Masuk

Taliban Minta Turki Berperan Aktif Bantu Afghanistan

MAMHTROSO.COM -- Pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi menyatakan, Turki dapat memainkan peran aktif dalam berinvestasi, merealisasikan beberapa proyek, merenovasi, dan memulihkan Afghanistan. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan sumber daya yang sudah dimiliki Ankara.

Muttaqi memimpin delegasi Taliban dalam kunjungan resmi ke Turki pada pekan lalu. Dia datang untuk membahas masalah bilateral dan kerja sama tentang masa depan Afghanistan.

Dalam kesempatan itu Muttaqi seperti dikutip Anadolu Agency  mengatakan, pengakuan resmi pemerintah Taliban dan bantuan internasional sangat penting bagi pemulihan ekonomi Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Muttaqi mengadakan pertemuan membahas isu-isu terkait dengan pengakuan resmi terhadap Taliban dan aset milik Afghanistan yang diblokir oleh Amerika Serikat (AS)

Pembekuan cadangan oleh AS setelah pengambilalihan Taliban, menurut Muttaqi, melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia. Dia menekankan uang yang diblokir oleh AS dikirim dari negara lain untuk pembangunan Afghanistan. "Pertanyaan sebenarnya adalah, mengapa uang ini diblokir? Apa yang dilakukan warga Afghanistan?" ujar Muttaqi.

Menurut Muttaqi, AS dan negara-negara lain mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan harus diberikan kepada Afghanistan dan hak asasi manusia harus diberikan. Namun, mereka membiarkan rakyat Afghanistan yang berpenduduk sekitar 40 juta jiwa tanpa kebutuhan pokok.

Muttaqi berharap masalah ini dibawa ke permukaan oleh otoritas Turki. "Seperti yang telah kami katakan dalam pertemuan kami dalam beberapa hari terakhir, dalam pertemuan dengan delegasi AS dan Uni Eropa di Doha, dan dalam pertemuan kami di Turki, negara-negara seperti itu telah didirikan di dunia, beberapa di antaranya telah dicapai dengan paksa, kudeta atau pemilu di mana satu orang atau keluarga dominan. Mengapa ini diakui tetapi pemerintah di Afghanistan tetap menjadi negara de facto?," katanya.

Muttaqi mengatakan ini adalah perampasan hak-hak warga Afghanistan dan mengatakan situasi tersebut memiliki efek negatif pada perekonomian Afghanistan. Dia mencatat bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirim dari seluruh dunia telah didistribusikan dan AS dan Uni Eropa menjanjikan bantuan dalam pertemuan sebelumnya dengan delegasi. Dwina Agustin

https://www.republika.co.id/berita/r15r93377/taliban-minta-turki-berperan-aktif-bantu-afghanistan

 

  • 0
  • Baca: 45 kali

'Wahai Nabi, Mengapa Engkau Makan Sendirian?'

MAMHTROSO.COM -- Pada suatu siang yang terik, seorang petani miskin menghampiri Nabi Muhammad SAW. Waktu itu, Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama beberapa sahabatnya. Mereka berteduh di bawah rindang pohon kurma.

Begitu melihat seseorang mendekat, Nabi SAW berdiri dari tempatnya. Dengan ramah, beliau menjawab salam lelaki tersebut. Kemudian, petani itu dipersilakannya duduk.

Rupanya, orang itu membawa sekantong kecil yang penuh buah anggur. Ia pun menyerahkan buah-buahan itu kepada Nabi SAW. “Wahai Rasulullah,” katanya, “terimalah pemberianku yang tidak seberapa ini. Aku membawanya dari kebun tempatku bekerja.”

Beliau menerima hadiah tersebut dengan khidmat sambil mengucapkan terima kasih. Setelah duduk kembali, Rasul SAW menaruh sekantong buah itu di atas meja. Sebutir anggur lalu diambilnya, untuk kemudian dimakan oleh beliau.

Para sahabat yang hadir menatap makanan itu dengan penuh harap. Di luar dugaan, Nabi SAW tidak menawarkan satu pun dari buah tersebut kepada mereka. Tangan beliau terus mengambil setiap butir anggur itu.

Setiap memakannya, wajah Rasulullah SAW tampak berbinar. Bibirnya juga tersenyum. Melihatnya, petani miskin itu menjadi sangat senang. Apalagi, beliau menghabiskan seluruh anggur pemberiannya tanpa sisa.

Di luar dugaan, Nabi SAW tidak menawarkan satu pun dari buah tersebut kepada mereka. Tangan beliau terus mengambil setiap butir anggur itu.

Si pemberi merasa bahagia karena melihat Nabi SAW dengan lahap menghabiskan hadiahnya. Ia berpikir, anggur itu pastilah terasa sangat nikmat. Begitu enaknya, sampai-sampai beliau “lupa” menawarkan buah tersebut kepada para sahabat yang lain.

Sesudah itu, si petani pamit. “Aku harus kembali ke kebun, ya Rasulullah! Terima kasih telah menerima hadiah anggur dariku,” katanya.

Maka, pergilah lelaki itu dengan hati yang lapang. Bukan main sukacitanya, sebab ia melihat sendiri bagaimana sosok semulia baginda Nabi SAW menikmati pemberiannya yang hanya sekantong buah anggur.

Sesudah petani itu menjauh dari pandangan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. Mereka merasa sangat heran.

Sesudah petani itu menjauh dari pandangan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. Mereka merasa sangat heran. Sebab, jarang-jarang beliau berbuat begitu. Biasanya, Nabi SAW membagikan apa saja hadiah yang diterimanya kepada kaum Muslimin yang membutuhkan.

Apalagi, mereka yang membersamainya saat itu sedang agak lapar. Di tengah terik matahari siang, tentu mulut akan terasa segar kalau mengunyah beberapa butir anggur.

“Ya Rasulullah,” kata seorang dari mereka memberanikan diri, “mengapa engkau makan sendirian buah anggur tadi? Mengapa sama sekali engkau tidak menawarkannya kepada kami?”

Rasulullah SAW tersenyum. Beliau lalu menjelaskan kepada mereka, “Aku memakan semuanya karena anggur-anggur itu terasa masam. Jika menawarkannya kepada kalian, aku khawatir nanti wajah kalian akan menunjukkan kesan tidak suka. Bila sampai begitu, tentu perasaan lelaki tadi akan tersinggung.”

Begitulah akhlak mulia Nabi SAW. Dari kisah tersebut, setidaknya kita dapat memetik beberapa hikmah. Pertama, jadilah seorang Muslim yang menghargai perbuatan baik orang lain. Walaupun tidak sesuai harapan, ikhtiarnya untuk berbagi kebaikan patut diapresiasi.

Kedua, jangan mencela makanan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, diterangkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah satu kali pun mencerca makanan. Jika suka, beliau akan memakannya. Bila tidak suka, sajian itu tidak dicicipinya.

Rasulullah SAW tidak pernah satu kali pun mencerca makanan.

Nabi SAW pun mengonsumsi apa saja yang disediakan untuknya selama itu halal dan baik. Perkara selera tidak sampai menyusahkannya. Jabir berkata, “Rasulullah SAW pernah menanyakan lauk pauk kepada keluarganya, tetapi mereka menjawab, ‘Kami hanya mempunyai cuka.’ Lantas, beliau memintanya dan makan dengannya seraya bersabda, ‘Lauk yang paling lezat adalah cuka, lauk yang paling lezat adalah cuka.’

Imam Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin mengatakan, “Mencela makanan merupakan tanda keangkuhan dan kemewahan.” Seorang Muslim tentunya harus menghindari sifat sombong. Makan dan minum apa adanya dan sewajarnya, itu juga menjadi tanda syukur ke hadirat Allah SWT.

Ketiga, menjaga martabat sesama Muslimin. Dalam cerita di atas, Rasulullah SAW memakan semua anggur masam itu bukan lantaran tamak atau rakus. Beliau hanya ingin mencegah para sahabat untuk menunjukkan wajah tidak suka terhadap anggur pemberian itu.

Bayangkan bila beberapa orang mencicipi buah tersebut lalu secara refleks menampilkan kesan tidak suka. Tentu, si pemberi tidak hanya akan merasa heran. Boleh jadi, harga dirinya akan tersinggung. Dalam pikirannya, orang-orang akan mengira dirinya sengaja memberikan hadiah yang jelek kepada sosok semulia Nabi SAW.

https://republika.id/posts/21346/wahai-nabi-mengapa-engkau-makan-sendirian

 

  • 0
  • Baca: 60 kali

Apa yang Dikerjakan Iblis Jelang Kelahiran Muhammad SAW?

MAMHTROSO.COM -- Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin Rabiul Awwal di tahun Gajah. Ada pertanyaan menggelitik seputar kelahiran sosok agung tersebut antara lain apa yang setan kerjakan di hari kelahiran Nabi Muhammad SAW?

Pusat Fatwa Dar Al Ifta Mesir menjelaskan, iblis berusaha menembus pintu langit ketujuh untuk mencuri kabar berita terbaru dari langit untuk dijadikan sebagai dasar penyesatan umat manusia. Namun mereka gagal menembusnya. 

 

Lalu iblis berteriak kepada rekan-rekannya yang lain agar segera berkumpul. Lalu iblis tersebut ditanya, "Ada apa, apa yang membuat kau ketakutan?" Lalu iblis itu menjawab:

"Celakalah kalian, aku terus gagal menembus langit dan bumi dari semalam. Ada peristiwa besar yang telah terjadi di bumi sebagaimana apa yang terjadi saat Tuhan menciptakan (Nabi) Isa, putra Maryam. Maka pergilah dan lihat apa yang terjadi."

Setan-setan pun berpencar untuk memastikan apa gerangan yang sedang terjadi. Kemudian mereka berkumpul kembali dan berkata, "Kami tidak menemukan apa-apa."

Karena tidak mendapatkan informasi apapun, iblis turun ke bumi dan mengelilinginya untuk mencari tahu sebetulnya apa yang sedang terjadi. Kemudian sampailah ia di al-Haram, tempat suci yang dikelilingi malaikat. 

Iblis itu masuk tapi tidak berhasil. Hingga kemudian ia berubah menjadi burung kutilang, lalu berhasil masuk hingga menemui jibril.

Iblis bertanya kepadanya, "Apa yang sedang terjadi di bumi ini?" Lalu jibril menjawab, "Muhammad lahir." Iblis berkata lagi, "Apakah saya dapat bagian di dalamnya?" Jibril menjawab, "Tentu tidak."

Iblis bermaksud ingin melancarkan serangan tapi pada akhirnya ia dikurung selama 40 hari dan tahtanya ditenggelamkan juga selama 40 hari. Semua patung-patung berhala menjerit-jerit. Mereka mendengar suara begini:

"Wahai keluarga Quraisy, kabar gembira telah datang kepada kalian. Pemberi peringatan telah datang. Ia bersama kemuliaan abadi dan merupakan penutup para nabi dan rasul..."

https://www.republika.co.id/berita/r18vhe320/apa-yang-dikerjakan-iblis-jelang-kelahiran-muhammad-saw

 

  • 0
  • Baca: 46 kali

Menjadi Cahaya Zaman

MAMHTROSO.COM -- Setiap Rabiul Awal, kita diingatkan kembali dengan momen kelahiran seorang tokoh besar dunia yang telah mengubah dan menentukan jalannya sejarah umat manusia, yakni Nabi Muhammad SAW. Michael H Hart, astrofisikawan asal Amerika bahkan menempatkannya di peringkat pertama dari seratus tokoh paling berpengaruh di dunia dalam bukunya yang sangat populer, The 100, A Ranking of The Most Influential Persons in History (1978).

Sebuah pengakuan yang tentu saja bukan tanpa alasan. Kita mengenal sosok Nabi Muhammad, selain sebagai utusan Allah yang menerima wahyu Allah dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada umat manusia, beliau SAW juga seorang manusia yang secara tabiat sangat baik dan layak diteladani.

Banyak tokoh besar dunia yang kemudian tenggelam dan dilupakan sejarah, tetapi tidak dengan Muhammad SAW. Sepanjang sejarah, Nabi SAW selalu menjadi bahan pembicaraan dan ditulis dalam berbagai buku, tak hanya di dunia Islam tetapi juga di luar Islam, dari kalangan orang biasa hingga orang-orang besar, pemikir, dan kaum cendekiawan.

Sebagai utusan Allah, Nabi SAW telah menyampaikan dakwah dengan baik dan berhasil sesuai perintah Allah selama lebih kurang 23 tahun, 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Berbagai caci-maki dan kekerasan, baik verbal maupun fisik, beliau hadapi dengan sabar.

Setelah hijrah ke Madinah, peperangan demi peperangan demi mempertahankan iman dan Islam, juga dilakoni tanpa pernah gentar atau surut sedikit pun. Menang kalah juga telah dialami; menang di Perang Badar dan kalah di Perang Uhud.

Sebagai manusia biasa, tabiat Rasulullah sangat baik, seperti murah hati, jujur, penyayang, suka membantu orang lain, terutama yang kesusahan, amanah, dan lainnya, juga menjadi nilai tinggi yang membuat banyak orang respek, tertarik, dan mencintai dengan tulus.

Allah menyebut karakter Nabi SAW dalam Alquran, “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang baik.” (QS al-Qalam [68]: 4).

Budi pekerti ini telah melekat pada diri Nabi SAW, bahkan sebelum menjadi rasul. Setelah menjadi utusan Allah, akhlak Nabi SAW adalah Alquran, seperti disampaikan oleh Ummul Mukminin Aisyah (HR Ahmad).

Karena itu, Nabi Muhammad adalah “insan kamil” (manusia sempurna), yang menurut Ibnu Arabi, manusia yang telah sempurna dari segi wujud dan pengetahuannya. Sementara, menurut al-Jili, Rasulullah adalah contoh manusia ideal. Jati diri Nabi SAW tak semata-mata dilihat sebagai utusan Allah, tetapi juga sebagai cahaya (nur) Ilahi yang menjadi pangkal atau poros kehidupan di jagat raya.

Rabiul Awal yang dikenal juga sebagai “bulan Maulid” seyogianya tak berhenti pada aspek seremonial, peringatan, atau perayaan, tetapi berlanjut kepada kesadaran untuk mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad dan meneladan akhlak luhur beliau.

Sebagaimana Rasulullah SAW menjadi cahaya pada zamannya, kita juga menjadi cahaya pada zaman kita sekarang dengan akhlak luhur, baik terhadap sesama maupun alam sekitar.

Wallahu a’lam.

https://www.republika.id/posts/21414/menjadi-cahaya-zaman

 

  • 0
  • Baca: 48 kali

الثبات على الهداية والطاعة

السؤال

أولا: ادعوا لي بالهداية، فأنا بحاجة إليها.
أنا شاب في الثامنة عشر من عمري، بدأت ألتزم منذ حوالي عام أو عام ونصف، بعد قراءتي لكتاب يسمى (كيف أتوب)، إلا أنني قد واجهت شيئا من الصعوبة في أمري، وسأشرح لكم موقفي بإطالة، فأرجو منكم العذر في شغلي زمنكم:
1- أكبر مشاكلي عدم الالتزام بالصلاة -كسلا مني-، وأعلم سوء هذا، وأن هذا من الكفر، فقد قرأت عددا من فتاواكم، وقد التزمت، وتركت كل معصية أقوم بها لفترة لا أذكر قدرها، لكنها لم تكن أقل من شهر، أو اثنين في الغالب.
ذقت فيها حلاوة الصلاة، وحاولت أن أحفظ من القرآن، فكنت أحفظ، وأصلي بما حفظت، فيثبت حفظي. كنت في تلك الفترة راضيا عن نفسي، أذكرها فتكاد تدمع عيني، لولا حبسي لدمعي؛ إلا أنني بعد فترة من ذلك أخذت أرخي الزمام، فصرت أؤخر الصلاة إلى آخر وقتها، حتى أني أسمع أذان المغرب، وأنا أصلي العصر، ثم صرت أؤخر الصلوات جميعا، وأصليها كلها مع العشاء.
ثم بت أجمع الأيام يومين، وثلاثة، حتى بت لا أصلي، ولقول الحق فإني في رمضان السابق ما سجدت، ولا صليت إلا مرة واحدة، سمعت موعظة لمست قلبي، فصليت، وما لبثت يوما فجف القلب، ولم أصل بعدها إلا مرات تعد على أصابع اليد. ولا أقول هذا كشفا لستر الله عليَّ، ولا فخرا، إنما التماسا للنصح والموعظة.
و للعلم فإني كل ما سمعت موعظة يؤلمني قلبي، فألتزم ثم ألبث قليلا، فأرخي، وما بقيت يوما، أو سمعت أذانا، أو قرأت اسم الله، إلا وأحسست بالغم وندمت، كنت أتمنى لو كان بإمكاني التواصل مع أحد مشايخكم شخصيا التماسا ليعظني بلا ضيق أو ملل.
أرجو حلا لهذا الموقف، لعل الله يكسبكم فيَّ الأجر.

 

الإجابــة

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد: 

فنسأل الله لك الهداية والثبات، ثم اعلم أن ترك الصلاة من أعظم الموبقات، وأكبر الذنوب، نسأل الله العافية، وانظر الفتوى: 130853.

والذي يعينك على الحفاظ عليها، وعلى سائر الطاعات أمور.

أهمها: دوام الدعاء، واللجأ الصادق لله تعالى أن يهديك، ويثبتك، فالقلوب بين إصبعين من أصابعه -سبحانه- يقلبها كيف يشاء.

ومنها: مجاهدة النفس مجاهدة صادقة، فإن الله يقول: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا {العنكبوت:69}.

ومنها: مصاحبة الصالحين، وإيجاد البيئة الإيمانية التي تستعين بها على المضي قدما في طاعة الله تعالى.

ومنها: البعد عن أسباب الشر، وسائر الملهيات والصوارف عن الطاعة.

ومنها: دوام سماع المواعظ، وتكرار حضور مجالس العلم، وقراءة ما يرقق القلب.

ومنها: دوام الفكرة في الموت، وما بعده، واستحضار أنك موقوف غدا بين يدي الله تعالى، وأنه سبحانه سائلك عن القليل والكثير.

ومنها: دوام التفكر في أسماء الرب تعالى، والعلم بأنه تعالى شديد العقاب، وأن غضبه -سبحانه- لا تقوم له السماوات والأرض.

ومنها: قراءة سيرة النبي -صلى الله عليه وسلم-، وأصحابه، والصالحين من هذه الأمة، والاجتهاد في التشبه بهم، والاهتداء بهديهم.

نسأل الله أن يتوب عليك، ويهديك صراطا مستقيما.

والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/447607/%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A8%D8%A7%D8%AA-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D9%87%D8%AF%D8%A7%D9%8A%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B7%D8%A7%D8%B9%D8%A9

 

  • 0
  • Baca: 35 kali

What Were the Signs of Prophet Muhammad’s Birth?

Question:

On Islamic web-sites I found narratives about the birth of Prophet Muhammad in which it is claimed that miraculous events had happened at Muhammad's birth. The narratives are very different and they include Muhammad's mother Amina, light, angels, prophets, his paternal grandfather Abdul Mutalib, the Kaaba, strange events in Persia (Zoroastrian fire temple, the palace of Khosrau I) and in Byzantine Empire (the royal chapel of Emperor Justin II). In which of these narratives do Muslims believe to be indeed historically true in the same manner that Christians believe that the star of Bethlehem which led the three wise men to the newborn Christ or angels' annunciation of the birth of Christ to the shepherds in Bethlehem are historically true?

 

Answer:

Short Answer:

  • Muslims do not build their love and acceptance of Prophet Muhammad on the miracles that accompanied his blessed birth. Rather, they build that on their faith in him, which stems from the faith in the message he was sent with.
  • If you ask me, do you believe that these strange events happened around the time of the birth of Prophet Muhammad, I will say, yes I do believe that what has been told to us by the Prophet to have happened, must have happened.

_____________________________________

Salam (Peace) Dear Zdenka,

Thank you for your question and for contacting Ask About Islam.

Let me first of all thank you for the intriguing question and your deep research, as it appears from your words that you have read very well about the topic.

Events of History Versus Sunnah

Before I talk about the historical events that accompanied the birth of our beloved Prophet Muhammad (peace be upon him), let me highlight that the events of history cannot be taken as authentic as the Sunnah (sayings, deeds and attributes of the Prophet) which has been narrated to us with an unbroken chain of authenticity.

This is simply because the Sunnah has been subject to verification and authentication processes which are not normally applied on historical events.

The Message of Prophet Muhammad

Muslims do not build their love and acceptance of Prophet Muhammad on the miracles that accompanied his blessed birth. Rather, they build that on their faith in him, which stems from the faith in the message he was sent with.

The historical events of the life of any Prophet cannot be taken without undergoing the process of verification and authentication. Therefore, Muslims are not very bothered with the great events that shaped a change in the world celebrating the coming of the final Messenger Muhammad.

Rather, they are more focused on the essence of the message that Prophet Muhammad brought to mankind.

The value of great men is not derived from the events that happen around them; rather, it is driven from the contribution they have made to human race, the amount of goodness they brought with them and the positive change they managed to carry out.

When Prophet Muhammad came, he changed the face of humanity and brought new concepts to people and managed to bring light to their minds and lives.

The Birth of Prophet Muhammad

The very event of his birth was in itself a big addition to mankind.

Regardless of the great signs that accompanied his birth and the attempt of trying to prove that historically, the fact that he was a prophet and a great man is still the same.

To say that the events that accompanied the birth of Prophet Jesus Christ (peace be upon him) are historically proven is something that can be argued by other historians who do not belong to Christianity or can even be dismissed from having any relation with Jesus, by other people who do not see the event from
a pure Christian perspective.

Therefore, history may fail us here and to save time, history may fail in matters of faith, simply because history is very much dependent on human effort while religion is a Divine thing; that is to say, what is human is limited and defective while what is Divine is perfect and unlimited.

If you ask me, do you believe that these strange events happened around the time of the birth of Prophet Muhammad, I will say, yes I do believe that what has been told to us by the Prophet to have happened, must have happened.

And what we are not told about by the Prophet himself must have been communicated down through historians, because there is no smoke without fire. Yet, I do trust what the Prophet told us that it has happened.

In the hadith narrated by At-Tabarani, the Prophet says:

“When my mother was pregnant, she saw as if light has come out of her and extended to lighten the palaces of the Levant.”

The Historical Context

Now speaking of history itself, what is history and how did it come to existence?

History is basically the recording, whether in oral or written form, of the life incidents and events since very long ago.

The way history is communicated from a generation to another is normally through word of mouth or written passages, records or books.

When we think of what happened at the time of the birth of Prophet Jesus and how it was communicated to us, we will realize that they have been communicated down to us through word of mouth (narration) which was later on put into a written form (in this case it was in the Gospel).

This is history in its simplest meaning, and by applying the same methodology, we can realize that the same happened with the life events of Prophet Muhammad.

Word of Mouth

Taking into account that Arabs at that time did not have the culture of reading and writing on a large scale, the only way of communicating things or recording them was through word of mouth.

Living in the clear vast desert, Arabs were very well known for their strong memories that enabled them to memorize thousands of lines of poetry and narrate them all over Arabia.

It was with these strong memories that they recorded to us such events including the collapse of some parts of the palace of Khosrau I, the water of the lake of Sawa that disappeared to the ground, the valley of Samawah that was flooded with water and the sacred fire of the Magians that went off after a thousand years of being on.

These were kept in the memories of generations, until it was written down later on in the books that speak about this stage of human history.

I hope this answers your question. Please keep in touch.

Salam.

(From Ask About Islam archives)

https://aboutislam.net/counseling/ask-about-islam/signs-prophet-muhammads-birth/

 

 

  • 0
  • Baca: 51 kali

SEKOLAH BERASRAMA MEMBENTUK JATI DIRI YANG LEBIH KUAT

By : Shaleka Alaeka

 

Pendidikan berbasis asrama atau yang lebih sering disebut dengan boarding school merupakan salah satu bentuk alternatif pendidikan yang semakin menjadi tren di dunia pendidikan saat ini. 

Terdapat berbagai bentuk dan karakteristik pendidikan yang berbasiskan asrama atau boarding school. Sebagai orang awam, pengelompokan sekolah berasrama yang paling mudah diidentifikasi adalah asrama keagamaan dan juga asrama umum. 

Sekolah berasrama keagamaan adalah sekolah berbasis agama yang terfokus pada penguasaan ilmu-ilmu agama. Seperti, menghafal Al-Qur'an, kajian kitab kuning, dll.

Adapun sekolah berasrama umum adalah, sekolah-sekolah formal reguler yang mengikuti kurikulum nasional, kegiatan asramanya pun terfokus pada pendidikan-pendidikan umum. Sekolah berasrama model inilah yang banyak disinggung oleh 'Bapak Pendidikan Nasional Indonesia' yaitu Ki Hajar Dewantara, sehingga diyakini bahwa, pendidikan berbasis asrama adalah model pendidikan ideal di Indonesia.

Selain sebagai model pendidikan ideal di Indonesia, sekolah berbasis asrama juga  memiliki banyak manfaat untuk para siswanya. Baik manfaat dalam pembentukan jati diri ataupun kecerdasan otak.

 Manfaat-manfaat boarding school dalam pembentukan jati diri, antara lain:

1. Membuatmu menjadi lebih bertanggungjawab.

    Dengan peraturan khusu yang ada di asrama, akan mengajarkanmu untuk lebih bertanggung jawab pada dirimu sendiri.

    Walaupun mungkin pada awalnya akan terasa sangat berat untuk mematuhi peraturan-peraturan asrama, tapi seiring dengan berjalannya waktu            makan peraturan-peraturan tersebut akan berubah menjadi kebiasaan baik untukmu.

2. Mandiri

    Setelah resmi memasuki asrama, kamu harus siap melepaskan kenyamanan ala rumahan, dan juga ketergantungan pada orang tua.

    Karena di asrama kamu tidak akan lagi bisa bertemu kedua orangtuamu, ataupun menikmati fasilitas layaknya ketika berada di rumah.

    Di sini, kamu akan belajar untuk terbiasa mengurus segala sesuatunya sendiri. Dan dengan terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri inilah yang          membuatmu cenderung percaya diri, dan lebih berani menjalani hidup.

3. Melatih kedisiplinan.

    Jika kemandirian penuh sudah menjadi rutinitas, rasa tanggung jawab pun semakin meninggi. Satu lagi manfaat yang bisa membentuk karaktermu        menjadi lebih baik. Yaitu, kedisiplinan.

 

Dengan bersekolah di asrama, hidupmu akan menjadi lebih teratur. Karena, seluruh kegiatan yang ada di sana sudah diatur juga terjadwal dengan baik. Baik itu jadwal kegiatan ataupun beribadah.

 Selain beberapa poin di atas, sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari sekolah berasrama. Namun, jika disimpulkan manfaat utama dari bersekolah di boarding school adalah kamu akan memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Hal ini sangat bermanfaat untuk masa depanmu. Bagaimanapun juga, karakter dan kepribadian itu akan sangat berguna bagimu untuk hidup bermasyarakat.

  • 0
  • Baca: 37 kali

Viral, Pikap Jadi-jadian Ini Bikin Heboh Warganet

MAMHTROSO.COM -- Modifikasi kendaraan yang tidak umum rupanya bisa menimbulkan kehebohan masyarakat, khususnya warganet. Kali ini sebuah pikap yang bisa terlepas dari bak mencuri perhatian.

Bagian depan dari pikap ini bahkan bisa dipisahkan dari bak belakang yang biasa digunakan untuk memuat barang. Sehingga pikap ini mendapat julukan 'kepala buntung'.

Kehadirannya pun begitu mencuri perhatian masyarakat dan kian viral bahkan hingga ke akun-akun komedi luar negeri. Penasaran seperti apa penampakan pikap 'kepala buntung' viral ini? Simak ulasan selengkapnya.

Kepala Bisa Dilepas dari Badan

Sebuah mobil pikap berwarna hitam baru saja berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Pikap ini bukanlah pikap biasa, melainkan memiliki keistimewaan tak ditemukan pada mobil pikap lainnya.

Diketahui bagian depan dari mobil ini yaitu tempat di mana sopir biasa mengemudi dapat dilepas. Bagian depan atau kepala mobil ini bisa dipisahkan dari badan atau bak yang biasa dipakai untuk memuat barang.

Seperti dikatakan dalam tayangan saluran Youtube BAPAK MUSTOFA KEPALA JENGGOT, mobil pikap tersebut sontak menjadi sorotan banyak kalangan. Mobil pikap yang mendapat julukan 'kepala buntung' itu pun juga berhasil mencuri perhatian akun-akun komedi di luar negeri.

"Banyak yang terhibur dengan sosok pikapku, atau pikap buntung ini hahaha. Bahkan banyak di upload di kanal-kanal komedi luar negeri," ungkap keterangan dalam tayangan.

Berbadan Motor

Bahkan ketika dipisahkan dari badannya, pikap ini tetap masih bisa dikendarai. Nampak dari tayangan yang beredar, pikap tersebut mempunyai badan motor.

Sehingga nampak memiliki sebanyak tiga roda. Di bagian depan sudah terdapat dua roda, dan didukung dengan satu roda di bagian belakang. 

Komentar Warganet

Untuk mengisi bahan bakar, tempatnya pun terletak di bagian belakang dekat dengan satu rodanya. Kehadirannya pun sontak mencuri banyak pihak. Banyak dari mereka yang memberikan reaksi lewat ragam komentar yang ditinggalkan.

"Kekreatifan orang Indonesia yg membuat orang Jepang menangis melihatnya.....lanjutkan bang ide ide yg g masuk akal jadi fantastik," tulis komentar akun Haris Andrea.

"Bapak mustofa memang kreatif.Amazing.Iki nembe karya anak bangsa," lanjut Mas Ali Mancing.

"Sumpah keren bngt bang, kreatif inovatif dan imajinasi yg tinggi...karya karya yg bikin anak indonesia selalu bangga," papar Wahyu Firmansyah.

"NGAKAK ABIS SUMPAH," timpal Ricky Hidayat. 

https://www.liputan6.com/otomotif/read/4680823/viral-pikap-jadi-jadian-ini-bikin-heboh-warganet

 

  • 0
  • Baca: 54 kali
Berlangganan RSS feed