Masuk

Belajar dari Sumur

MAMHTROSO.COM -- Kebanyakan orang mungkin pernah tahu atau setidaknya mendengar kata sumur. Jika kita rajin memerhatikannya dengan saksama, akan ditemukan fenomena menarik yang membalikkan logika materialistis. Logika materialistis menyatakan bahwa sesuatu yang dibagikan atau diambil jumlahnya, akan berkurang dan menyusut. Namun, fenomena sumur berbicara lain. Sumur semakin sering diambil airnya, semakin bertambah dan bersih airnya.

Air sumur pada umumnya mengandung lumut yang terkadang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Baru diketahui setelah menempel di dinding-dinding bak mandi. Lumut ini akan terangkat dari sumur berbarengan dengan ditimba airnya. Semakin banyak air ditimba, akan semakin banyak pula lumut yang terangkat dari sumur. Akibatnya, mata air-mata air yang berada di dalamnya terbebas dari sumbatan endapan lumut.

Selain itu, lubangnya semakin membesar dan bertambah karena terstimulan oleh banyaknya air yang diambil. Oleh karena itu, menjadi sangat logis jika sebuah sumur yang airnya banyak diambil, akan semakin banyak jumlahnya dan jernih warnanya ketika tiba musim kemarau.

 Sebaliknya, jika sebuah sumur jarang, bahkan tidak pernah diambil airnya, lumut yang berada di dalamnya akan mengendap. Bila endapan tersebut dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, ia akan menutupi lubang air yang berada di sumur tersebut.

Alih-alih mata airnya bertambah, yang ada saja menjadi tertutup oleh lumut. Oleh karena itu, jika tiba musim kemarau, sumur yang jarang diambil airnya akan kering kerontang dan jika ingin berair lagi, harus dikuras terlebih dahulu.

Fenomena sumur di atas sejalan dengan prinsip berbagi dalan ajaran Islam. Menurut Islam, harta seseorang tidak akan berkurang karena disedekahkan. Malah, secara kualitas, akan semakin bertambah. Ada tiga istilah pokok dalam Alquran yang merujuk pada berbagi, yakni infak, zakat, dan sedekah. Infak berasal dari kata nafaqa yang berarti keluar. Berinfak berarti mengeluarkan sesuatu (harta), baik pada jalan kebaikan (QS Ali Imran [5]: 134) maupun jalan keburukan (QS al-Anfal: 36).

Infak pada jalan kebaikan terbagi ke dalam dua bagian, yakni zakat dan sedekah. Zakat secara bahasa berarti bersih dan tumbuh. Ketika seseorang berzakat, pada hakikatnya ia sedang membersikan hartanya dari hak orang lain. Terkadang, hak orang lain pada harta seperti lumut, yaitu sangat halus dan keberadaannya jarang disadari sehingga orang tidak berzakat salah satunya karena merasa hartanya sudah halal atau bersih.

Padahal, pada harta halal itu tetap saja masih ada kotoran berupa hak orang lain. Oleh karena itu, mengeluarkan zakat secara berkala menjadi sangat penting supaya harta menjadi bersih dan menumbuhkan kebaikan sebagaimana firman Allah SWT, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS at-Taubah: 103).

Sedangkan, sedekah berasal dari kata shidq yang berarti jujur dan benar. Ketika seseorang bersedekah, pada hakikatnya, ia sedang membuktikan kebenaran imannya. Sedekah juga seakar dengan kata shadieq yang berarti kawan atau teman. Jadi, bersedekah berarti setiap pemberian yang menghasilkan kedekatan jiwa dan raga antara pemberi dan yang diberi. Oleh karena itu, sedekah tidak hanya berbentuk harta, tetapi juga dapat melalui kebaikan lainnya, seperti tersenyum dan menyingkirkan duri dari jalanan.

Dalam sebuah hadis dijelaskan, "Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, kecuali bertambah, bertambah, bertambah ...." ( HR at-Tirmidzi). Wallahu a'lam bi shawwab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/pons5m313/belajar-dari-sumur

 

 

  • 0
  • Baca: 7 kali

القرآن شفاء من جميع الأدواء القلبية والبدنية

السؤال

قرأت ذات مرة طريقة لرقية النفس، وهي عبارة عن قراءة سورة يس إلى كلمة مبين، قراءة آية الكرسي 11 مرة، أي أن تتم السورة. 
هل يجوز هذا أم لا؟ 
شكرا.

 

الإجابــة

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد:

فإن القرآن يشرع للمسلم قراءة ما شاء منه، والرقية به، وسؤال الله به ما يشاء العبد من الحاجات، فإنه ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: اقرؤوا القرآن، وسلوا الله به، قبل أن يأتي قوم يقرؤون القرآن، فيسألون به الناس. رواه أحمد وصححه الألباني في صحيح الجامع.

وعن عمران بن حصين أيضا أنه مر على قارئ يقرأ، ثم سأل، فاسترجع، ثم قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من قرأ القرآن فليسأل الله به، فإنه سيجيء أقوام يقرؤون القرآن، يسألون به الناس. رواه الترمذي، وقال: حديث حسن ـ وصححه الألباني في صحيح الترغيب.

وفي صحيح ابن حبان عن عائشة -رضي الله عنها- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل عليها وامرأة تعالجها، أو ترقيها فقال: عالجيها بكتاب الله. وصححه الألباني.

قال المباركفوري في تحفة الأحوذي: فليسأل الله به: أي فليطلب من الله تعالى بالقرآن ما شاء من أمور الدنيا والآخرة، أو المراد أنه إذا مر بآية رحمة، فليسألها من الله تعالى، وإما أن يدعو الله عقيب القراءة بالأدعية المأثورة. اهـ.

وقال ابن القيم ـ رحمه الله ـ في كتابه زاد المعاد: فالقرآن هو الشفاء التام من جميع الأدواء القلبية والبدنية، وأدواء الدنيا والآخرة، وما كل أحد يؤهل ولا يوفق للاستشفاء به، وإذا أحسن العليل التداوي به، ووضعه على دائه بصدق وإيمان، وقبول تام، واعتقاد جازم، واستيفاء شروطه لم يقاومه الداء أبداً، وكيف تقاوم الأدواء كلام رب الأرض والسماء، الذي لو نزل على الجبال لصدعها، أو على الأرض لقطعها؟!! فما من مرض من أمراض القلوب والأبدان، إلا وفي القرآن سبيل الدلالة على دوائه وسببه، والحمية منه لمن رزقه الله فهما في كتابه، قال تعالى: أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {العنكبوت:51} فمن لم يشفه القرآن، فلا شفاه الله، ومن لم يكفه القرآن، فلا كفاه الله. انتهى.

وراجع حول تخصيص بعض القرآن الكريم لأغراض معينة لم ترد بها النصوص، الفتوى رقم: 314371، والفتوى رقم: 64665، والفتوى رقم: 319552
والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/338725/%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%86-%D8%B4%D9%81%D8%A7%D8%A1-%D9%85%D9%86-%D8%AC%D9%85%D9%8A%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%AF%D9%88%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D9%82%D9%84%D8%A8%D9%8A%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%AF%D9%86%D9%8A%D8%A9

 

  • 0
  • Baca: 6 kali

The Month of Rajab is So Special: Here is Why!

Question:

What is special about the Islamic month of Rajab? Should I perform any particular acts of worship?

 

Answer:

Short Answer: The month of Rajab is one the four sacred months mentioned in the Quran during which war and fighting are not allowed. The concept of fighting is comprehensive. It can refer to fighting anger, fighting depression, fighting bad habits, fighting injustice, etc.

………….

Salam dear questioner,

Thank you for your question.

A Sacred Month

The month of Rajab is one the four sacred months mentioned in the Quran during which war and fighting are not allowed. We read in the Quran what gives the meaning of:

*{Indeed, the number of months with Allah is twelve [lunar] months in the register of Allah [from] the day He created the heavens and the earth; of these, four are sacred…}* (Quran 9:36)

The other three sacred months are Dhul-Qidah, Dhul-Hijjah and Muharram. Some scholars call the month of Rajab, Rajab al-Haram because it is one of the four sacred month.

The concept of fighting is comprehensive. It can refer to fighting anger, fighting depression, fighting bad habits, fighting injustice, etc.

So, every Muslim should fight all these things the whole year around especially in Rajab.

In the Sunnah, we read the following hadith about the sacred months:

“Time has come back to its original state which it had when Allah created the Heavens and the Earth; the year is twelve months, four of which are sacred. Three of them are in succession; Dhul-Qidah, Dhul-Hijjah and Al-Muharram, and (the fourth being) Rajab Mudar which stands between Jumad (Ath-thani) and Shaban.” (Al-Bukhari)

In this hadith, the Prophet (peace be upon him) gave the month of Rajab another name which is Rajab Mudar. It is named after the tribe of Mudar because they used to respect this month.

Other Names

As the hadith indicates, three of the four sacred months are consecutive and the month of Rajab comes 5 months after the month of Muharram. For this reason, some scholars call it Rajab al-Fard, i.e. the solitary Rajab.  

There are fifteen other names given to the month of Rajab mentioned by Imam Ibn Hajar Al-Asqalani in his famous Book Tabyeen Al-Ajab bima Warada fi Fadl Rajab.

Hadiths about Rajab

Muslim scholars agree that there is no single authentic hadith about the excellence of the of month of Rajab except the above quoted hadith about its being one of the four sacred months.

About offering specific acts of worship like fasting and charity in Rajab, there is no single authentic hadith reported from the Prophet except this hadith which reads:

Usamah Ibn Zaid said: “I said: ‘O Messenger of Allah, I do not see you fasting any month as much as Shaban.’ He said: ‘That is a month to which people do not pay much attention, between Rajab and Ramadan. It is a month in which the deeds are taken up to the Lord of the worlds, and I like that my deeds be taken up when I am fasting.”‘ (An-Nasa’i)

Based on the understanding of this hadith, scholars maintain that the Prophet made a similarity between Rajab and Ramadan in terms of being occasions to offering good deeds.

As Ramadan is the month of fasting, it is recommended to observe fasting in Rajab. However, fasting in Rajab does not entail any special reward. It is like fasting in any month of the year.

Muslims like to fast in Rajab as it is their gateway to Ramadan. Those who have missed some days of fasting prefer to make them up in Rajab. Women who could not fast in Ramadan because of their menses prefer to make up the missed days in Rajab and Shaban.

Also, it is an act of the sunnah to fast three days in each month. Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) reported:

My friend (the Messenger of Allah) directed me to observe fast for three days in every month, to perform two rakahs (optional) Duha prayer at forenoon and to perform the Witr prayer before going to bed. (Al-Bukhari and Muslim)

These three days are usually the thirteenth, fourteenth and fifteenth of every month in the Islamic calendar.

It was narrated from Jubair ibn Nufair that Aishah said:

“The Messenger of Allah used to be keen to fast on Mondays and Thursday.” (An-Nasa’i)

Based on these narrations, there is no wonder why some Muslims like to fast in Rajab.

As Ramadan is the month of zakat al-fitr, Muslims like to give charity in Rajab and Shaban. These three months are a golden season for giving charity.

There is also nothing called Salat al-Raghaib which is twelve rakahs that are offered between Maghrib and Isha on the night of the first Friday in Rajab. There is no hadith that the Prophet did it, or any of his companions, or any of the best generations of Muslims. 

Month of Al-Isra and Al-Miraj

Some biographers argue that the event of the Prophet’s Journey from Makkah to Jerusalem and his Ascension to Heaven, better known as Al-Isra and Al-Miraj, took place on the 27th of Rajab.

Therefore, they attach great merits and virtues to this month. The event of Al-Isra was a turning point in Islamic history. It was meant to honor the Prophet and strengthen his heart and to comfort him after the death of his wife Lady Khadija (may Allah be pleased with her) and his uncle Abu Talib.

This event also reminds us of the significance of Al-Aqsa mosque to which early Muslims used to direct their faces in prayer before the command from Allah came to make the Kabah in Makkah the direction of Muslim prayer.

By the way, there is no authentic hadith that recommends fasting on the 27th of Rajab. If it coincides with a Monday or a Thursday, you can fast it.

Practical Tips

Apart from the disputable acts of worship in Rajab, you should have a sincere intention to prepare yourself to the coming of Ramadan. You should seek forgiveness from Allah. You should strive hard to give up the bad habits and the improper behavior.

You should resist your desire and control yourself. You should extend your hand to the poor and the needy. You should get closer to Allah by offering extra optional prayers and making a lot of duaa(supplication) to Allah.

To sum up, what is so special about the month of Rajab is that Allah made it one of the sacred months.

And Allah knows best.

I hope this helps.

Salam and please keep in touch.

 

http://aboutislam.net/counseling/ask-about-islam/rajab-so-special-why/

  • 0
  • Baca: 5 kali

Kisah Sayyad Milne, Remaja yang Syahid di Christchurch

MAMHTROSO.COM -- John Milne begitu kehilangan putranya Sayyad Milne yang menjadi salah satu korban dalam penembakan masal di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Dengan air mata, Milne menyebut anaknya sebagai prajurit kecil yang pemberani.

Sayyad adalah siswa kelas 10 di sekolah menengah Cashmere yang berada di masjid Al Noor bersama ibu dan teman-temannya ketika serangan itu terjadi. Saban Jumat ia datang ke masiid itu.

“Saya kehilangan anak lelaki saya, dia baru berusia 14 tahun. Saya belum mendengar secara resmi bahwa dia sebenarnya sudah meninggal tapi saya tahu dia sudah meninggal karena dia terlihat,” kata Milne seperti dilansir New Zealand Herald, Senin (18/3).

Milne merasa terbantu dengan kehadiran orang-orang. Ia mengungkapkan dirinya hampir kehilangan putranya itu ketika masih bayi. Berbagai perjuangan telah dihadapi putranya itu.

“Seorang prajurit kecil pemberani, sangat sulit melihatnya ditembaki oleh seseorang yang tak peduli dengan siapa pun atau apa pun, aku tahu dimana dia berada. Aku tahu dia dalam damai,” katanya.

Ia pun mengungkapkan serangan itu telah menghancurkan segalanya. Meski sulit untuk menerima, namun jelas Milner adanya dukungan dari banyak orang membuatnya bangkit.  Ia percaya kota itu akan kembali bangkit, menjadi simbol setelah mendapat pukulan bertubi-tubi.

Biasanya putra Milne yang lainnya pergi ke masjid itu, namun pada waktu itu sedang dalam perjalanan ke sekolah. Sementara kakaknya sedang berada di sekolah ketika serangan itu terjadi.

Sayyad adalah satu dari tujuh orang yang tewas di masjid itu. Sebanyak tiga siswa menengah Cashmere terbunuh dan mengalami luka dalam serangan teroris Jumat lalu.

Hamzah Mustafa, siswa kelas 12 bersama ayahnya Khaled juga terbunuh dalam serangan itu. Sementara adik Hamza dirawat di Rumah Sakit Christchurch karena luka tembak di kakinya.

“Sayyad adalah anak yang luar biasa ia memiliki  perhatian yang baik, hati yang besar, senyum yang manis dan rambut yang tebak. Dia menyukai sepakbola dan futsal dan merupakan penjaga gawang  yang ulung,” kata Kepala sekolah, Mark Wilson.

Wilson mengungkapkan Sayyad sedang belajar keras dan berencana menjadi seorang arsitek atau insinyur. Teman-temannya di sekolah dalam keadaan terpukul sejak serangan itu. Wilson pun bangga dengan murid-muridnya menanggapi tragedi itu. Ia berpesan agar siswanya menunjukan cinta kasih, sebab dia yakin kebencian tak akan pernah menang.

“Dalam situasi ini sangat mudah diliputi kebencian, kegilaan, kegelapan. Pesan yang kami tekankan adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan yakni sebaliknya dengan menunjukkan cahaya, menunjukkan cinta, dan itu dapat dilakukan dalam hal paling sederhana yaitu menunjukkan senyum kepada seseorang,” katanya.

https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/asia/pokea8366/kisah-sayyad-milne-remaja-yang-syahid-di-christchurch

 

  • 0
  • Baca: 15 kali

Islam Begitu Dekat dengan Masyarakat Rusia

MAMHTROSO.COM -- Jika berkunjung ke Rusia, umat Islam dari berbagai dunia akan menyaksikan bentuk-bentuk masjid yang unik di setiap wilayah. Arsitekturnya menggambarkan bahwa Islam pada masa lalu begitu sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Rusia.

"Ini yang tidak banyak orang ketahui terutama setelah hampir 70 tahun mereka di bawah kekuasaan Uni Soviet yang komunis, sehingga bayangan orang tentang Rusia ya komunis. Padahal, sekarang ini cukup berkembang Islam di sana," kata Kepala LPMQ Kemenag Muchlis Hanafi.

Islam di Rusia saat ini telah tersebar di seluruh distrik federal Rusia. Di distrik federal pusat sendiri, terdapat Masjid Katedral Moskow, yang menjadi tempat ibadah utama bagi umat Islam.

Masjid terbesar di ibu kota Rusia itu menjadi pusat gerakan organisasi-organisasi muslim Rusia, seperti Dewan Mufti Rusia dan Dewan Agama Muslim Federasi Rusia, yang keduanya diketuai oleh Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, selama 30 tahun terakhir.

Setelah direkonstruksi besar-besaran, Masjid Katedral Moskow diresmikan pada 23 September 2015 lalu. Peresmian itu dihadiri Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, Presiden Federal Rusia Vladimir Putin, Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Masjid Katedral Moskow menjadi pusat atraksi bagi ribuan umat Islam. Selama lebih dari satu abad, masjid megah ini telah menjadi pusat daya tarik bagi ribuan Muslim dari seluruh dunia. Lebih dari 100 ribu umat Islam selalu hadir di masjid ini ketika melaksanakan shalat Idul Adha dan Idul Fitri.

Masjid yang dibangun sejak 1904 ini telah direkonstruksi sebanyak 20 kali. Seka rang total luasnya mencapai 18,9 ribu me ter persegi. Bagian atas kubah dihiasi dengan ayat-ayat Alquran. Masjid yang dibangun enam lantai ini dapat menampung lebih dari 10 ribu Muslim.

Kubah Masjid Katedral Moskow dilapisi emas yang terkenal dan memiliki dua menara utama yang tingginya mencapai 78 meter. Bentuk bangunan masjid ini melambangkan persahabatan orang-orang Rusia selama berabad-abad.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/pok3fd313/islam-begitu-dekat-dengan-masyarakat-rusia

 

  • 0
  • Baca: 16 kali

Wudhu Mengaktifkan Titik-Titik Energi

MAMHTROSO.COM — Dalam berbagai penelitian, sejumlah pakar kesehatan telah mengungkapkan bahwa wudhu mampu merangsang irama energi yang ada dalam tubuh jika dilakukan secara benar oleh umat Islam. Selain itu, berwudhu juga dapat melancarkan peredaran darah.

Asisten di sebuah lembaga Kesehatan Umum dan Ekologi di Dagestan State Medical Academy, Dr Magomedov, menyimpulkan bahwa dengan berwudhu seluruh peredaran darah yang terkena wudhu akan menjadi lancar.

Menurut dia, rangsangan yang terjadi saat berwudhu akan muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut biological active spot (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut penelitian ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksiologi Cina.

Magomedov menjelaskan, sekitar 61 dari 65 titik refleksi Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut. Buku Sehat dengan Wudhu ini mengungkapkan beberapa manfaat yang diperoleh dari wudhu dengan cara menekan atau mengusap bagian-bagian anggota wudhu, seperti wajah, telinga, kepala, hidung, tangan, sela-sela jari, dan kaki.

Dalam membasuh bagian wajah, misalnya, Syahruddin El-Fikri menjelaskan bahwa kulit wajah akan semakin kencang dan akan tampak bercahaya jika dilakukan dengan benar. Ketika berwudhu, disarankan agar membasuh wajah disertai dengan sedikit pijatan atau penekanan, sehingga akan memberikan efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi.

Membasuh wajah dengan air bersih ketika berwudhu dapat merangsang titik-titik akupuntur (saraf) di bagian wajah yang efeknya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Rangsangan yang ditimbulkan berfungsi sesuai dengan terapi akupuntur sebagaimana dijelaskan dalam buku ini.

Pada anggota tubuh yang dibersihkan dengan berwudhu, terdapat sekitar 493 titik akupuntur yang bisa digu na kan untuk menyembuhkan dan men cegah penyakit. Pada wajah ada 84 titik energi, tangan 95 titik, kepala 64 titik, telinga 125 titik, dan kaki 125 titik energi.

Setidaknya, wudhu menggabungkan empat teknik pengobatan dari metode klasik hingga modern, mulai dari akupuntur, refleksi, emotional freedom tech nique (EFT), hingga spiritual emotional freedom technique (SEFT).

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/pok46g313/wudhu-mengaktifkan-titiktitik-energi

 

  • 0
  • Baca: 15 kali

Merajut Keharmonisan Sosial

MAMHTROSO.COM -- Sejatinya, Alquran dan As-Sunnah cukuplah menjadi pedoman bagi setiap Muslim dalam menata kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Umat Islam adalah khairul ummah (umat terbaik) yang terwujud setelah terbentuk khairul jama'ah (masyarakat terbaik). Khairul jama'ah pun akan tercipta, jika lahir khairul usrah (keluarga terbaik). Khairul usrah juga tegak kalau di bangun oleh khairul bariyyah (pribadi terbaik). Itulah tujuan dakwah Islam yang hendak dicapai (QS 3:110, 98:7).

Jika demikian, setiap Muslim hendaknya menjaga sikap, kata, dan tindakan agar tercipta harmoni dalam keluarga dan masyarakat. Alqur an, surah al-Hujurat ayat 6-13, mestinya menjadi pegangan untuk membangun masyarakat berkeadaban (civil society). Paling tidak, ada lima adab keharmonisan dalam menyikapi suasana kontestasi politik di negeri kita saat ini, yakni: Pertama, bersikap kritis terhadap informasi (QS 49: 6). Awal dari disharmoni sosial adalah ke tika akal sehat tak berfungsi baik dalam menge lola informasi (berita). Apakah benar atau bo hong (hoaks)? Jika benar, apakah baik disebar kan?Jangan mudah percaya tanpa klarifikasi (tabayun). Perlu disaring sebelum di-sharing atau diamkan saja.

Ayat ini mengingatkan kita akan kisah al- Walid Bin Uqbah yang diutus ke Bani Musthaliq. Melihat orang-orang ramai menyambut, justru ia takut dan melapor kepada Rasulullah SAW bahwa mereka murtad dan tidak mau bayar zakat. Hampir saja mereka diperangi jika Nabi SAW tidak tabayun terlebih dahulu.

Kedua, menjadi pendamai dalam pertikaian (QS 49:9). Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al- Azhar menyebutkan, kata "iqtatalu" tidak hanya berarti "perang", tetapi juga "bertikai". Bela kangan ini, menebar ungkapan 'perang total' dan 'perang badar'. Seharusnya, ada yang mendama ikan dengan adil agar jangan sampai terjadi benturan sosial, yakni para ulama yang istiqamah.

Ketiga, jangan suka mengolok-olok (QS 49:11). Tidak patut orang yang beriman menge jek, merendahkan, atau menertawakan orang lain, apalagi sesama Muslim. Sikap itu ter masuk kesombongan yang sangat dimurkai Allah SWT (HR Bukhari). Ketika mencela orang lain, sebe narnya kita sedang mencela diri sen diri. Sebab, dengan mencela, dengan sendirinya orang pun akan mencela kita dengan aib yang lebih banyak.

Keempat, jangan mudah buruk sangka (QS 49:12). Manakala tidak suka pada seseorang, biasanya segala sesuatu yang dikerjakannya akan terlihat buruk. Orang yang buruk sangka akan selalu mencari-cari kesalahan (tajassas) dan mau tahu urusannya (tahassas) serta meng gunjing (ghibah) dengan membicarakan celanya (HR. Bukhari).

Kelima, jangan merasa paling mulia (QS 49:13). Simpul keharmonisan sosial adalah saling menghargai dan memahami perbedaan, bukan merendahkan. Berbeda itu naluriah manusia yang Allah titipkan bagi semesta, agar terjadi dinamika dan kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Bukankah taman yang indah selalu ditumbuhi bunga yang beraneka ragam?

Orang bijak berkata, "Janganlah menghina seseorang sebab setiap orang ada kelebihan nya". Tak seorang pun yang patut merasa paling suci sebab Allah SWT tahu siapa kita sebenarnya (QS 53:32). Akhirnya, setiap ucapan dan kelakuan adalah pembelajaran bagi anak-anak kita. Jika tidak mampu menjaga adab keharmonisan ini, boleh jadi akan lahir generasi tak beradab dan ke lak kita termasuk orang yang bangkrut amal ibadahnya (al-muflis). Allahu a'lam bish-shawab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/poemqx313/merajut-keharmonisan-sosial

 

  • 0
  • Baca: 11 kali

Usianya 16 Tahun, Ini Dia Kelinci Tertua di Dunia

MAMHTROSO.COM -- Seekor kelinci yang dimiliki oleh seorang wanita asal Illinois dinyatakan sebagai yang tertua dari museum rekor dunia Guinness World Records.

Dikutip dari laman UPI.com, Jumat (15/3/2019), kelinci itu dinyatakan sebagai yang tertua setelah merayakan hari ulangtahunnya yang ke-16.

Mick, kelinci jenis agouti dari Berwyn, Illinois, merayakan ulang tahunnya yang ke-16 pada 9 Februari lalu.

Guinness mengatakan bahwa tonggak sejarah telah tercipta. Mereka menobatkan hewan itu sebagai kelinci tertua yang pernah hidup di dunia.

Liz Rench, pemilik Mick, mengatakan bahwa dia bertemu kelinci tersebut pada tahun 2004 saat menjadi sukarelawan di tempat penampungan hewan.

Seorang temannya akhirnya mengadopsi kelinci itu. Temannya itu kemudian pindah ke luar kota, dan Mick datang untuk tinggal bersama Rench.

"Saya sangat bangga padanya dan sangat terinspirasi oleh ketangguhan dan kepositifan yang dia tunjukkan sepanjang hidupnya," kata Rench.

"Saya pikir bahwa saya akan kehilangan dia, tetapi dia mampu beradaptasi dan tetap kuat," katanya.

"Aku sudah merawat kelinci selama 20 tahun dan tidak pernah memiliki kelinci yang hidup di atas 13."

"Mick sangat istimewa dan aku merasa beruntung memilikinya dalam hidupku!"

Kelinci memang merupakan hewan lucu yang cocok untuk dijadikan peliharaan. Namun, siapa yang akan menyangka di balik sosoknya yang manis, kelinci asal Alaska, Amerika Serikat, ini dapat berubah menjadi sosok heroik demi menyelamatkan nyawa sang pemilik.

Rumah yang ditempati kelinci itu dengan pemiliknya mengalami kebakaran, baru-baru ini. Sang hewan pun dengan sigap membangunkan dengan mengarukkan cakar kaki depannya ke dada pemiliknya. Sang pemilik yang kaget langsung membawa keluarganya serta si kelinci ke luar rumah dan memanggil tim pemadam kebakaran.

Api dapat dikendalikan dengan cepat. Sang pemilik dan keluarganya selamat. Namun, kelinci itu tewas akibat kekurangan oksigen. Cerita mengenai kehebatannya pun langsung menyebar cepat ke wilayah sekitar tempat tinggalnya.

https://www.liputan6.com/global/read/3918032/usianya-16-tahun-ini-dia-kelinci-tertua-di-dunia

 

  • 0
  • Baca: 12 kali
Berlangganan RSS feed