Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

ARTIKEL-MADRASAHKU

MADRASAHKU

Nor Ika Anggraini-10 Mia 1

 

           Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso (disingkat MATROS) adalah jenjang pendidikan menengah atas pada pendidikan formal di Jepara tepatnya di Desa Troso yang setara dengan sekolah menengah atas. Pengelolaannya dilakukan oleh yayasan Matholi'ul Huda. Dan berlanjut kepada Kementrian Agama. Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso berdiri pada tanggal 21 Juli 2003 yang pada saat itu diketuai oleh K.H. Abdul Jalil Al-Hafidz. Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso memiliki visi "Luhur dalam Budi dan Tinggi dalam Prestasi". Juga memiliki motto "Maju untuk Berkhidmat."

          Jenjang kelas dalam waktu tempuh Masdrasah Aliyah sama seperti sekolah menengah atas. Mencerdaskan anak didik tentu adalah tujuan semua lembaga pendidikan. Tidak ada sekolah yang fokus mencari uang tanpa memikirkan nasib para generasi bangsa. Meski biaya MATROS cenderung mahal, namun hal ini sepadan dengan berbagai kelebihan yang didapat. Jika di MA MH Troso porsi pelajaran agama diberikan lebih banyak dan lama. Pada dasarnya kurikulum MATROS sama dengan kurikulum sekolah menengah atas, hanya saja pada MATROS terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam. Berikut mata pelajaran yang diajarkan di MATROS selain mata pelajaran umum, seperti Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, Nasyid, dan lain-lain.

            Menjadi sebuah tempat untuk membuat anak berkarakter, tentu menjadikan sekolah sebagai tempat paling krusial dalam pembimbing anak. Untuk itulah, MATROS memiliki berbagai kelebihan yang mungkin tidak didapat di SMA. Nah, beberapa kelebihan MATROS adalah:

1. Bebasis agama yang kuat 

            Tidak hanya IPTEK yang diajarkan, namun juga agama. Inilah mengapa para lulusan MATROS sering menjadi seorang pribadi yang santun dan taat dalam beribadah. Pasalnya didalam materi pengajarannya, basis agama sangat diberikan dengan porsi banyak dan mendarah daging dengan kuat diotak anak-anak. Bahkan tidak hanya teori saja, anak-anak di MATROS juga dituntut untuk bisa praktek ibadah dengan berbagai materi yang mungkin tidak diajarkan di SMA. Padatnya jadwal terkadang membuat anak harus hafalan dirumah untuk kemudian disetor di sekolah. Selain menguatkan mental, hal ini tentu juga bagus untuk anak dalam menghabiskan waktunya dengan hal bermanfaat. 

2. Fasilitas berbanding lurus dengan biaya sekolah

            Umumnya, MATROS banyak dikelola oleh swasta. Sudah tentu, swasta lebih mahal dibanding biaya sekolah negeri. Namun jangan salah, mahalnya biaya disana juga berbanding lurus dengan besarnya dan baiknya fasilitas yang kita dapat. Tentu kita ingatkan semakin baik fasilitasnya, maka pendidikan juga semakin bagus. namun hal ini bukan berarti MATROS besutan pemerintah tidak baik. Sebaliknya, MATROS dengan banyak program beasiswa gratis dan memberikan kualitas pengajaran yang tidak kalah dibanding Sekolah Negeri. 

3. Kreativitas tanpa batas

            Setiap semester gasal, Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso mempunyai agenda yang mengasah kreatifitas siswa-siswinya dengan mengadakan lomba 5K antar kelas. Yang diikuti dari siswa-siswi kelas 10 sampai kelas 12. Tak hanya mengasah kreatifitas siswa-siswinya, dalam lomba 5K ini kerjasama antar siswa juga berperan penting sebagai lambang persatuan yang terjalin dalam kelas tersebut. 

Cerpen-Sehat itu Mahal

Sehat itu Mahal

Oleh : Diyah Ayu Puspita Sari (XII MIA-2)

      Terbaringlah di kamarnya yang dipenuhi oleh mainan dan peralatan sekolahnya, juga ada beberapa obat demam dan obat flu yang tampak di kamar Alif. Alif adalah anak dari ibu Ina dan bapak Banu. Karena ia anak tunggal, ia sangat dimanja oleh kedua orang tuanya terutama oleh sang ibu, karena sangat dimanja Alif jadi anak yang bandel dan suka membantah perintah kedua orang tuanya. Kejadiannya tiga hari yang lalu. Waktu itu Alif dan teman-temannya pulang dari sekolah, namun di tengah jalan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Teman-teman Alif memilih berteduh,namun tidak dengan Alif, ia justru memilih untuk hujan-hujanan daripada berteduh dengan teman-temannya. 

     "Alif, kenapa kamu basah kuyup begini? Kamu habis hujan-hujanan ya?" tanya pak Banu dengan nada marah saat Alif sudah sampai di rumah. "Ayah, anak baru pulang jangan langsung dimarahi, kasihan Alif lagi kedinginan. Nanyanya nanti aja yah, sekarang Alif mandi dulu," ujar ibu Ina. Alif langsung bergegas mandi dan istirahat. "Tuh kan ibu jangan memanjakan dia, dia jadi suka membantah." ujar pak Banu pada bu Ina. "Iya yah,nanti Ibu akan nasehati dia," Kemudian Ibu membuatkan teh hangat untuh Alif. Saat ibu Ina sudah di kamar Alif, ia melihat Alif yang sedari tadi bersin-bersin dan badannya sangat panas. "Alif, kenapa? Alif sakit?" tanya sang ibu. " Alif enggak tahu Bu, tiba-tiba badan Alif jadi panas banget dan dari dari tadi Alif bersin melulu, Bu." "Ya sudah kita ke dokter aja ya," saran Bu Ina. "Tidak Bu, Alif tidak mau. Alif ingin makan es krim aja ya."

    "Alif kamu kan lagi sakit, nggak boleh makan es krim dulu ya Nak." nasihat Ibu Ina. " Ya kali ini saja ya Bu." Alif memohon. "Tidak Alif, kalau kamu tidak mau Ibu ajak ke dokter, lebih baik kamu istirahat aja Nak." Akhirnya Alif pun menurut. Tapi sikapnya yang suka membantah perintah ataupun nasehat orang tuanya itu muncul. Pada malam hari ketika ayah dan ibunya tertidur, Alif diam-diam mengendap menghampiri lemari es dan mengambil es krim, lalu melahapnya sampai habis.   

    Pagi harinya, demam Alif semakin parah. Orang tuanya sangat khawatir. Mereka langsung membawa Alif ke dokter. Setelah diperiksa dan diberi obat, Alif mulai menyesali perbuatannya. Melihat Alif yang tampak sedih, ibupun bertanya. "Alif kenapa, kok sedih?" "Alif minta maaf yah, bu. Tadi malam Alif makan eskrim, jadi sakit Alif semakin parah," "Jadi semalam kamu tidak nurutin nasehat ibu?" "Iya bu maafin Alif ya, Alif janji deh nggak akan ngulangi lagi." "Iya nak ibu maafin. Tapi kamu tidak boleh ngulangi lagi ya, dan jangan suka membantah perintah orang tua," "Iya lif, jangan diulangi lagi ya. Kesehatan itu mahal harganya. Diluar sana banyak orang yang sakit dan menghabiskan uangnya demi menyambuhkan sakit yang dideritanya karena ingin sehat. Maka dari itu selagi masih diberi kesehatan dari Allah SWT. Kita harus menjaga kesehatan dengan baik," nasehat pak Banu. 

   Kini Alif jadi anak yang penurut, dan ia sering kali memperingatkan teman-temanya untuk menjaga kesehatan. Karena kesehatan itu mahal. 

Artikel-Syekh Muhammad Ali Jaber

Biografi Syekh Muhammad Ali Jaber

Oleh: Sinta Ayu Amaliyah (12 IIS-2)

 

      Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan dengan Syekh Ali Jaber. Beliau lahir di Madinah, 3 Februari 1976 - meninggal di Jakarta, 14 Januari 2021 pada umur 44 tahun, Beliau adalah pendakwah dan ulama berkewarganegaraan Indonesia. Beliau juga pernah menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi dai dalam berbagai kajian di berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

      Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Qur'an sejak kecil. Ayahnyalah yang awalnya memotivasinya. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Qur'an dan sholat, Ayahnya sangat tegas, bahkan tidak segan-segan memukul apabila Ali Jaber kecil tidak menjalankan sholat. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah, ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

      Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia 11 tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Qur'an.

     Pada 13 September 2020, Syekh Ali Jaber ditikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung. Akibatnya, ia mengalami luka tusuk bagian lengan kanan. Tersangka atas nama Alfin Andrian, kelahiran 1 April 1996 ini berhasil diamankan.

      Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WIB dalam keadaan negatif COVID-19 di RS YARSI, Cempaka Putih, Jakarta. Sebelumnya, Ali Jaber pernah dinyatakan positif COVID-19, namun telah sembuh saat dinyatakan wafat.

What Is the Hour of Answering Duaa on Friday?

Question:

As-salamu `alaykum. Is the last hour of Asr on Friday the “hour of answering duaa”? Do the Muslim men have to be in the mosque at this time, and do women have to be at home?

 

Answer:

Wa `alaykum as-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

1- Some scholars maintain that the hour of answering du`aa’ on Friday lasts from after `Asr until the sun sets.

2- Other scholars maintain that it lasts from the time when the imam sits on the pulpit to deliver the khutbah (sermon) on Friday until he finishes the Prayer.


In answer to your question, we cite what Sheikh Abdul-`Aziz ibn Baz, the late Mufti of Saudi Arabia, said,

Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) mentioned Friday and said, “On this day there is an hour when no Muslim slave stands and prays and asks Allah for something, but Allah will give it to him,” (Ibn Majah) and he gestured with his hand to indicate that whatever he asks for, is as nothing to Allah.

When is the hour of response on Friday?

What to Say during the Pause of Friday Sermon?

There are two opinions concerning the hour of response (sa`at al-ijabah) on Friday which are likely to be correct:

The first is that it lasts from after Asr until the sun sets, for those who sit and wait for Maghrib, whether in the mosque or at home, making duaa (supplication) to their Lord, whether they are men or women; whoever does that is more deserving of seeing a response to his or her duaa.

The second is that it lasts from the time when the imam sits on the pulpit to deliver the khutbah (sermon) on Friday until he finishes the Prayer.

These two times are more likely to be the times of response on Friday, because of the sound hadiths which indicate that. The hour of response may also be sought at other times of the day; the bounty of Allah is great.

Among the moments when response may come to a duaa in all Prayers, obligatory and nafl alike, is the moment of sujud (prostration), because the Prophet PBUH) said, “The closest that a person may be to his Lord is when he is prostrating, so say a great deal of duaa in prostration (sujud).” (Muslim)

Berlangganan RSS feed