'udh begitu terkenal hingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin bertajuk “Liber de crepisculis”. Pada awal abad ke-13 M, ahli biologi Andalusia, Abu Al-Abbas Al-Nabati mulai mengembangkan metode ilmiah untuk botani.

Muridnya bernama Ibnu Al-Baitar kemudian mengembangkan ilmu botani lebih luas. Ia berhasil menulis kitab “Al-Jami fi al-Adwiya al-Mufrada” yang diyakini sebagai salah satu kompilasi botani terbesar dalam sejarah.

Ensiklopedia botani itu memuat 1.400 jenis tanaman berbeda. Sebanyak 300 di antaranya, yakni temuannya sendiri. Buah pikirnya itu sangat berpengaruh di Eropa. Kedokteran

Ilmu kedokteran berkembang sangat pesat di Cordoba. Pada masa kejayaannya, terdapat 50 rumah sakit umum di era Dinasti Umayyah Spanyol. Salah satu dokter termasyhur dari Andalusia adalah Abu Al-Qasim Al-Zahrawi alias Abulcasis.

Para dokter Muslim dari Spanyol Islam  sangat berjasa besar dalam mengembangkan ilmu kedokteran, khususnya anatomi dan fisiologi.

Ilmu bedah juga berkembang di masa Umayyah Andalusia. Adalah Al-Zahrawi lewat kitab “Al-Tasrif” yang mengembangkan ilmu bedah. Itulah sebabnya, dia dijuluki 'Bapak Bedah Modern'.

Tak cuma soal teknik dan metode bedah kedokteran yang dikembangkan, ia juga berhasil membuat alat bedah sendiri. Saat itu, dokter dan ahli bedah Muslim menggunakan alkohol sebagai antiseptik untuk menyembuhkan luka. Dokter bedah dari Andalusia lainnya yang terkenal adalah Ibnu Zuhr alias Avenzoar.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/09/04/m9tr0e-gemerlap-sains-islam-di-spanyol-3

Terakhir diperbarui pada Rabu, 05 September 2012 09:32

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.