Masuk

Adab Seorang Muslim Ketika Bangun Tidur

MAMHTROSO.COM -- Islam mengatur berbagai hal yang menyangkut hidup manusia di muka bumi ini, mulai dari sebelum hingga sesudah tidur. Berikut adab seorang Muslim yang diajarkan agama ketika bangun tidur.

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan Bukhari-Muslim, Rasulullah SAW ketika bangun tidur langsung melafalkan doa "Alhamdulillahi-ladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihi-nusyur."

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menghidupkanku dan mematikanku. Dan hanya kepadaNya lah aku kembali."

Terkait hadis ini, Imam An Nawawi menjelaskan Rasulullah mengingatkan tidur itu mirip dengan kematian. Sedangkan hikmah doa sesudah tidur adalah sebagai pembuka amalan di hari itu berupa mengingat tauhid dan perkataan yang baik.

Ustaz Oemar Mitha mengatakan agama Islam merupakan agama sempurna yang paling detail mengatur hajat hidup manusia baik pada dirinya maupun pada lingkungannya. Dia membeberkan salah satu contoh adab seorang Muslim ketika bangun tidur adalah mencuci tangan. Hal itu dianjurkan karena ketika tidur, manusia kerap tak menyadari apa yang disentuh tangan terhadap anggota tubuhnya.

"Satu-satunya agama yang menyuruh umatnya bersih sebersih-bersihnya adalah Islam. Ketika bangun tidur, kita disuruh cuci tangan, langsung bersih," kata Ustaz Oemar, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (16/11).

Hadist yang diriwayatkan Bukhari-Muslim yang berkaitan dengan hal tersebut. Rasulullah bersabda: "Idza istayqadza ahadukum min naumihi, fala yagmis yadahu fil-ina-i hata yagsilaha salasan. Fainnahu la yadri ayna batat yadahu."

Yang artinya: "Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka jangan mencelupkan tangan (kalian) ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali. Karena ia tidak mengetahui di mana letak tangannya semalam.”

Adapun ulama berbeda pendapat mengenai larangan mencelupkan tangan ke dalam bejana atau semua wadah yang dapt menyimpan air di dalam hadits ini. Separuh pendapat mengatakan makruh dan sisanya berkata haram.

Ulama Hanabilah berpendapat hukumnya haram dan mencuci tangan hukumnya wajib. Namun, mayoritas ulama berpendapat hukumnya makruh dan mencuci tangan hukumnya mustahab atau sunah.

Adapun dalil yang dijadikan landasan oleh mayoritas ulama adalah Alquran surah al-Maidah ayat 6 berbunyi:

إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ

"Idza qumtum ila-shalati faghsiluu wujuhakum." Yang artinya: "Jika kalian berdiri untuk shalat maka cucilah wajah-wajah kalian."

Terlepas dari perbedaan ulama tadi, kata Ustaz Oemar, agama Islam mengatur aspek-aspek yang nyaris luput dari perhatian. Namun nilai atau esensi dari anjuran tersebut sesungguhnya sangat terasa dan bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan.

Adab lainnya yang dianjurkan Islam ketika bangun tidur adalah mengambil wudhu. Wudhu pada waktu ini sangat dianjurkan karena dapat menghindari rasa kantuk dan malas. Usai mengambil wudhu, seorang Muslim juga dianjurkan menunaikan shalat malam.

Hadia riwayat Abu Hurairah menegaskan hal ini. Rasulullah bersabda: 

يَعقِدُ الشَّيطانُ عَلى قافيَةِ رأسِ أَحدِكُم إذا هوَ نام ثَلاثَ عُقدٍ، يَضرِبُ كلَّ عُقدةٍ مَكانَها: عليكَ ليلٌ طويلٌ فارقُدْ، فإنِ استَيقظَ فذَكَر اللهَ انحلَّت عُقدةٌ، فإن تَوضَّأ انحلَّت عُقدةٌ، فإن صلَّى انحلَّت عُقدُه كلُّها، فأَصبحَ نَشيطًا طيِّبَ النَّفسِ، وإلَّا أَصبحَ خَبيثَ النَّفسِ كَسلانَ

Yang artinya: "Setan mengikat tengkuk kepala seseorang di antara kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatannya ia mengatakan: malammu masih panjang, teruslah tidur. Maka jika orang tersebut bangun, kemudian ia berdzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian jika ia shalat maka terbukalah seluruh ikatan. Sehingga ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak melakukan demikian, maka ia biasanya akan bangun dalam keadaan buruk jiwanya dan malas."

https://khazanah.republika.co.id/berita/q133s1366/adab-seorang-muslim-ketika-bangun-tidur

 

  • 0
  • Baca: 15 kali

Ada Tiga Cara Allah Mendidik Rasulullah SAW

MAMHTROSO.COM -- Tuhanku telah mendidikku, maka Dia menjadikan pendidikanku yang terbaik." Demikian salah satu hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. Nabi Muhammad SAW adalah hamba terbaik yang diutus Allah SWT di sepanjang sejarah kehidupan ma nusia hingga akhir masa. Itu keya kinan setiap Muslim. Oleh karena itu, ia menjadi teladan bagi umat manusia (QS al-Ahzab [33]: 21).

Setidaknya ada tiga cara Allah mendidik Nabi. Pertama, pendidikan by design. Pendidikan Nabi SAW sudah direncanakan dan didesain Allah SWT. Perhatikanlah silsilah Nabi Muhammad. Ayahnya bernama Ab dullah, berarti hamba Allah. Ibunya bernama Aminah, artinya dapat di percaya. Lalu kakeknya, Abdul Muthalib, memberi nama Muhammad yang artinya orang yang terpuji. Silsilahnya sampai kepada Nabi Ismail bin Ibrahim AS.

Dalam kandungan, ayahnya wafat. Masih usia anak-anak, bunda tercinta juga dipanggil Allah. Muhammad men jadi yatim piatu. Meski yatim pia tu, ia dididik di lingkungan yang baik sehingga mendukung pertumbuhan mental dan fisiknya. Ia diasuh kakek, lalu berpindah pada pamannya, Abu Thalib. Ketika ditanya soal perjalanan hidupnya yang berpindah-pindah pengasuhan ini, Nabi Muhammad menjawab, "Begitulah cara Allah mendidikku sehingga tak ada satu orang pun yang sangat berpengaruh dalam hidupku, termasuk orang tuaku sendiri."

Kedua, pendidikan berbasis prophetic atau kenabian. Di usia 40 ta hun, Muhammad diangkat menjadi rasul. Penetapan nya sebagai nabi dan rasul menunjukkan bahwa Allah SWT mendidik Muhammad mengandung pendekatan profan atau bermuatan "kelangitan".

Sebagai Nabi, Allah mendidiknya dengan tuntunan wahyu melalui Ma laikat Jibril. Perkataan dan per buat annya mengandung ajaran mulia karena didasari oleh wahyu, bukan hawa nafsu. Ketika Aisyah ditanya tentang akhlak Nabi, ia berkata, "Dan akhlak Nabi itu adalah Alquran."

Ketiga, pendidikan dalam pemeliharaan dan pengawasan Allah. Di antara bentuk pengawasan Allah ada lah memeliharanya dari perbuatan maksiat. Di saat remaja, misalnya, Muhammad ingin melihat pesta yang dipenuhi oleh hiburan sarat maksiat.

Tiba-tiba saja ia letih dan mengantuk berat sehingga ia tertidur. Saat terbangun, hari sudah siang sehingga ia tidak melihat hiburan bermaksiat tersebut. Hal itu juga terjadi keesokan harinya. Demikian Allah menjaga nabi dari lingkungan buruk.

Sebagai umat Muhammad, kita perlu merancang pendidikan berbasis Islam, mengandung misi prophetic, dengan tauhid sebagai poros utama. Wallahu a'lam.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0syul313/ada-tiga-cara-allah-mendidik-rasulullah-saw

 

  • 0
  • Baca: 17 kali

Kisah Jaabir ‘Atsaraatil Kiraam

MAMHTROSO.COM -- Khuzaimah bin Bisyir seorang saudagar kaya tinggal di daerah Raqqah,  Negeri Syam. Ia  sangat dikenal sebagai orang yang dermawan. Hatinya lembut, selalu tersentuh untuk menolong orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Ia tidak pernah menolak jika diminta bantuan. Seringkali ia tampil sebagai pahlawan dengan menanggung beban dan menolong mereka yang sedang dalam kesulitan. 

Ia memiliki banyak sahabat, baik yang tinggal di Raqqah ataupun di luar kota. Khuzaimah terkadang ke luar kota berkunjung dan bermajelis di rumah Ikrimah Al Fayyadh,  walikota Al-Jazirah (daerah antara Irak-Turki). Ikrimah Al Fayyadh juga memiliki sifat yang hampir sama dengan Khuzaimah. Kelebihan Ikrimah atau mungkin kekurangannya, ia tidak peduli dengan risiko yang diterimanya dikarenakan pertolongan dan bantuannya kepada saudaranya. 

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (674-717 H) mengenal baik keduanya. Kedua orang tersebut sangat loyal kepada khalifah dan sering bermajelis bersamanya.

Roda kehidupan berputar, Khuzaimah mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Sahabat-sahabatnya di Raqqah sigap membantunya. Tapi lama-kelamaan para sahabatnya bosan, merasa terbebani dengan bantuan mereka kepada Khuzaimah. Mereka kemudian meninggalkannya. Khuzaimah pantang untuk meminta-minta kepada sahabatnya. Ia memiliki utang yang banyak. Khuzaimah tidak banyak keluar rumah, ia hidup dalam kekurangan dan penderitaan.

Ikrimah, walikota Al Jazirah merasa kehilangan Khuzaimah. Sudah lama Khuzaimah tidak berkunjung menemuinya. Ia baru tahu dari jamaah majelisnya kalau Khuzaimah sekarang bangkrut dan memiliki banyak utang.

Di malam hari, Ikrimah pergi sendiri menyamar dan menutupi wajahnya dengan kain sorban. Ia mengendarai kudanya menuju rumah Khuzaimah. Perjalanan jauh yang penuh risiko seperti begal ditempuhnya tanpa kenal lelah. Ia merasa berkewajiban menolong orang yang banyak menolong orang lain.

Sesampainya di rumah Khuzaimah, ia mengetuk pintu dan langsung memberikan bungkusan yang berisikan uang kepada Khuzaimah. Ikrimah langsung melompat menaiki kudanya kembali. Khuzaimah bertanya, "Siapa anda?" Ikrimah menjawab dengan suara yang berbeda dengan suara aslinya, "Jaabir Atsaraatil Kiraam.”  Lalu ia melesatkan kudanya menembus kegelapan malam.

Malam itu Khuzaimah belum bisa melihat isi dari bungkusan tersebut. Minyak untuk penerangan pun habis tidak dipunyainya. Keesokan harinya ia membuka bungkusan tersebut didampingi istrinya. Ternyata isinya uang sebanyak empat ribu dinar! Setiap seribu dinar sama dengan 4,25 kg  emas. Jadi total semuanya sama dengan 17  kg emas. Mereka berdua sujud syukur kepada Allah.  Kemudian  Khuzaimah segera melunasi semua utangnya. Masih tersisa cukup banyak untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk modal bisnis.

Ikrimah pulang ke rumah hampir menjelang subuh. Istrinya gelisah dan belum bisa tidur karena menunggu suaminya pulang. Jantungnya berdebar-debar akibat cemburu buta. Ia langsung menegur suaminya. Si istri curiga kalau-kalau Ikrimah memiliki istri lagi. Tidak pernah Ikrimah pergi sendiri tanpa ditemani ajudannya. Istri Ikrimah ngomel dan marah-marah kepada Ikrimah.

Ikrimah bersumpah bahwa ia tidak menikah lagi. Ia sebenarnya ingin menyembunyikan amal kebaikannya. Terpaksa untuk  menenangkan istrinya, Ikrimah menceritakan apa yang dilakukannya kepada Khuzaimah.

Khuzaimah bertanya tanya dalam hati, siapakah orang yang menolongnya. Ia mengira kemungkinan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik telah mengutus orang untuk mengirim uang kepadanya. Ia bersegera menyiapkan bekal dan mengendarai kudanya menuju Damaskus untuk menemui khalifah.

Khalifah senang sekali dengan kunjungan Khuzaimah. Khalifah menegurnya mengapa ia sudah lama tidak menemuinya. Khuzaimah menceritakan musibah yang menimpanya dan ia malu untuk mendatangi sahabat-sahabatnya termasuk khalifah.

Khuzaimah juga menceritakan kejadian aneh yang dialaminya. Khalifah Sulaiman kagum kepada Jaabir Atsaraatil Kiraam. Khalifah penasaran siapa orang yang berjiwa ksatria tersebut. Khalifah berjanji akan memberi hadiah kepada Jaabir Atsaraatil Kiraam jika saja diketahui siapa sejatinya orang tersebut. Khalifah lalu memberi hadiah kepada Khuzaimah berupa uang dan cendera mata. Khalifah juga mengangkat Khuzaimah untuk menjadi walikota Al Jazirah menggantikan Ikrimah Al Fayyadh.

Khuzaimah mendapati Ikrimah Al Fayyadh memiliki utang kepada negara. Khuzaimah menagih, tapi Ikrimah belum bisa melunasi utangnya sekarang. Dia akan melunasinya jika ada kelapangan rezeki. Khuzaimah tidak terima dengan jawaban Ikrimah, ia memenjarakan Ikrimah.

Rupanya Ikrimah meminjam uang negara bukan untuk pribadinya. Ikrimah menggunakan uang pinjaman untuk menolong orang-orang yang kesusahan. Ikrimah salah, tapi tidak seharusnya ia dipenjara.

Ikrimah atau orang orang seperti Ikrimah harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin timbul di kemudian hari. Janganlah menjadi seperti lilin, menerangi orang lain tapi membakar dirinya.

Ikrimah dengan tegar dan tabah menjalani hukuman dalam penjara. Istri dan keluarganya ikut menderita karena harus berpisah sementara dengan orang yang sangat mereka cintai. Istri Ikrimah mengirim utusan untuk menemui Khuzaimah.

Ketika utusan istri Ikrimah bertemu muka dengan Khuzaimah,  ia berkata, "Apakah ini balasan kepada Jaabir Atsaraatil Kiraam?" Khuzaimah kaget, ia mengakui bersalah dan melepas Ikrimah. Khuzaimah menjamu Ikrimah dan mengajaknya berkunjung menemui khalifah yang sedang berkunjung ke kota Romlah, Palestina.

Khuzaimah memberitahu Khalifah bahwa Jaabir Atsaraatil Kiraam adalah Ikrimah Al Fayyadh. Khalifah memberinya uang sebesar sepuluh ribu dinar dan hadiah lainnya.

Khalifah juga mengangkat Ikrimah menjadi gubernur yang meliputi daerah Al Jazirah, Armenia dan Azerbaijan. Khalifah mengatakan bahwa Khuzaimah menjadi bawahan Ikrimah. Jika Ikrimah menghendaki boleh untuk mencopotnya dan menggantikannya dengan orang lain. Ikrimah menjawab kepada Khalifah bahwa ia tetap mempertahankan Khuzaimah menjadi walikota Al Jazirah.

Keduanya tetap menjadi pejabat di masa pemerintahan Sulaiman bin Abdul Malik sampai khalifah wafat.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q134s5374/kisah-jaabir-atsaraatil-kiraam

 

  • 0
  • Baca: 13 kali

لا يستعان بالمشعوذين بأي شيء

السؤال

عمري خمسة وثلاثون سنة، لي ابن وحيد عمره 7 أعوام، جاءني اتصال هاتفي من شخص يخبرني أنه الشيخ فلان، وأنه من محافظة تبعد ما يقرب من أربعمائة كيلو متر عن محافظتي. أخبرني أن هناك مشاكل بيني وبين زوجتي. وأن هناك تأخرا ومشاكل في الإنجاب لدى زوجتي وليس لدى الأطباء حل لذلك، وأن منزلنا به كنز مدفون.
يريد هذا الشيخ أن يعالج ويحل هذه المشاكل أولا، وأن أمر الكنز لا يعنيه في شيء، إلا لو أنا طلبت منه ذلك، سيقوم بالمساعدة لاستخراجه. ولعلاج هذه المشاكل يريد مني أن أقوم برش ومسح المنزل بطوابقه بماء الورد تارة، وماء بالملح تارة، ثم إشعال بخور، وتشغيل سورة البقرة باستمرار في المنزل ككل، ثم إحضار ماء والقيام بقراءة سورة يس عليه؛ لتغتسل به زوجتي بعيدا عن المرحاض.
وفترة العلاج من أسبوع لعشرة أيام، ثم بعد العلاج إذا أردنا الكنز سيساعدنا في ذلك. وبسؤاله عن كيف عرفتني؟ ومن أين لك بالمعلومات ورقم الهاتف ولماذا نحن؟ قال هذا أمر من عند الله، وأنا علي التنفيذ.
أما بالنسبة للمعلومات التي قالها فهي صحيحة: توجد مشاكل شبه دائمة مع زوجتي، وأول حمل لها لم يكتمل، ثم جاء ابني، ثم حوالي أربع مرات يحدث حمل ولا يكمل الشهر الثاني. وبعد الفحوصات والتحاليل تبين أنه لا يوجد ما يمنع الحمل لدي ولا لدى زوجتي. وبعدها توقفت عن الذهاب للأطباء، وأخبرتها أنها إرادة الله ولا يشغلني ذلك الأمر.
أما عن الكنز فهناك الكثير ممن أخبرنا أنه موجود، ولكن دون إثبات أو محاولة منا لاستخراجه.
السؤال: ما رأيكم فيما قاله؟ وما أمر هذا الرجل هل هناك بالفعل من علاقته بالله قوية لدرجة تسخيره لمعرفة تفاصيل، وحل مشاكل العباد بهذا الشكل؟
وبماذا تنصحوني في مشاكلي مع زوجتي شبه المستمرة، لدرجة أنني أوشكت على تطليقها؟
جزاكم الله خير الجزاء.

 

الإجابــة

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

 فهذه الرجل دجال، وربما كانت له استعانة بالجن، وربما كان يتخرص، وربما علم بعض ذلك ببعض الوسائط من المحيطين بك.

وعلى كل حال، فعليك أن تغلق باب الاستعانة به تماما، وألا تتواصل معه بحال.

وأما ما بينك وبين زوجك من المشاكل: فعليكما أن تبحثا عن أسبابها وتعالجاها بصورة طبيعية، وارقيا نفسيكما باستمرار؛ فإن في استعمال الرقية خيرا كثيرا، واستمرا في مراجعة الأطباء بخصوص أمر الحمل؛ فلعل الله ييسر لكما ما فيه الخير.

وأما بخصوص ما ذكر من الكنز: فنصيحتنا ألا تشغل نفسك بهذا الأمر، ولا تفتح على نفسك بابا من الشر يصعب غلقه.

والله أعلم.

 

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/406246/%D9%84%D8%A7-%D9%8A%D8%B3%D8%AA%D8%B9%D8%A7%D9%86-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B4%D8%B9%D9%88%D8%B0%D9%8A%D9%86-%D8%A8%D8%A3%D9%8A-%D8%B4%D9%8A%D8%A1

 

  • 0
  • Baca: 13 kali

Is Recitation of Surat Ala-Imran on Friday’s Recommended?

Question:

As-Salamu alaykum. Is it from the Sunnah to recite Surat Aal-Imran on Friday? And if so, when is the correct time to do so?

 

Answer:

Wa `alaykum As-Salamu waRahmatullahi wa Barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

There are no sound hadiths concerning reading Surat Aal-Imran on Friday. All the reports concerning that are either very weak or fabricated.


In his response to the question, Sheikh Muhammad Saleh Al-Munajjid, a prominent Saudi Islamic lecturer and author, stated:

Reading Surat Aal-Imran on Friday

There are no sound hadiths concerning reading Surat Aal-Imran on Friday. All the reports concerning that are either very weak or fabricated.

Ibn Abbas said: “Prophet Muhammad (peace be upon him) said: ‘Whoever recites the Surah in which the family of Imran (Aal-Imran) are mentioned on Fridays, Allah and His angels will send blessings upon him until the sun sets.’” (Al-Tabarani)

This hadith is very weak or fabricated

Al-Haythami said:

“The isnad of this hadith includes Talhah ibn Zayd al-Riqqi, who is very weak.” (Majma al-Zawaid, 2/168)

Also Ibn Hajar said:

Talhah is very weak. Imam Ahmad and Abu Dawud accused him of fabricating reports. (Fayd al-Qadir, 6/199)

Likewise, Sheikh Al-Albani said:

“This hadith is fabricated”.  Daif al-Jami)

Al-Taymi narrated in al-Targheeb that “Whoever recites Surat Al-Baqarah and Surat Aal-Imran on the night of Jumuah will have reward like that which is between the seventh earth and the seventh heaven.”

Al-Mannawi said:

“This hadith is strange and very weak.”(Fayd al-Qadir, 6/199)

Allah Almighty knows best.

Editor’s note: This fatwa is from Ask the Scholar’s archive and was originally published at an earlier date.

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/prayer/recommended-recite-surat-aal-imran-friday/

 

  • 0
  • Baca: 15 kali

Pesan Presiden Sri Lanka saat Perayaan Maulid Nabi

MAMHTROSO.COM -- Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk merefleksikan ajaran Nabi sehingga dunia menjadi lebih baik.

"Ajaran Nabi Muhammad didasarkan pada konsep mulia kesetaraan bahwa satu orang tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain oleh ras, kasta atau warna. Setiap manusia memiliki hak yang sama, menurut Nabi,"ujar dia dilansir di dailynews, Sabtu (9/11).

Nabi menentang eksploitasi manusia untuk bekerja dan berjuang demi kebebasan budak. Dia mengatakan para pekerja harus diberikan upah mereka bahkan sebelum keringat mereka mengering.

“Cara Nabi Muhammad berkontribusi terhadap nilai-nilai kemanusiaan selama masakonflik memang patut dicontoh bagi kita semua. Pada hari ulang tahun Nabi Suci ini, saya sungguh berharap bahwa visi Nabi, yang membawa pesan cinta universal untuk semua makhluk akan membimbing kita semua dalam usaha kita sehari-hari.

Sirisena juga menyampaikan rasa hormat dan harapan baik kepada semua umat Islam di Sri Lanka dan dunia pada kesempatan penting ini.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0p9ps313/pesan-presiden-sri-lanka-saat-perayaan-maulid-nabi

 

  • 0
  • Baca: 25 kali

Manusia Bermanfaat

MAMHTROSO.COM -- Kelemahan manusia yang paling mendasar dan yang menyebabkannya terlempar ke dalam derajat yang paling rendah (asfala safilin) adalah "kepicikan" dan "kesempitan" akal pikirannya.

Alquran secara terus-menerus menyebutkan kelemahan ini dalam berbagai bentuk dan konteks yang berbeda. Baik kesombongan, mementingkan diri sendiri, maupun sering menampakkan ketamakan pada dasarnya adalah karena kelemahan aspek pikir tersebut.

Oleh karena itu, Alquran mengingatkan kita untuk menggunakan kemampuan inteligensia dan hati nurani (QS al-Hajj [22]: 46) agar bisa menyelamatkan diri dari derajat asfala safilin dan kembali kepada derajat fi ahsani at-taqwim—manusia yang dimuliakan Tuhan karena me miliki mental yang tangguh ketika men jalani kehidupan ini.

Kelemahan lain manusia yakni mudah melupakan Tuhan pada saat mendapatkan nikmat dan kejayaan. Namun, jika tertimpa musibah dan kesulitan, dia menunduk dan meratap di hadapan Tuhan (QS Yunus [10]: 12).

Kecenderungan melupakan Tuhan itulah yang banyak meng akibat kan kita seolah melupakan hakikat diri sebagai seorang hamba yang ti dak dapat lepas dari peran eksis ten sial Tuhan. Jika saja manusia terlepas dari Tuhan, ia akan mengalami frag men tasi eksistensial atau keter pe cah an kepribadian (split of personality).

Akibatnya, ia tidak dapat mem bedakan realitas kehidupan yang mes ti dijadikan sebagai wahana men cip takan optimisme hidup. Karena itulah, Alquran juga meng ingatkan manusia untuk tidak sekalikali melupakan Tuhannya sebab Dia akan membuat manusia lupa akan dirinya sendiri (QS al-Hasyr [59]: 19).

Namun, Tuhan memberikan pengharapan dan optimisme kepada manusia bahwa di dalam menempuh kesulitan tersebut ia akan menda pat kan jalan kemudahan (QS Alam Nasrah [94]: 5-6), asalkan menjalani tiga persyaratan, yaitu: a'tha (memberikan sebagian hartanya di jalan Allah), attaqa (bertakwa), dan mem benar kan adanya pahala yang terbaik (shaddaqa bil husna) (QS al-Lail [92]: 5-7).

Secara definitif, a'tha adalah sikap mau menolong sesama manusia yang kurang beruntung. At-taqa adalah sikap sadar bahwa Allah selalu mengawasi. Shaddaqa bil husna adalah mem benarkan adanya pahala yang terbaik dari-Nya sehing ga mendorong manusia berkompetisi dalam menciptakan kekaryaan yang terbaik (fastabiq al-khairat).

Dengan demikian, baik sikap a'tha, at-taqa, maupun shaddaqa bil husna akan mengantarkan manusia kepada kemudahan dalam meng hadapi kesusahan dan ujian dalam proses menjalani ke hidupannya. Wallahua'lam bishshawwab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0gdsf313/manusia-bermanfaat

 

  • 0
  • Baca: 29 kali

Rahasia Isya dan Subuh yang Perlu Diketahui

MAMHTROSO.COM -- Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa shalat Isya berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) setengah malam, dan barang siapa shalat Subuh secara berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) semalam penuh." (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Hadis ini memberi informasi kepada umat Islam bahwa orang yang shalat Isya dan Subuh berjamaah akan mendapat pahala seperti orang shalat sunah satu malam penuh. Separuh malam pertama dari pahala shalat Isya berjamaah dan separuh malam kedua (terakhir) dari pahala shalat Subuh berjamaah.

Pahala shalat sunah satu malam penuh di sini artinya ganjaran shalat sunah tanpa henti yang dilakukan seseorang sejak shalat Maghrib sampai datang waktu Subuh, tanpa istirahat, tanpa zikir di sela-sela shalat, tanpa berhenti untuk ke kamar mandi, tanpa makan dan minum, tanpa tidur, dan tanpa hal-hal lain di luar shalat sunah.

Bisa kita bayangkan, betapa beratnya mempraktikkan shalat sunah estafet seperti ini jika kita harus benar-benar melakukannya. Jangankan melakukannya, membayangkannya saja kita sudah geleng-geleng kepala. Tetapi, dengan mudah, Allah SWT memberikannya kepada orang yang hanya meluangkan waktu 10 sampai 20 menit untuk shalat Isya dan shalat Subuh berjamaah.

Pahala seperti ini Allah berikan kepada orang yang hanya melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah, meskipun seumpama setelah selesai shalat Isya berjamaah orang itu tidur sampai datang waktu shalat Subuh dan tidak melakukan shalat sunah sama sekali. Lain halnya, jika seandainya orang itu masih bangun malam dan shalat sunah Tahajud, pahala yang akan ia peroleh akan menjadi beberapa kali lipat.

Pertanyaannya, mengapa Allah SWT menjanjikan pahala yang fantastis untuk orang yang melakukan shalat Isya dan Subuh berjamaah? Jawabannya tidak lain karena kedua shalat ini merupakan bukti kekuatan iman seseorang sehingga pantas ketika kedua shalat ini menjadi shalat terberat bagi orang-orang munafik.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya, "Shalat terberat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang Allah siapkan dalam kedua shalat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir shalat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka." (HR Muslim).

Seandainya umat Islam mengetahui keutamaan shalat Isya dan Subuh berjamaah, niscaya mereka akan datang berbondong-bondong menuju masjid-masjid terdekat. Tidak hanya yang berjalan normal, yang harus meminta bantuan orang lain pun pasti akan mendatanginya. Bahkan, dengan cara merangkak pun pasti akan mereka lakukan. Ini semua demi mengejar keistimewaan shalat Isya dan Subuh berjamaah yang pahalanya sama dengan shalat sunah satu malam penuh.

Gerakan shalat Subuh berjamaah yang sedang digalakkan oleh umat Islam Indonesia merupakan bagian dari cara mendapat keutamaan tersebut. Dan waktu Subuh merupakan waktu terbaik untuk memulai perbuatan baik.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q0l7c3313/rahasia-isya-dan-subuh-yang-perlu-diketahui

 

  • 0
  • Baca: 34 kali
Berlangganan RSS feed