Masuk

Risiko dan Tantangan Akan Selalu ada

MAMHTROSO.COM -- Banyak orang yang merasakan kesulitan dalam mewujudkan impiannya, kemudian mencoba mengalihkan impiannya pada yang lain alias menyerah sebelum mencapai tujuan. Bahkan, ada pula yang benar-benar menyerah dan pasrah, tanpa berbuat apa-apa. Ujungnya—yang memilih ini—biasanya hanya akan jadi penggerutu, dan sering kali “menularkan” keluhannya pada orang di sekitar.

Padahal sejatinya, saat datang ujian, di sanalah kita sedang disuntik “vaksin” bernama virus kekuatan diri. Saat kesulitan menghadang, kita sebenarnya sedang digembleng untuk jadi manusia perkasa yang tahan banting untuk bisa mengatasi berbagai persoalan. Itulah mengapa, ada sebutan kawah candradimuka—di mana kawah merupakan “sumber panas”. Inilah tempat mereka yang berhasil “keluar” dari ujian, dan akan menjadi insan yang luar biasa dengan segala pencapaiannya.

Dalam sebuah pepatah bijak, ada kalimat jika tak dibajak, tanah tak akan bisa ditanami. Dalam pengertian sederhana, kita tahu bahwa tanah dibajak adalah proses yang dibutuhkan untuk membuat tanah menjadi gembur. Sehabis dipanen, biasanya tanah perlu “diremajakan” dengan membolak-balik tanah. Dalam proses ini, tanah seolah “disiksa”, karena terus dicangkul, diputar, diinjak, hingga dirasa sudah mencapai tingkat kesuburannya lagi, barulah bisa kembali ditanami.

Sebagai ilustrasi pengertian tersebut, mari kita petik hikmah yang terkandung dalam kisah berikut ini.

Alkisah, di sebuah lahan pertanian yang tanahnya siap ditanami, terdapat dua benih tanaman yang kebetulan bersebelahan. Benih pertama berkata, “Aku ingin tumbuh! Aku ingin akar-akarku menerobos ke dalam tanah di bawahku, dan mendorong tunasku menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin mengembangkan pucukku yang lembut seperti daun bunga untuk mengumumkan kedatangan musim berbunga. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari di wajahku dan berkah embun pagi di kelopakku!”

Jadilah benih itu bertumbuh.

Benih kedua berkata, “Kalau akar-akarku menerobos ke dalam tanah, aku tidak tahu apayang akan aku temui di kegelapan itu. Kalau aku memaksa menembus lapisan tanah yang keras di atasku, aku mungkin akan merusak tunasku yang lembut. Bagaimana kalau aku membiarkan tunasku terbuka dan seekor siput mencoba memakannya? Dan bagaimana saat aku nanti membuka bungaku, seorang bocah mencabutnya dari tanah? Tidak ah, lebih baik kalau aku menunggu hingga keadaannya baik.”

Jadilah benih kedua ini menunggu saat yang tepat.

Tak jauh dari tempat ditanamnya benih itu, tampak seekor ayam betina sedang mengorek-ngorek tanah untuk mencari makanan. Dan akhirnya si ayam itu menemukan benih kedua yang tadi tengah menunggu waktu yang tepat. Lalu, si ayam itu langsung memakannya.

Pembaca yang luar biasa,

Dalam kisah tersebut, kita mendapati benih pertama berani memutuskan untuk bertumbuh, meski banyak risiko sedang menantinya. Sementara, yang kedua hanya berpikir untuk selalu menunggu saat yang tepat, yakni saat di mana ia berharap bisa bertumbuh jauh dari marabahaya. Padahal, keduanya sebenarnya menghadapi bahaya yang sama, sebagaimana juga keduanya menghadapi kesempatan untuk bertumbuh yang sama pula.

Kita memang tak bisa menebak apa yang akan terjadi di kemudian hari. Namun, kalau kita selalu tumbuh dengan kekhawatiran diri, maka kita hanya akan terkungkung pada persoalan yang tak akan membuat kita berkembang.

Dan, harus disadari pula bahwa risiko itu akan selalu ada. Baik kecil atau besar, sulit atau mudah, semua pasti akan berhadapan dengan beragam ujian dan tantangan. Sehingga, dengan kesadaran ini, kita akan mampu membuka cakrawala berpikir, bahwa sejatinya tak akan ada kesuksesan yang tanpa dibarengi dengan berbagai kegagalan.

Sekali lagi, sadari, bahwa semua makhluk diciptakan sering kali justru dengan “beban” agar ia menjadi kuat. Tak jarang orang diciptakan dengan berbagai kesulitan justru agar ia belajar banyak hal dengan mudah. Bahkan, kalau kita telusuri sejarah diri, pasti kita mendapati ada banyak tantangan di masa lalu yang kini berbuah menjadi hikmah hidup yang mencerahkan.

Mari, sadari diri agar mau “membajak tanah” dalam diri kita. Pastikan agar kita mau keras terhadap diri sendiri, sehingga dunia menjadi lunak terhadap kita.

Terus berusaha, terus berkarya, nikmati proses perjuangannya, maka sukses luar biasa, menanti kita!

https://andriewongso.com/risiko-dan-tantangan-akan-selalu-ada/

 

  • 0
  • Baca: 11 kali

Bikin Geleng Kepala, Negara Ini Punya 'Pabrik' Esai untuk Mahasiswa

MAMHTROSO.COM -- Pasti kamu sudah tidak asing dengan esai. Biasanya esai banyak ditemui di bangku perkuliahan walaupun tidak menuntup kemungkinan di bangku SMA pun sudah ada yang namanya membuat esai. Menulis esai umum ditugaskan kepada para mahasiswa. 

Sebagai mahasiswa kamu akan lebih sering ditantang untuk menungangkan pikiran dan pendapat tentang suatu masalah. Tapi banyak juga mahasiswa yang memilih untuk tidak mengerjakan esai karena dianggap ribet dan kekurangan ide. Biasanya untuk memnuhi tugas ini para mahasiswa meminta atau membayar seseorang untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Dari kebiasaan buruk mahasiswa ini lah yang dimanfaatkan orang untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Tak tanggung-tanggung di suatu negara bahkan terdapat 'pabrik' esai untuk mengerjakan tugas kuliah.

Bahkan pabrik yang berada di Kenya, Afrika Timur ini juga menerima pesanan esai dari mahasiswa berbagai negara, seperti Liputan6.com lansir dari Independent, Jumat (13/9/2019).

Pabrik Esai di Kenya

Para staf di pabrik esai di Kenya ini bekerja selama 12 jam sehari untuk mengerjakan esai yang seharusnya diselesaikan para mahasiswa yang malas. Bahkan pabrik esai ini juga menangani permintaan ratusan ribu pelajar universitas dari Inggris dan Amerika.

Namun sayang, dilaporkan bahwa orang-orang pintar di balik pabrik esai tersebut hanya mendapat kurang dari $1 atau kurang dari Rp 14 ribuan per jam sementara para bos lah mendapat banyak keuntungan.

Bisnis ilegal tersebut pun dikabarkan memiliki keuntungan hingga £100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliunan. Hal ini pun telah mendapat perhatian dari para politisi di Kenya yang menyebutkan perusahaan tersebut adalah 'kanker' yang akan pelan-pelan merusak universitas. Belum dijelaskan bagaimana para mahasiswa memesan jasa pembuat esai di pabrik yang terletak di Nairobi ini.

Diketahui esai yang sudah jadi akan dikirimkan melalui email kepada mahasiswa yang membutuhkan dengan tepat waktu dan dijamin bebas plagiarisme. Walaupun dinilai iligel namun bisnis dari pabrik esai ini tidak dilakukan sembunyi-sembunyi.

Diketahui jika poster lowongan kerja untuk penulis esai bisa dengan mudah ditemukan di jalan. Bahkan banyak mahasiswa mengerjakan esai pelajar universitas lain sebagai pekerjaan sampingan.

https://hot.liputan6.com/read/4062113/bikin-geleng-kepala-negara-ini-punya-pabrik-esai-untuk-mahasiswa

 

  • 0
  • Baca: 12 kali

Gelombang dan Kegelapan dalam Lautan

MAMHTROSO.COM -- Ilmu pengetahuan terus berkembang dari waktu ke waktu. Ilmu pengetahuan modern memercayai, kedalaman 200 meter di bawah laut tidak bisa ditembus oleh cahaya. Daerah ini disebut sebagai daerah afotik. Sedangkan, di bawah 1.000 meter sudah tidak dapat cahaya sama sekali. Selain gelap, ternyata di bawah laut juga terdapat gelom bang. Jadi, gelombang laut tidak hanya terdapat di permuka an nya, tapi juga di dalamnya. Fakta adanya kegelapan dan gelombang yang ada di laut dalam dikemukakaan para peneliti pada 1900 M.

Kegelapan dan terjadinya gelombang di dalam laut ini ternyata juga diungkapkan di dalam surah an-Nuur ayat 40. Allah berfirman: atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak pula, di atasnya lagi awan; gelap gulita yang bertindih-tindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia tanpa melihatnya, dan barang siapa yang tiada diberi cahaya oleh Allah tiadalah dia memliliki cahaya sedikitpun.

Prof Durgo Rao, seorang ahli geologi kelautan yang juga seorang profesor di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi, mengatakan, para ilmuwan sepakat dengan hal tersebut. Un tuk meneliti kegelapan di kedalaman lautan manusia me mer lu kan bantuan alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 me ter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu. Pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hi dup.

Menurut Prof Durgo Rao, ayat 40 surat an-Nuur di atas ti dak merujuk pada semua lautan karena tidak semua lautan da pat dideskripsikan memiliki akumulasi kegelapan yang ber lapis antara lapisan satu dengan lapisan lainnya. Ayat tersebut meru juk terutama pada laut atau samudra yang dalam, seperti yang dikatakan dalam ayat tersebut, "gelap gulita di lautan yang dalam".

Ada dua penyebab yang menjadikan kegelapan berlapis di laut dalam. Pertama, sinar cahaya yang terdiri atas tujuh war na seper ti pada pelangi, yaitu ungu, nila, biru, hijau, kuning, orange, dan merah, akan mengalami pembiasan ketika mena brak air. Warna merah akan diserap air pada kedalaman 10-15 m. Pada keda lam an 30-50 m warna orange akan diserap.

Selanjutnya, pada keda laman 50-100 m warna yang diserap, yaitu kuning. Warna hijau akan diserap pada kedalaman 100-200 m. Sedangkan, warna ungu dan nila akan diserap pada kedalaman lebih dari 200 m. War na akan hilang secara berangsur-angsur pada masing-ma sing lapis an kedalaman. Semakin dalam lautan akan semakin ge lap, dan kegelapan total akan ditemukan pada kedalaman lebih dari1.000 m.

Kedua, timbulnya lapisan kegelapan di bawah awan. Hal ini di sebabkan karena sinar matahari diserap oleh awan. Lapisan gelap ini merupakan lapisan pertama dari kegelapan. Sinar akan dipantulkan oleh gelombang ketika akan mencapai per mu kaan laut sehingga memunculkan efek mengilap. Gelom bang inilah yang menyebabkan kegelapan karena meman tulkan cahaya.

Ada dua bagian yang menyebabkan cahaya tidak dapat menembus kedalaman laut. Bagian pertama, yaitu bagian per mu kaan. Bagian ini ditandai dengan cahaya serta suhu yang hangat. Bagian kedua, yaitu bagian dalam laut yang ditandai dengan ke ge lap an. Bagian dalam laut dana luar laut dipisahkan oleh ge lom bang.

Terjadinya kegelapan karena adanya gelombang ini dite rangkan dalam surah an-Nur ayat 40, "... gelap gulita di lautan dalam yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ombak pula..." Dengan kata lain, ada beberapa jenis gelombang yang dimaksud ayat tersebut. Sebagai contoh, gelombang yang ada di permukaan laut.

Ayat tersebut kemuadian diteruskan, ...di atasnya lagi awan; gelap gulita yang bertindih-tindih... Prof Durgo Rao menyimpulkan, manusia normal tidak akan mampu menjelaskan fenomena ini dengan sangat detail pada 1.400 tahun lalu. 

https://khazanah.republika.co.id/berita/pxhzrs313/gelombang-dan-kegelapan-dalam-lautan

 

 

  • 0
  • Baca: 11 kali

Sosok Habibie di Mata Indonesia - Jerman

MAMHTROSO.COM -- Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan putra bangsa kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Ia merupakan sosok negarawan yang visioner. Sebut saja visi pembangunannya, khususnya di bidang teknologi kedirgantaraan dan kemaritiman, serta sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih.

Habibie lah sang pionir yang meletakkan fondasi demokrasi bagi Indonesia yang bisa kita nikmati pada saat ini. Ia pun mendapat julukan Bapak Teknologi dan Kedirgantaraan Indonesia.

Masih segar dalam ingatan, mahakaryanya yakni Pesawat N-250 Gatot Kaca, pesawat turboprop berkapasitas 50-70 penumpang berhasil lepas landas pada tanggal 10 Agustus 1995 sebagai kado kemerdekaan 50 tahun Indonesia. Meski akhirnya proyek produksi pesawat tersebut terhenti akibat krisis moneter 1997. Namun, hasil karyanya membuka mata dunia kepada kemampuan Indonesia di bidang indutsri kedirgantaraan.

B.J. Habibie memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan Jerman. Ia menuntut ilmu di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman Barat, jurusan Konstruksi Pesawat Terbang pada tahun 1955. Di universitas tersebut, ia meraih gelar Doktor-Ingeniur dengan predikat summa-cumlaude.

Hampir dua puluh tahun Habibie berkarier di Jerman. Ia bahkan pernah menududuki jabatan Wakil Presiden perusahaan penerbangan Messerschmitt Bolkow-Blohm, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

 

Seorang inspirator

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, dalam cuitan Twitter-nya menyampaikan bahwa Presiden ke-3 Republik Indonesia telah berkontribusi besar dalam terjalin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan negara yang terletak di jantung Eropa tersebut.

Rasa kehilangan besar juga dirasakan oleh Stefan Dreyer, Direktur Goethe-Institut Indonesia. Kepada DW Indonesia, Dreyer juga menyebut Habibie adalah teladan bagi generasi muda Indoneisa yang memiliki impian untuk melanjutkan studi di Jerman.

"Almarhum adalah sahabat baik Jerman dan telah berkontribusi besar bagi hubungan Indonesia dan Jerman. Ia yang membangun jembatan hubungan antara kedua negara, menjadi contoh serta panutan bagi generasi muda Indonesia dan semua pencapaiannya menjadi motivasi besar bagi mereka yang ingin belajar bahasa Jerman serta melanjutkan pendidikan di Jerman," ujar Dreyer dalam pernyataan resmi tertulisnya.

"Goethe-Institut berterima kasih atas semua bantuan dan dukungan yang kami terima selama bertahun-tahun. Simpati dan belas kasih tulus kami kepada keluarga yang ditinggalkan," sambung Dreyer yang juga menjabat sebagai Direktur Regional Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

 

Kenangan berkesan

Kepada DW Indonesia Direktur Pengelola EKONID, Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman, Jan Rönnfeld, mengungkapkan Habibie merupakan orang Indonesia yang paling terkenal seantero Jerman. Hal ini dikarenakan hubungan baiknya dengan banyak institusi dan perusahaan di Jerman.

"Dia setengah orang Jerman, tinggal di Jerman bertahun-tahun, dan sangat fasih berbahasa Jerman. Tidak hanya saat kuliah dan bekerja, saat ia menjabat sebagai Menteri Negara dan Riset, dia bekerjasama dengan banyak institusi dan perusahaan Jerman," ujar Rönnfeld.

Rönnfeld mengaku mempunyai banyak kenangan berkesan dengan Presiden ke-3 Republik Indonesia tersebut. Ia sudah sering bertemu saat Habibie masih menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia menyampaikan Habibie memiliki kepribadian dan karakter yang menyenangkan.

"Saya bertemu beliau pertama kali pada tahun 1995 di Jerman. Dia datang ke Jerman bersama Pak Soeharto. Lalu saya masih ingat ketika dia menjadi presiden dan mengunjungi sebuah eksibisi industri tahun 1999, dia datang tiga kali. Dia membawa semua kabinetnya ke eksibisi tersebut melihat pameran teknologi industri Jerman. Saya mempunyai banyak kenangan dengannya. Indonesia kehilangan sosok yang sangat baik," kata Rönnfeld.

Selain itu Rönnfeld juga memuji kepemimpinan Habibie semasa menjabat sebagai presiden. Walaupun hanya sebentar, ia menilai Habibie mampu mambawa banyak perubahan di Indonesia serta mengatasi gejolak ekonomi yang ketika itu mendera Indonesia dengan berbagai kebijakannya. Ia juga menyebut Habibie sebagai lambang kesuksesan demokrasi di Indonesia selama 20 tahun terakhir ini.

 

Inovatif dan pemberani

Filiana Santoso, Rektor Swiss German University, menyampaikan bawa Habibie merupakan sosok yang karismatik serta inovatif, yang sangat berjasa membawa perubahan-perubahan di bidang sains dan teknologi di Indonesia. Menurutnya, presiden ke-3 republik Indonesia tersebut telah membawa nama harum Indonesia di dunia terutama di Jerman.

"Beliau plays a keyrole dalam menjadikan knowledge transfer dari Jerman ke Indonesia. Sampai sekarang kami sebagai institusi perguruan tinggi swasta di Indonesia, kami berwawasan internasional dan banyak bekerja sama dengan universitas-universitas di Jerman. Itu tentu selalu ada sumbangsih daripada beliau semasa hidupnya. Indonesia? Profesor Habibie ya? Itu sering kita dengar dari partner-partner kita," jelas Filiana kepada DW Indonesia.

Filiana juga menyampaikan bahwa sosok Habibie dengan segala pencapaiannya berhasil menanamkan rasa pecaya diri kepada bangsa, bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara maju lain. Itu juga yang membuat Filiana termotivasi untuk terus berkontribusi sebagai akademisi di Indonesia dengan partner-partner yang berada di Jerman. "Dengan sikap dan mindset seperti itu, saya merasa justru itu harus mengikuti jejak Pak Habibie membawa segala keuntungan yang bisa dibagikan itu untuk anak-anak Indonesia."

"Beliau mau berkorban, mau naik sebagai presiden setelah kejadian 98 itu 'kan risiko yang besar. Kalau bukan orang yang pemberani dan berkorban buat bangsa itu tidak gampang. Bebannya sangat besar dan beliau berani mengambil tanggung jawab itu, dia sangat cinta sama bangsanya," pungkas Filiana.

 

Sosok teladan bangsa

Kepada DW Indonesia, Perhimpunan Alumi Jerman (PAJ) menyebut Habibie sebagai teknokrat intelektual sekaligus inspirator yang selalu memberikan motivasi untuk seluruh rakyat Indonesia. Habibie dikenal dengan karakternya yang pekerja keras dan cerdas, disiplin, berkomitmen tinggi, bertangung jawab, serta menjunjung tingi asas kejujuran. Ini menjadikannya sosok teladan tidak hanya sebagai ayah, suami, kakek, namun juga pemimpin bangsa.

Kerja sama yang telah terbina antara Indonesia dan Jerman pun harus terus dilanjutkan. "Legasi terkait industri penerbangan, Mahkamah Konstitusi, demokrasi, hubungan politik luar negeri serta legasi lainnya harus tetap berjalan,” jelas Erlinda, Humas Perhimpunan Alumni Jerman.

"Beliau selalu dukung PAJ dengan caranya sendiri,” lanjutnya.

Erlinda menjelaskan banyak momen berkesan yang dimiliki antara Habibie dengan PAJ. Habibie pun tak pernah bosan memberikan nasihat-nasihatnya kepada para alumni agar bisa memberikan kontribusi positif untuk bangsa. "Momen spesial pada saat beliau meminta agar bidang aeronotika, teknik penerbangan, dilanjutkan oleh generasi berikutnya dan bisa belajar di Jerman, sambil menunjukkan beberapa koleksi miniatur pesawat,” kenang Erlinda.

B.J Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di ruangan Cerebro Intensive Care Unit (CICU), RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, selepas adzan Maghrib pukul 18.05 WIB, di usia 83 tahun. Ia dirawat intensif sejak 1 September 2019. Mantan Menteri Negara dan Riset periode 1978-1998 ini meninggal dikarenakan gagal jantung.

Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Timur, Kamis siang. Ia dimakamkan tepat di samping makam istri tercintanya, Ainun Habibie. Bersama Ainun, Habibie dikarunia dua orang anak yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

(Ed: yp)

https://internasional.republika.co.id/berita/pxrwfz3715000/sosok-habibie-di-mata-indonesia-jerman

 

  • 0
  • Baca: 11 kali

Syukur dan Iman

MAMHTROSO.COM -- Bencana atau musibah dengan beragam bentuknya terkadang datang tiba-tiba tanpa kita ketahui kapan dan di mana. Hari ini bisa jadi kita sehat walafiat, besok bisa jadi kita mengalami sakit atau hal-hal lain yang tidak kita inginkan. Hari ini bisa jadi kita hidup senang, tenang dan sejahtera, besok mungkin sebaliknya. Begitulah kehidupan, tak ada yang terus-menerus berjalan mulus dan sesuai yang kita harapkan.

Semua itu pada hakikatnya sudah ditetapkan Allah dalam Lauh Mahfuzh-Nya, tanpa kita ketahui. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar memprediksi dan berdoa agar dijauhkan darinya. Dalam hadis disebutkan, Rasulullah bersabda, "Tidak ada yang dapat mengubah takdir selain doa." (HR Abu Dawud).

Dalam doa, kita berharap terhindar dan dijauhkan dari hal-hal buruk, sebaliknya berharap didekatkan dengan hal-hal yang baik. Allah Maha Mengabulkan doa, dan dengan kuasa-Nya dapat mengubah takdir-Nya karena doa kita.

Selain berdoa, di antara yang bisa mencegah datangnya ben cana atau musibah adalah selalu bersyukur dan beriman dengan sungguh-sungguh, seperti diisyaratkan dalam Alquran, "Allah tidak akan menghukum kamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan, Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." (QS an-Nisa' [4]: 147). Secara bahasa, seperti disebutkan oleh al-Jauhari dalam kitab ash-Shahhah fi al-Lughah, syukur berarti memuji orang yang telah berbuat kebaikan kepadanya.

Adapun menurut istilah, seperti disebutkan Ibnul Qayyim dalam kitab Madarij as-Salikin, syukur adalah menunjukkan nikmat Allah yang ada pada dirinya, baik dengan ucapan, yaitu memuji dan mengakui nikmat itu; dengan hati, yaitu menyaksikan dan mencintai Allah; maupun dengan anggota badan, yakni mematuhi dan menaati Allah.

Semakin kita banyak bersyukur atas karunia Allah, semakin kita akan diberi tambahan nikmat (QS Ibrahim [14]: 7). Allah menegaskan, orang yang kufur atau tak bersyukur akan mendapatkan azab berupa musibah atau bencana. Dalam hal ini, syukur bisa menjadi pencegah bencana.

Adapun iman, menurut Imam Malik dan asy-Syafii, misalnya, berarti membenarkan dengan hati, mengakui dengan ucapan, dan beramal dengan anggota badan. Iman bukan hanya di hati, melainkan terpraktikkan secara nyata dalam kehidupan.

Maka, orang yang beriman adalah orang yang hidupnya selalu berada dalam jalan yang lurus. Antara hati, ucapan, dan tindakannya selaras. Orang yang beriman akan selalu menjaga hati, ucapan, dan tindakannya karena yakin Allah melihat gerakgeriknya. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada makhluk- Nya, terutama orang yang selalu bersyukur dan beriman.

Bencana dan musibah terjadi sejatinya bukan untuk menyiksa, melainkan untuk menguji. Dengan ujian itu, kebersyukuran dan keimanan akan semakin meningkat. Wallahu a'lam.

https://khazanah.republika.co.id/berita/pxqpy6313/syukur-dan-iman

 

  • 0
  • Baca: 9 kali

Rotasi Hidup

MAMHTROSO.COM — Adanya pergantian dalam kehidupan ini merupakan harga yang tidak bisa kita tawar. Ada kehidupan tentunya ada kematian, terangnya siang akan diganti dengan gelapnya malam, ada kalanya kita berada pada posisi yang kita kehendaki tapi adakalanya juga kita harus siap berada pada kondisi yang tidak kita harapkan.

Hal tersebut merupakan wewenang dan hak prerogatif Allah SWT sebagai pengatur jalannya roda kehidupan manusia di muka bumi ini karena tidak seorang pun yang bisa menafikan itu semua. Sebagaimana disinggung dalam firman-Nya, ''Engkau (Allah) masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup ...'' (QS Ali-Imran [3]: 27).

Lebih lanjut Allah SWT menyatakan, ''Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) [Ali-Imran 3:140]. Ayat tersebut mengisyaratkan kita harus cerdas dalam menilai setiap pergantian yang pada hakikatnya sudah ada dalam skenario-Nya.

Masih banyak manusia yang tidak menyadari arti dari sebuah pergantian dalam hidup. Seringkali kita berontak ketika pergantian tersebut tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Padahal, ibroh (pelajaran) di balik itu semua adalah sebagai ujian bagi kita sudah sampai sejauhmana keimanan kita terhadap Allah seperti disinggung pada ayat di atas. ''Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ''kami telah beriman'', sedangkan mereka tidak diuji?'' (Al-Ankabut 29:2).

Ujian tersebut tidak hanya diberikan untuk sebagian orang atau sekelompok kalangan, tapi mencakup semua manusia dan umat Islam khususnya. ''Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.'' (QS Al-Ankabut [29]: 3)

Tak ada yang kekal di dunia ini, selain perubahan itu sendiri. Maka, tawakal dan ikhlas adalah hal utama yang harus dipegang setiap individu. Bertawakal, lalu mengerjakan segala urusan dengan sungguh-sungguh, dan ikhlas terhadap apa yang akan datang dan pergi. Karena dunia hanya tempat 'mampir' semata. 

https://khazanah.republika.co.id/berita/pxcb7n313/rotasi-hidup

  • 0
  • Baca: 6 kali

من أساليب الدعوة إلى الدين

السؤال

أنا طالب جامعي كيف يمكنني دعوة الطلاب للإسلام؟

 

الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فهنالك حقيقة كبرى لابد منها لكل من تصدى للدعوة، ترجع إلى الداعية نفسه وهي:
التسلح بسلاح العلم وسلاح الإيمان، علم يدفع به الشبهات، وإيمان يدفع به الشهوات ليكون قدوة في نفسه.
أما أسلوب الدعوة إلى الإسلام، فإنه يتمثل فيما يأتي:
أولاً: التركيز على قضايا الإيمان الكلية، الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر والقدر.
ثانياً: التدرج بالبدء بالأهم ثم المهم وهكذا، لما ورد في حديث ابن عباس في صحيح البخاري: أن النبي صلى الله عليه وسلم بعث معاذا إلى اليمن قال له: "إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة ألا إله إلا الله، فإن هم أجابوك لذلك، فأعلمهم أن الله قد افترض عليهم خمس صلوات في اليوم والليلة..." الحديث.
ثالثاً: إبراز محاسن الإسلام من خلال تشريعاته، كالربط بين هذه الحياة ودار الجزاء والحساب، والتكافل والرحمة بين المسلمين.
رابعاً: التركيز على جوانب الإعجاز العلمي في القرآن والسنة، على أن يتم ذلك بقدر دون تكلف.
خامساً: الاطلاع على الشبهات السائدة في تلك البيئة، والبحث عن الردود المناسبة لهذه الشبهات.
وأهم من كل ما تقدم إخلاص النية لله تعالى.
والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/18815/%D9%85%D9%86-%D8%A3%D8%B3%D8%A7%D9%84%D9%8A%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D9%88%D8%A9-%D8%A5%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D9%8A%D9%86

  • 0
  • Baca: 9 kali

What Acts Should I Do that Will Benefit My Dead Parents?

Question:

As-Salamu alaykum. What act should I do that will benefit my dead parents?

 

Answer:

Wa `alaykum As-Salamu waRahmatullahi wa Barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

A righteous child benefits his deceased parents with duaa. He can also benefit them by spending charity, as well as doing other charitable deeds, on their behalf.


Answering your question, Sheikh Ahmad Kutty, a Senior Lecturer and an Islamic Scholar at the Islamic Institute of Toronto, Ontario, Canada, states:

We read in a number of traditions that the Prophet (peace and blessings be upon him) told the children whose parents had passed away to give charities or perform pilgrimages, etc. on their behalf.

Based on such traditions, most of the scholars are of the opinion that children may do all kinds of charitable or good deeds on behalf of their parents; once they are performed with the intention of sending their rewards to them, Allah, out of His sheer mercy, will convey rewards to them.

Many scholars include reading of the Quran in this category of permissible good works that one may do on behalf of one’s deceased parents or relatives.

They have done so based on their reasoning that there is no reason to exclude such an act from the above general permissions granted by the Prophet (peace and blessings be upon him).

Thus it has become an almost a widely accepted practice in the Muslim community; the Muslims throughout the centuries have been practicing the same; so one should never object to it.

But having said this I must add a word of caution: one must not do this by setting a fixed date such as the seventh day, the fortieth day or the death anniversaries, etc. for by setting such dates for specific rituals we incur the sin of making innovations in religion.

Allah Almighty knows best.

Editor’s note: This fatwa is from Ask the Scholar’s archive and was originally published at an earlier date.

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/family/what-act-should-i-do-that-will-benefit-my-dead-parents/

 

  • 0
  • Baca: 11 kali
Berlangganan RSS feed